Mobilitas Bangkit dari Pandemi, Gojek Siap Jawab Kebutuhan Transportasi Masa Depan di 2022

17 views
Memasuki tahun 2022, Gojek siap memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat lewat sejumlah inovasi berkelanjutan

Jakarta– Sepanjang tahun 2021 lalu, Gojek konsisten menjadi andalan bagi mobilitas masyarakat di tengah pandemi berkat berbagai inovasinya yang menghadirkan #ProteksiEkstra di setiap armadanya. Seiring pulihnya mobilitas masyarakat, Gojek siap menjawab tren kebutuhan masyarakat melalui lebih banyak inovasi baru berkelanjutan di tahun 2022 ini.

Head of Global Transport Marketing Gojek, Amanda Parikesit mengatakan, pandemi Covid-19 selama dua tahun terakhir tidak menjadi hambatan bagi Gojek untuk menghadirkan inovasi pada layanan transportasinya. Bahkan, Gojek kian terpacu untuk terus berinovasi menjawab kebutuhan dan tetap menjadi andalan transportasi masyarakat.

“Memasuki tahun 2022, Gojek siap memenuhi berbagai kebutuhan mobilitas masyarakat yang merasa #UdahSaatnya kembali beraktivitas mengejar produktivitas. Kami telah menyiapkan beragam inovasi berkelanjutan yang akan makin memperkuat kehadiran Gojek sebagai solusi transportasi yang andal bagi masyarakat,” ujar Amanda Parikesit.

Melangkah di tahun 2022, Gojek siap menjawab pergeseran tren mobilitas masyarakat. Saat ini, Gojek melihat situasi pandemi telah meningkatkan ekspektasi masyarakat terhadap standar keamanan dan higienitas tertinggi pada moda transportasi, kehadiran transportasi urban yang terintegrasi, serta opsi mobilitas yang lebih ramah lingkungan.

Guna menjawab tren tersebut, Gojek telah menyiapkan beragam inovasi yang akan hadir di tahun 2022 berfokus pada dua hal.

Pertama keterandalan layanan. Di tahun ini, ada perluasan layanan GoRide dan GoCar Protect+. Setelah hadir Jabodetabek, Bandung dan Bali, layanan ini akan diperluas ke kota-kota operasional utama. Mengedepankan protokol kesehatan, layanan Protect+ hadir dengan standar layanan tertinggi di industri.

“Pada layanan GoCar Protect+ misalnya, tersedia fasilitas Air Purifier dari Sharp yang mampu lumpuhkan 91,3% virus di udara dalam waktu 30 detik guna memastikan mobilitas yang aman bagi pengguna,” jelas Amanda.

Ada pula proteksi tambahan PerjalananAman+. Bekerja sama dengan Prodigi dan Asuransi Sinarmas Jiwa, Gojek memberikan manfaat perlindungan tambahan bagi penumpang hingga Rp 350 juta hanya dengan membayar premi tambahan sebesar Rp 1000. Perlindungan ini menjadi pelengkap atas asuransi perjalanan dasar yang tersedia untuk seluruh layanan transportasi Gojek.

Selain itu, ada pelatihan untuk mitra driver melalui modul di aplikasi. Demi meningkatkan keamanan dan kenyamanan penumpang, Gojek telah menyiapkan modul pelatihan untuk mitra driver yang mencakup berbagai topik, mulai dari service excellence, keamanan berkendara, hingga pencegahan kekerasan seksual yang telah diikuti ratusan ribu mitra driver aktif.

Gojek juga menghadirkan standar pelayanan terbaru Driver GoCar yang tertinggi di industri. Di 2022, Gojek akan mengimplementasikan standar baru driver GoCar yang pada tahap awal mencakup tiga aspek. Yakni penggunaan seragam, kartu identitas yang terdapat dalam unit kendaraan, dan standar hospitality/keramah-tamahan yang salah satu aspeknya driver akan didorong proaktif menanyakan kebutuhan penumpang misalnya terkait pengaturan suhu pada pendingin di dalam kendaraan.

Layanan transportasi andalan persembahan Gojek tersebut akan turut hadir dengan memberikan opsi perjalanan ramah lingkungan bagi pelanggan, sejalan dengan visi nol karbon Gojek di 2030. Hal ini diwujudkan lewat hadirnya kendaraan listrik yang operasionalnya akan terus diperluas, serta pengembangan fitur penyerapan jejak karbon yang terintegrasi pada layanan transportasi Gojek.

Inovasi kedua berupa integrasi antar layanan transportasi. Bersama PT KCI, Gojek menghadirkan transportasi yang lebih terintegrasi. Gojek melalui GoTransit mengintegrasikan layanannya dengan layanan KRL Commuter Line.

Dengan integrasi ini, penumpang akan dapat membeli tiket KRL lewat aplikasi Gojek, merencanakan paket perjalanan bundling menggunakan GoRide/GoCar dan KRL, serta menikmati fasilitas titik jemput atau area tunggu yang sejak beberapa tahun ini telah Gojek bangun di beberapa stasiun KRL. Melalui penandatanganan Nota Kesepahaman dengan PT Kereta Commuterline Indonesia, Gojek berkomitmen menghadirkan pengalaman mobilitas multi-moda terbaik bagi masyarakat. Mengingat selama ini berdasarkan data, 11 Stasiun KRL di Jabodetabek paling sering digunakan sebagai titik asal/tujuan layanan transportasi Gojek.

Peneliti Pusat Kajian Transportasi & Logistik (Pustral) Universitas Gadjah Mada, Dr. Eng. Muhammad Zudhy Irawan, S.T., M.T. dalam kegiatan diskusi bersama awak media menyebut tiga faktor utama yang menjadi pertimbangan penumpang saat menggunakan jasa transportasi online selama pandemi.

Tiga hal tersebut yakni faktor keselamatan penumpang (mencakup keamanan berkendara, driver yang sudah divaksin), faktor protokol kesehatan (mencakup penerapan protokol kesehatan) dan faktor kinerja / keterandalan layanan transportasi (mencakup kualitas layanan).

“Dengan berubahnya tren dan ekspektasi transportasi masyarakat pasca pandemi, rangkaian inovasi Gojek yang menjawab tiga faktor tersebut, merupakan langkah yang tepat untuk bisa tetap relevan, memenuhi kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Zudhy juga memberikan perhatian khusus terkait inovasi di bidang integrasi yang Gojek jalankan bersama KAI Commuter/PTKCI. Menurutnya, inovasi ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat. Dalam penelitian yang dilakukannya terkait topik ini, 76.12% responden menyatakan dukungan apabila layanan transportasi umum dan layanan ride-hailing bisa bekerja sama.

“Semakin sering orang menggunakan angkutan umum, maka semakin sering orang tersebut menggunakan layanan ride-hailing. Kehadiran Gojek sebagai penyambung antar moda transportasi dan berfungsi sebagai first-mile dan last-mile akan semakin memudahkan mobilitas masyarakat,” jelasnya.

Rangkaian inovasi dan inisiatif yang dihadirkan tersebut merupakan wujud responsif dan adaptif Gojek terhadap kebutuhan transportasi masyarakat yang dinamis, khususnya di tengah pandemi.

“Harapannya, Gojek tetap bisa menjadi andalan mobilitas masyarakat dengan situasi yang makin pulih dan diikuti oleh masyarakat yang kini mulai kembali beraktivitas,” tutup Amanda. (*/hsa)