Deteksi Gejala Keringat Berlebih dengan Cara Ini

305 views

SURABAYA – Cuaca panas tak jarang membuat orang-orang yang mudah berkeringat menjadi tidak nyaman. Lalu, apakah benar keringat itu keluar karena memang kepanasan, atau justru akibat hyperhidrosis?

Hyperhidrosis merupakan suatu kondisi keringat berlebihan yang keluar dari bagian-bagian tubuh tertentu, dan memicu bau. Kondisi ini merupakan hal yang natural, karena keringat berlebih diperlukan tubuh untuk menjaga suhu normal. Jika keringat berlebih dan berbau tidak sedap di bagian tubuh tertentu, dan terjadi ketika suhu tak begitu panas, bisa jadi dikarenakan oleh hyperhidrosis.

Untuk memastikan apakah seseorang mengidap hyperhidrosis atau tidak, dr. Menul Ayu Umborowati, SpKK, dari Skin A Dermatology and Aesthetic Surabaya menggunakan dua bahan yang mudah didapat, yakni Betadine dan tepung yang mengandung glukosa.

Pertama, oles Betadine merata di bagian tubuh yang mengeluarkan keringat berlebih, kemudian bubuhi dengan tepung.

“Lalu ditunggu saja 1-2 menit. Kalau tidak ada perubahan warna, berarti keringat biasa, bukan hyperhidrosis. Sedangkan jika berubah warna ungu, berarti disebabkan oleh hyperhidrosis,” jelas dr Menul, Rabu (29/8/2018).

Pada pengidap hyperhidrosis yang sudah parah, kata dr Menul, warnanya bisa berubah menjadi hitam pekat. Agar mendapat hasil akurat, dr. Menul menyarankan mengetes di ruangan dengan suhu sejuk.

Keringat berlebih ini, lanjutnya, dapat diatasi dengan dua cara, yakni topikal antiperspirant dan botox. Topikal antiperspirant (TA) adalah aluminium chloride yang saat dioleskan ke kulit akan membentuk gumpalan yang menyumbat sehingga mencegah keringat keluar.

“TA ini sering dikombinasikan dengan deodorant,” ujarnya.

Sedangkan injeksi botox dilakukan dengan menyuntikan botolium toxin A di area tubuh yang hiperhidrosis. Botox bekerja untuk mencegah keluarnya asetilkolin, suatu zat kimia di saraf yang berfungsi mengaktifasi kelenjar keringat.

“Tujuannya adalah melemahkan asetilkolin,” imbuhnya.

Terapi botox ini dapat dilakukan sekali dan efeknya bisa bertahan selama empat hingga 12 bulan tergantung pada besaran dan kondisi hyperhidrosis masing-masing orang.(rur)