Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic Hadirkan Solusi Kesuburan Paling Inovatif Untuk Keluarga Indonesia

72 views
Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic Hadirkan Solusi Kesuburan Paling Inovatif Untuk Keluarga Indonesia
Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic Hadirkan Solusi Kesuburan Paling Inovatif Untuk Keluarga Indonesia

hariansurabaya.com | SURABAYA – Bersamaan dengan hari jadi Kota Surabaya ke 730, Primaya IVF Makassar dan Smart Fertility Clinic – member of Primaya Hospital Group, kembali hadir di Grand City Surabaya untuk memberikan edukasi kepada masyarakat Kota Surabaya pada khususnya dan masyarakat Jawa Timur pada umumnya, terutama yang memerlukan layanan fertilitas terbaik.

Primaya IVF Makassar berlokasi di Rumah Sakit Primaya Makassar lantai 9, Jl. Urip Sumoharjo, Kota Makassar. Sedangkan Smart Fertility Clinic saat ini berlokasi di 2 tempat yaitu di Rumah Sakit Primaya Evasari, Jakarta Pusat dan di Rumah Sakit Primaya Bekasi Utara, Kota Bekasi.

Di dalam menjalankan layanan fertilitas terintegrasi, Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic melakukan sinergi dengan Smart IVF di bawah arahan Prof.Dr.dr. Budi Wiweko, SpOG, Subsp-FER, MPH, Int. Aff. RANZCOG pada tahun 2022 yang lalu, saat ini semuanya berada di bawah naungan PT Anugerah Bangsa Indonesia.

Direktur Utama PT. Anugerah Bangsa Indonesia, Ade Gustian Yuwono mengatakan bahwa
selama 5 tahun terakhir Klinik IVF di Rumah Sakit Primaya Makassar, yang di saat awal berdirinya bekerja sama dengan klinik IVF yang lain, telah melayani lebih dari 4.000 pasien pasutri. Dimana lebih dari 1.500 di antaranya telah terkonversi menjadi Cycles IVF hingga saat ini. Sedangkan Smart IVF sebagai cikal bakal Smart Fertility Clinic juga telah berpengalaman melayani ribuan pasien program IVF (Bayi Tabung) sejak berdiri tahun 2012 yang lalu.

“Saat ini kami telah melakukan peningkatan fasilitas maupun kapasitas Klinik Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic, dilengkapi dengan teknologi terbaru dan tim dokter yang ahli di bidang fertilitas, tujuan kami untuk dapat melayani lebih banyak masyarakat yang membutuhkan layanan bayi tabung di seluruh Indonesia, namun dengan harga yang sangat terjangkau,” ucapnya.

Kata Ade, setelah relaunching fasilitas baru di bulan Maret 2023 yang lalu, Primaya IVF Makassar diproyeksikan dapat melayani 2000 pasien peserta program fertilitas setiap tahunnya, di mana 500 cycles di antaranya merupakan program bayi tabung atau IVF, dan tingkat keberhasilan atau pregnancy rate yang dituju di atas 50%. Sedangkan Smart Fertility Clinic mulai tahun ini juga akan dikembangkan ke seluruh Indonesia bahkan yang saat ini belum terdapat klinik IVF secara merata, seperti di Kalimantan, Sulawesi, Papua serta NTB – NTT.

“Kami hadir dengan pembaruan teknologi bayi tabung yang digunakan, di antaranya meliputi program IUI, IVF dengan ICSI dan IMSI, analisa kromosom modern dengan teknologi PGT-A, Timelapse  Incubator, teknologi ERA / MIRA untuk Embryo Transfer yang optimal , Embryo – Sperm – Oocyte Preservation dan sebagainya,” ucapnya.

“Banyak hal yang membedakan klinik fertilitas kami dengan klinik IVF yang lain. Selain dari sisi teknologi terbaru, program layanan kami juga sangat holistik tidak hanya terbatas pada bayi tabung semata, melainkan permasalahan fertilitas pada umumnya hingga saat memasuki periode menopausal. Solusi yang ditawarkan oleh klinik kami sangat beragam, dan disesuaikan (tailor made) dengan kebutuhan konsumen atau pasien kami, di mana setiap pasien akan ditemani oleh seorang Duta Primaya atau Smart Fertility Clinic yang mendampingi pasien selama mengikuti program fertilitas di tempat kami. Dan uniknya, layanan istimewa di Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic tersebut tidaklah menjadi layanan yang mahal atau eksklusif, namun justru sangat terjangkau oleh keluarga Indonesia,” tambah Ade lagi.

Bersamaan dengan kegiatan ini, juga dilaksanakan Fertility Sharing dengan menghadirkan dr. Fachry Achmad Prodjokusumo, MPH. selaku Komisaris PT SFI
CEO Smart IVF, dr Rahmawati Thamrin Sp.And Dokter Spesialis Andrologi Primaya IVF Makassar dan Verawaty Sinurat Head of Embriologist Smart Fertility Clinic.

dr Fachry  mengatakan bahwa kehadirannya selain sebagai bentuk dukungan kepada Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic, juga sekaligus untuk memberikan sharing terbaru terkait perkembangan IVF baik di Indonesia maupun di dunia. Beliau menyampaikan jika di Indonesia kejadian infertilitas dialami oleh 12-15% atau 4-6 juta pasangan, dari 39,8 juta pasangan usia subur dan memerlukan pengobatan infertilitas untuk akhirnya bisa mendapatkan keturunan.

Faktor-faktor yang memengaruhi kesuburan dapat berasal dari faktor istri misalnya gangguan haid, miom, kista, sumbatan saluran telur maupun faktor suami di antaranya kelainan sperma dan gangguan pengeluaran sperma.

“Bayi tabung atau In Vitro Fertilization (IVF) menjadi metode reproduksi buatan yang paling efektif. Metode ini semakin populer di Indonesia, terbukti dari tingginya jumlah tindakan bayi tabung yang dijalankan,” tambahnya.

Sedangkan Leona A. Karnali selaku CEO Primaya Hospital Group secara tertulis mengatakan bawah hadirnya Primaya IVF dan Smart Fertility Clinic di berbagai kota di Indonesia merupakan bukti komitmen untuk terus bertumbuh mengikuti kebutuhan masyarakat Indonesia. Selain memberikan fasilitas dengan teknologi yang mumpuni, juga didukung oleh dokter dan tenaga medis yang profesional dan berpengalaman. Diharapkan Primaya IVF bersama dengan Smart Fertility Clinic dapat memberikan solusi kesuburan terpercaya bagi masyarakat khususnya pasangan suami istri di Indonesia.

“Kami yakin mampu bersaing dengan fasilitas IVF lainnya termasuk fasilitas IVF di luar negeri, serta berkomitmen senantiasa terus meningkatkan good quality of service dan good quality of outcome ” tambah Leona.

Dengan mengusung hashtag #KehamilankuPilihanku, selain mempunyai teknologi terdepan di bidang bayi tabung, termasuk terapi pelengkap adjuvant fertility, kendali program fertilitas berada di tangan pasien.

Sistem terintegrasi yang telah dibangun juga akan memudahkan pasien dalam melakukan pencarian informasi, booking konsultasi secara mandiri maupun pendaftaran layanan mandiri dan pasien dapat memantau perkembangan embrio dari manapun.(ac)