Tanggapan atas Seruan Boikot Produk Prancis, Aqua Lahir di Indonesia

129 views
Tanggapan Aqua atas Seruan Boikot Produk Prancis

Kemasan galon guna ulang dari produsen tersertifikasi wajib melalui proses pencucian dan disinfeksi dengan standar quality control yang ketat (Dokumentasi : Danone-Aqua)

hariansurabaya.com | Tanggapan atas Seruan Boikot Produk Prancis, Aqua Lahir di Indonesia

Jakarta – Arif Mujahidin selaku Corporate Communications Director Danone Indonesia mengatakan, salah persepsi jika mengalamatkan untuk memboikot produk susu anak SGM dan air kemasan Aqua terkait buntut pernyataan Presiden Prancis, Emmanuel Macron.

Arif dalam keterangan tertulis di Jakarta, Selasa (3/11) berpendapat demikian karena menurutnya, produk tersebut lahir dan besar di Indonesia. Pihaknya pun bertekad tetap beroperasi untuk menyediakan produk-produk yang diproduksi di Indonesia tersebut.

Ia menjelaskan, susu anak SGM lahir di tahun 1965 pada saat suasana politik diwarnai ketegangan domestik dan persaingan politik global, sementara ekonomi Indonesia dalam suasana krisis ditandai oleh inflasi yang tinggi.

Menurut Arif, formula susu SGM pertama kali dibuat oleh tiga orang profesor dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FK UI) yang dipimpin oleh Profesor Palenkahu dan seorang ahli gizi dari Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). SGM diproduksi secara massal di pabrik Sarihusada Yogyakarta sejak 1968. Dalam sejarahnya, Sarihusada berganti-ganti kepemilikan, namun produk SGM tetap dan terus diproduksi di pabrik tersebut dan sejak tahun 1997 diproduksi juga di pabrik Prambanan.

Menurutnya, SGM merupakan pelopor susu anak di Indonesia dan hingga saat ini terus menjalankan misinya menjadi susu anak yang dirancang untuk membantu memenuhi kebutuhan gizi anak Indonesia dengan harga yang terjangkau. Begitupun dengan Aqua, merupakan salah satu ikon produk nasional karena menjadi pionir produk air minum dalam kemasan. Lahir di tahun 1973, Aqua diproduksi pertama di pabrik yang berlokasi di Bekasi, Jawa Barat (Jabar) dan sampai saat ini masih beroperasi.

Almarhum Tirto Utomo merupakan seorang pengusaha nasional sebagai pemilik dan orang pertama yang memperkenalkan Aqua kepada konsumen Indonesia. Tahun 1983, Aqua memperkenalkan air minum dalam kemasan galon yang bisa diisi ulang di pabrik. Kini, Aqua diproduksi di 20 pabrik di Indonesia berlokasi dari Brastagi hingga Minahasa Utara.

“Kami akan tetap melanjutkan komitmen kami untuk melayani kebutuhan nutrisi dan hidrasi sehat melalui jutaan pedagang yang menjual produk kami di Indonesia dan disiapkan oleh hampir dari 15.000 karyawan kami di seluruh Indonesia,” lanjut Arif

Arif menyebut berbagai produknya sudah lama dikembangkan dan diproduksi oleh tenaga kerja di Indonesia, sehingga yakin produknya sudah sangat dipercaya di negeri ini.Terkait dampak perusahaan soal adanya seruan boikot terhadap produk Prancis, Arif tidak menyebut secara terang-terangan. Namun menurutnya, yang paling terdampak pertama saat ini adalah pedagang kecil yang menjual produk secara eceran.

“Yang terdampak lebih dulu dari hal ini tentu saja pedagang kecil dan para penjual eceran. Setelah terkena imbas Covid, lalu kemudian muncul hal seperti ini. Jika terjadi boikot yang berlarut-larut, dapat mengakibatkan mereka semakin kehilangan pendapatan,” ungkapnya.

Terkait soal adanya isu seruan boikot produk asal Prancis, Didi Sumedi selaku Direktur Jenderal Perdagangan Luar Negeri Kementerian Perdagangan (Kemendag) mengatakan bahwa pemerintah tidak akan mengambil langkah untuk memboikot produk dari negara tersebut.Menurutnya, isu politik yang terjadi di Prancis di luar dari konteks perdagangan.

“Kasus tersebut menyangkut isu nontrade, sejauh ini tidak ada langkah-langkah yang Kemendag lakukan,” ujarnya.Menurutnya, hingga kini pemerintah masih membebaskan berbagai produk asal Prancis karena tidak ada larangan. “Betul tidak ada larangan,” ujarnya. (ist)