Ciputra Festival Film 2024 : Karya Sineas Muda Diapresiasi Dengan Tayang Di Bioskop

18 views
Prescon Ciputra Festival Film 2024 (foto : hsc)
Prescon Ciputra Festival Film 2024 (foto : hsc)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Ciputra Film Festival diselenggarakan dalam rangka memberikan ruang untuk mengapresiasi karya-karya sineas muda di Indonesia. Dan tahun ini adalah menginjak tahun ketiga. 3rd Ciputra Festival Film dilaksanakan selama 6 hari, mulai 27 Mei – 01 Juni 2024 berlokasi di beberapa tempat diantaranya Universitas Ciputra, V atrium & XXI Ciputra World Surabaya.

“UNSEEN”, yang berarti tak terlihat, dipilih menjadi tema yang diusung pada CFF ke-3. Di balik tema Unseen mengandung semangat ingin mengangkat fenomena-fenomena termasuk isu-isu sosial yang seolah tak terlihat. Karena kurang mendapatkan ekspose media dan masyarakat luas, contoh : kemiskinan dibalik mewahnya kehidupan di kota besar, diskriminasi ras serta hak perempuan yang terabaikan.

“Melalui festival film ini sineas muda diberi peluang untuk bebas menyuarakan dari sudut pandangnya masing masing, disinilah film menjalankan peran penting sebagai medium penyampai pesan.” jelas Uki sebagai Ketua Panitia CFF 2024.

Di tahun ke tiga ini ada 617 film yang mendaftarkan diri, dan terlacak peserta berasal tidak hanya dari Indonesia, beberapa film adalah karya dari sineas muda negara lain. Juri dan kurator yang terlibat memiliki jejak rekam karya, pengalaman dan pengetahuan yang sudah teruji dan dikenal olah masyarakat perfilman.

“Mahasiswa Ciputra sendiri mempunya karya film juga yang diikutkan di luar UC. Karena ada klub film namanya Fikombi. Banyak juga yang masuk finalis.” jelas Cosmas selaku Kaprodi Komuniasi Universitas Ciputra.

Banyak program yang dihadirkan oleh 3rd CFF,  diantaranya, workshop teknik camera, yang akan memberi wawasan baru seputar penggunakan camera. Selain itu ada juga expert session with Dion Wiyoko & Wregas Bhanuteja, pada tanggal 31 Mei dan 1 Juni. Harapannya, peserta tidak hanya mampu menangkap isu yang tidak terlihat, namun juga pemahaman teknis produksi, penyutradaraan dan bagaimana mempertontonkan film kepada khalayak.

CFF tahun ke 3 ini memberikan pengalaman yang berbeda untuk sineas muda yang memiliki karya film pendek untuk ditayangkan dalam program open air di atrium Ciputra World dan program pilihan kurator di XXI Ciputra World Surabaya.

“Harapan saya, tahun depan bisa mewujudkan untuk membuat sirkuit. Untuk sementara ini masih kecil, semoga selanjutnya bisa dengan peserta yang lebih besar. Juga menaikkan level dari nasional menjadi internasional. Sudah ada beberapa pihak yang kami ajak diskusi, tapi belum final.” pungkas Cosmas.(acs)