Tragedi “Surabaya Membara”, Surabaya Berduka

225 views

SURABAYA – Insiden maut terjadi saat pertunjukan kolosal “Surabaya Membara” di jalan Pahlawan Surabaya, Jumat (09/11/18) malam sekitar pukul 19.45 WIB. Ribuan warga berbondong-bondong memadati area seputaran Tugu Pahlawan untuk menyaksikan drama kolosal yang memperingati Hari Pahlawan. Termasuk berjubel menonton dari atas viaduk, jalan kereta api yang masih aktif.

Namun naasnya, acara drama kolosal tersebut berubah menjadi sebuah tragedy yang sangat tragis. Ketika Kereta Api KRD rute Sidoarjo-Bojonegoro tiba-tiba melintas, akhirnya penonton diatas viaduk jembatan itu berhamburan ketepi. Namun saking sesaknya, membuat sejumlah penonton jatuh dari jembatan.

Akibat insiden tersebut 3 orang meninggal dunia dan sepuluh orang mengalami luka-luka. Diduga, korban jatuh karena terserempet kereta api yang lewat di viaduk saat kereta melintas. Sedangkan sejumlah penonton pun memilih melompat dari viaduk untuk menghindari tabrakan.

Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Frans Barung Mangera mengatakan ketinggian viaduk dari tanah sekitar 4,5-5 meter. Selain korban meninggal dunia yang diduga tertabrak kereta, sejumlah warga yang terjatuh diduga karena menghindari badan kereta yang lewat.

“Kalau melihat video yang beredar, kereta itu berjalan tidak melaju seperti biasanya. Ini karena memang sudah tahu kalau ada masyarakat duduk di sekitar tanggul dan menyaksikan drama kolosal,” katanya dalam wawancara via telepon yang isiarkan Kompas TV.

Sedangkan Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Rudi Setiawan mengatakan, pihaknya bersama Tim Identifikasi dan INAFIS sedang mendata dan mengambil sidik jari korban yang meninggal.

“Pemeriksaan masih sebatas interview terhadap korban sudah ditangani Unit Laka Lantas Polrestabes Surabaya mengenai kecelakaan kereta api,” ucapnya.

Rudi menjelaskan ada tujuh orang yang masih dirawat di rumah sakit RSUD Dr M Soewandhie Surabaya. Kondisi korban menderita luka patah lengan tangan dan kaki.

“Ini menjadi keprihatinan kita semua mengenai laka kereta api ini supaya masyarakat lebih memahami lajur ini (viaduk) hanya perlintasan kereta api,” pungkasnya. (ist)