alat monitoring suhu transformator

Mahasiswa PENS Ciptakan Alat Monitoring Suhu Transformator Berbasis Internet

SURABAYA – Kenaikan suhu transformator pada jaringan distribusi tenaga listrik, tentunya akan dapat lebih mudah merusak isolasi dari transformator tersebut. Sehingga hal ini memungkinkan trafo akan memiliki lifetime yang lebih pendek. Untuk mencegah hal ini, biasanya dilakukan pengecekan dan perawatan secara berkala.

Pekerjaan pengecekan kondisi trafo, terutama suhu dari bodi trafo tersebut apabila dikerjakan secara konvensional pastinya akan memakan tenaga serta biaya. Belum lagi besarnya resiko pekerja saat naik ke unit-unit trafo, hal ini dirasa akan menjadi kurang efektif dan efisien.

<img class="alignleft wp-image-290" src="https://hariansurabaya.com/wp-content/uploads/2017/07/image4177.png" alt="alat monitoring suhu transformator" width="350" height="467" />

Bermula dari permasalahan tersebut, beberapa mahasiswa Politeknik Elektronika Negeri Surabaya (PENS), dalam rangka Pekan Kegiatan Mahasiswa melakukan penelitian guna menciptakan alat yang berfungsi untuk monitoring suhu trafo berbasis internet.

Alat yang diberi nama SIMONSUFOR (sistem monitoring suhu otomatis pada transformator) ini dibuat oleh kelompok PKM KC yang beranggotakan Lukita Febrianto sebagai ketua, Ariel Mutslah sebagai software design, Agita Firdaus Royani yang bertugas di bagian publikasi, serta Anggie Salsabila Anjani sebagai bendahara.

“Kelebihan dari SIMONSUFOR ini menggunakan jaringan internet GPRS yang bisa masuk ke server data yang jaraknya bisa jauh, sehingga biayanya lebih murah dan lebih efisien.” Ujar Agita.

Keunggulan lain dari alat buatan Lukita dan kawan-kawan ini adalah power supply-nya yang menggunakan tenaga solar cell. SIMONSUFOR ini berdiri sendiri, tidak bergantung pada power supply transformator. Sehingga selain hemat energy, teknologi ini juga terbilang ramah lingkungan (eco green energy).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *