Mengutamakan Protokol Kesehatan, HokBen Tidak Hanya Mengejar Omset

135 views
Protokol Kesehatan
Tidak Hanya Mengejar Omset, HokBen Komit Menjalankan Protokol Kesehatan (foto : hariansurabaya)

hariansurabaya.com, Surabaya – Protokol kesehatan menjadi kewajiban utama yang harus ditegakkan di masa pandemi ini. Terutama di semua sektor bisnis, termasuk bisnis kuliner. Bisnis kuliner adalah salah satu sektor bisnis yang merasakan dampak dan tekanan yang cukup berat akibat pandemi ini. Apalagi sudah hampir satu tahun, tapi Covid 19 belum ada tanda-tanda menunjukkan angka penurunan. Termasuk di Surabaya khususnya, atau Jawa Timur pada umumnya. Meskipun begitu, bisnis kuliner merupakan salah satu bisnis yang stabil dan masih bisa bertahan meskipun dengan tertatih-tatih. Itupun butuh solusi dan strategi pasar yang tepat terhadap kondisi seperti ini.

Termasuk HokBen , salah satu bisnis kuliner waralaba besar yang cukup mempunyai banyak penggemar loyal. Daya beli sangat menurun dan customer juga berkurang. Itu cukup dipahami. Oleh sebab itu,HokBen selalu menyajikan menu yang terjangkau sehingga customer setia tetap bisa menikmati meski dalam kondisi pandemi. Bahkan promo selalu diadakan setiap hari.

“Kami selalu memberikan promosi melalui fintech, medsos, partnership, bahkan brand. Supaya customer tetap bisa menikmati HokBen dengan harga yang terjangkau. Promo hampir setiap hari ada.” jelas Teddy Setiadi selaku Area Manager HokBen untuk wilayah Jawa Timur, Jawa Tengah dan Bali.

DAMPAK PANDEMI

Meskipun daya beli berkurang sehingga berdampak pada pemasukan operasional, tapi HokBeen belum pernah mem-PHK karyawan selama masa pandemi ini.  Manajemen sengaja mengatur strategi antara biaya operasional dan kebutuhan karyawan. Awal pandemi dulu, beberapa karyawan terpaksa harus dirumahkan. Tetapi tetap mendapatkan haknya secara proporsional. Sehingga antara yang bekerja dan yang dirumahkan tetap bisa hidup dengan layak.

Ada juga sistem rolling secara berkala. Tapi itu pada fase bulan ke dua pandemi. Pelan-pelan ada pemulihan sedikit demi sedikit, sehingga karyawan yang dirumahkan sudah mulai bekerja lagi dengan disesuaikan kondisi serta biaya operasional. Apalagi sekarang kapasitas pengunjung hanya 25% dari kapasitas normal.

Ketika ditanyakan perihal jam operasional, Teddy menjelaskan mengikuti kebijakan yang berlaku. Kalau outlet di mall mengikuti aturan jam yang ditetapkan manajemen mall. Sedangkan kalau di FSU mengikuti aturan wilayah setempat.

Protokol Kesehatan
Teddy Setiadi – Area Manager HokBen (foto : hariansurabaya)

DUTA COVID

Teddy mengakui bahwa di masa pandemi ini, pastinya omset juga menjadi perhatian utama. Karena biaya operasional juga bergantung pada omset yang masuk. Tapi yang tidak kalah penting adalah komitmen untuk menegakkan protokol kesehatan seperti himbauan pemerintah .

Terutama bisnis kuliner yang melibatkan masyarakat. Mereka tidak hanya datang untuk membeli, tapi juga makan di tempat. Bahkan banyak juga yang menghabiskan waktu berjam-jam di lokasi resto.

Untuk itulah HokBen sangat ketat menegakkan disiplin protokol kesehatan. Tidak berlaku hanya untuk karyawan HokBen saja. Tapi juga customer, vendor dan supplier. Semua harus mematuhi protokol kesehatan yang sudah ditetapkan.

Oleh sebab itu internal HokBen sendiri membentuk Komite Covid dari mulai kantor pusat sampai wilayah dan cabang. Fungsinya untuk memantau apakah aturan itu sudah dikerjakan dengan benar dan konsisten. Semua karyawan HokBen mendapat tugas dan tanggung jawab itu, sehingga mereka mendapat julukan sebagai Duta Covid.

Adapun tugas Duta Covid adalah memberi contoh kepada lingkungan untuk selalu disiplin dalam menjalankan protokol kesehatan dimanapun berada. Tidak hanya di lingkungan kerja saja. Tanggung jawab itu juga dibawa sampai ke rumah, bahkan di lingkungan sekitarnya.

“Kami berharap, Duta Covid ini bisa memberikan contoh tentang bagaimana menjalankan prokes secara benar dimanapun berada. Baik ketika bersama keluarga, di lingkungan tempat tinggal, ketika berkumpul bersama teman atau sanak saudara.” pungkas Teddy. (ach)