Aksi Sosial Komunitas Kreasi Pemuda Tanpa Batas di Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan

58 views
Aksi Sosial Komunitas Kreasi Pemuda Tanpa Batas di Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan
Aksi Sosial Komunitas Kreasi Pemuda Tanpa Batas di Pondok Pesantren Nurul Amanah Bangkalan

hariansurabaya.com | BANGKALAN – Komunitas Kreasi Pemuda Tanpa Batas mengajak para pemuda dari berbagai SMA dan SMK untuk berpartisipasi dalam kegiatan bakti sosial sekaligus pelatihan yang diadakan di Pondok Pesantren Nurul Amanah, tepatnya di Desa Basanah yang ada di Kota Bangkalan.

Aksi sosial tersebut dilaksanakan pada hari Jumat tepatnya pada tanggal 10 Maret 2023, dengan menggandeng Yayasan Bangun Sehat Indonesiaku untuk bekerja sama. Tujuan utama dari kegiatan bakti sosial kali ini adalah untuk meningkatkan health awareness para pemuda di pondok pesantren serta melakukan medical checkup.

Acara dimulai pukul 4 sore dan dibuka dengan sosialisasi yang disampaikan oleh kedua anak SMK jurusan farmasi yakni Alifia Syadiva dan perawat Frischa. Sosialisasi membawakan topik terkait penyakit yang rentan sekali di lingkungan pondok pesantren yakni Sosialisasi Penyakit Scabies. Para siswa nampak semangat dan antusias dalam mendengarkan, mereka juga aktif melontarkan pertanyaan terutama setelah sosialisasi dilengkapi oleh Dokter Muda Ghifary Mahindisyah.

Setelah sosialisasi selesai, menuju ke agenda utama yakni Medical Check-Up. Para anggota komunitas memiliki peran masing-masing di setiap posko yang ada. Alurnya dimulai dari pendaftaran, masuk ke pengecekan suhu badan, beserta tinggi dan berat badan, dilanjutkan dengan tensi. Pada posko konsultasi dokter diisi dengan 2 Dokter Muda, salah satunya adalah DM Azzeldine Aliya. Setelah konsultasi bergeser ke pengambilan resep obat oleh ketua YBSI, bu Virly Mavitasari.

Beberapa posko memang diadakan khusus untuk melatih para anggota-anggota baru terkait kecakapan bekerja dan adaptasi dengan hal baru. Acara berjalan dengan lancar dan tanpa hambatan dikarenakan koordinasi yang sangat hebat diantara para anggota komunitas diketuai oleh Ghifary Mahindisyah dan dibantu oleh Sekretaris Komunitas, Salsabila Reza. Acara sempat diistirahatkan sejenak untuk menghormati waktu shalat Maghrib berjamaah di Pondok Pesantren.

Adapun jumlah pasien yang diperiksa mencapai 127 orang dari santri perempuan maupun santri lelaki. Para santri terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan meskipun beberapa ada yang masih takut untuk diperiksa dikarenakan stereotype mereka bahwa setiap pemeriksaan kesehatan berarti disuntik. Namun perasaan takut tersebut hilang dan digantikan dengan senyuman karena di akhir para santri diberikan bingkisan jajan Malkist dan juga hand sanitizer non alcohol dari Clarity.

Adapun setelah pemeriksaan selesai, didapatkan bahwa penyakit yang diderita oleh mayoritas murid disana adalah scabies dan juga selesma atau biasa disebut batuk dan pilek dikarenakan cuaca yang kurang bersahabat.(srz)