Petra Christian University Gelar Kompetisi Otomatisasi Industri, Untuk Cari Talenta Masa Depan

37 views
Petra Christian University Gelar Kompetisi Otomatisasi Industri, Untuk Cari Talenta Masa Depan
Petra Christian University Gelar Kompetisi Otomatisasi Industri, Untuk Cari Talenta Masa Depan

hariansurabaya.com | SURABAYA – Perkembangan industri di masa kini menuntut setiap perusahaan di Indonesia agar lebih pintar dalam menggunakan teknologi. Itu artinya, SDM yang ada juga harus dipersiapkan dengan sangat baik.

Agar makin terpacu untuk menguasai teknologi sekaligus meningkatkan skill yang digunakan dalam dunia kerja, Electrical Engineering dan Internet of Things (IoT) PCU atau Petra Christian University berkolaborasi dengan PT. Schneider Indonesia menggelar kegiatan bertajuk “Petra Industrial Automation: Seminar & Competition 2023”. Yang diselenggarakan 8-9 November 2023, di Amphitheater Gedung Q kampus PCU.

“Workshop dan lomba di bidang automasi industri ini sangat penting untuk dikuasai, apalagi di era revolusi Industri 4.0 seperti saat ini. PLC atau Programmable Logic Controller merupakan salah satu controller industri yang paling populer digunakan. Jadi PLC ini semacam ‘otak’nya sistem otomasi berbagai kegiatan yang ada di dunia industri. Terdapat teknologi otomatis untuk menggantikan pekerjaan yang bersifat presisi tinggi, high speed production atau tingkat kejenuhan yang tinggi. Akan ada memori yang diprogram khusus untuk menyimpan instruksi-instruksi yang menjalankan fungsi spesifik seperti logika, timing, counting, dan lain-lain,” terang Julius Sentosa Setiadji, S.T., M.T., selaku dosen pendamping acara.

Kompetisi ini sendiri dibagi menjadi dua kategori, yaitu mahasiswa dan siswa SMK. Materi yang dilombakan dalam kategori mahasiswa yaitu PLC dan HMI (Human Machine Interface). Sementara untuk siswa SMK hanya lomba PLC saja. Tetapi tak hanya itu, para peserta lomba ini juga akan dibekali dengan seminar Automasi sebelum acara lomba dimulai.

Setiap tim yang ada, beranggotakan dua orang. Tercatat ada 35 tim untuk kategori mahasiswa, dan tujuh tim untuk kategori SMK. Mereka ini berasal dari Surabaya, Sidoarjo, Malang, Gresik, Banten, Jakarta, Yogyakarta, Madura, dan lain-lain.

Babak penyisihan (8/11) dimulai pukul 12.30 WIB bagi kategori mahasiswa, di mana mereka diberikan beberapa waktu untuk melakukan troubleshooting program.

“Dengan waktu tertentu, mereka diberi soal lalu diminta menemukan kesalahannya. Hanya dipilih 10 tim terbaik saja untuk melangkah ke babak selanjutnya,” tambah Julius.

Sementara itu, keesokan harinya (9/11) mulai pukul 08.30 WIB, dilakukan babak final untuk kategori mahasiswa dan lomba kategori SMK. Pada babak final di kategori mahasiswa, para peserta diminta untuk mengerjakan soal logika berupa pemrograman ladder dan design HMI melalui software. Setelah selesai, peserta akan mempresentasikan hasil program serta menguji coba hasil program pada Demo Kit PLC dan HMI yang telah disediakan panitia dan juri.

Sedangkan pada kategori siswa SMK, hampir sama dengan lomba mahasiswa yang PLC. Bagi yang sudah selesai, maka mereka dapat menunjukkan hasil pekerjaannya kepada juri, lalu dicatatkan hasil dan sisa waktunya.

“Perlombaan ini menggunakan sistem poin. Tidak hanya menilai kecepatan kerjanya saja, tapi juga kebenaran jawaban dan logika,” tutup Julius.

Harap Julius, kegiatan ini bisa dilaksanakan secara rutin dan menjadi agenda tahunan. Apalagi dari pihak sponsor cukup puas dengan kerjasama yang terjalin.

“Sebagai sponsor kami ingin memperkenalkan produk serta mengedukasi para mahasiswa untuk lebih mengenal bagaimana praktek elektro atau automation di dunia kerja itu seperti apa.” terang Mario dari Divisi Industri Automation di PT. Schneider Indonesia.(ac)