berani menikah muda

Berani Menikah Muda? Kenapa Tidak!

Jika kita berbicara mengenai pernikahan, pasti banyak dari kalian yang beralasan ini dan itu hanya sekadar ingin menghindari menikah di usia muda. Menikah di usia muda seolah menjadi momok yang menyeramkan, ada yang bilang masa mudanya terenggut, atau bermacam-macam alasan finansial lainnya dan lebih memilih berstatus lajang.

Namun mirisnya, berbagai alasan untuk menolak menikah muda itu, agak kurang berbanding lurus dengan perilaku kebanyakan anak muda yang menjalani aktifitas ‘pacaran’.

Katanya takut menjalin hubungan serius, tapi sama pacar saja sudah ber-mama-papa-an. Sikapnya sudah seperti layaknya suami-istri, bahkan ada yang sampai berani ‘begituan’.

Bukan bermaksud menghakimi, setiap manusia pasti pernah melakukan dosa dan kesalahan. Daripada dianggap sok suci malah bikin panas hati, kita intip sebentar yuk kenapa menikah muda itu menyenangkan.

1. Menikah Muda Itu Menghindarkan Kita Dari Dosa Besar

Seperti yang sudah disinggung di atas, banyak dari kawula muda yang mengaku belum siap serius menjalin hubungan rumah tangga, tapi sama pacar berperilaku seperti layaknya suami-istri. Padahal hal itu bisa berpotensi kepada pasangan muda-mudi yang mempunyai hasrat tinggi untuk melakukan dosa besar. Yakni perzinaan!

Secara agama, hal ini jelas disebut sebagai dosa besar. Secara hukum, perbuatan tersebut bisa dikenai pasal pidana. Bahkan, pihak berwajib mempunyai jadwal khusus untuk merazia pasangan-pasangan yang belum sah di hotel-hotel atau tempat hiburan malam. Ganjarannya, pasangan-pasangan tersebut akan digiring ke kantor yang berwajib untuk diproses secara hukum. Susah iya, malu juga iya!

Daripada merasakan hal apes tersebut, kalau sudah punya buku nikah sah kan mau melakukannya di rumah atau pondok mertua indah juga sah-sah saja kok.

2. Menikah Mendatangkan Rejeki

Carilah Rejeki Dengan Menikah!

Banyak ayat yang menjelaskan keutamaan dari menikah. Selain mendapatkan pahala, memberikan kita kebahagiaan, salah satu keutamaan menikah adalah mendapat keutamaan rejeki dari Allah.

Jika dengan menikah bisa menambah rejeki kita, kenapa harus menunggu sampai berlama-lama. Dengan menikah muda, kita akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk mendapatkan rejeki.

Jadi kenapa masih harus beralasan ingin kaya atau sukses dulu sebelum menikah, menikahlah dan raih kesuksesan dan berkah bersama pasanganmu saat ini juga!

3. Berpacaran Setelah Menikah Lebih Berbahagia

Hasil riset dari National Marriage Project’s tahun 2013 di Amerika Serikat (AS) menunjukkan bahwa, presentase tertinggi pasangan menikah yang berbahagia adalah mereka yang menikah di usia antara 20-28 tahun.

Hal ini selain karena faktor emosi, usia muda adalah usia yang paling romantis. Faktor lainnya yang mempengaruhi kebahagiaan dalam rumah tangga adalah urusan hubungan intim suami-istri. Mereka yang masih muda cenderung memiliki nafsu yang besar, serta tenaga yang masih prima. Sehingga dalam berhubungan dapat mencapai kenikmatan yang maksimal.

Menikah di usia muda juga bisa menjadikan seseorang menjadi lebih dewasa, sehingga hal-hal buruk yang seharusnya tidak terjadi, mampu diredam karena adanya pasangan.

4. Memiliki Anak Menambah Kebahagiaan Bagi Pasangan Muda

Usia muda adalah usia yang paling prima, melahirkan pada usia muda akan dapat menekan resiko seminim mungkin.

Memiliki anak pada usia muda, mampu menambah kebahagiaan dan kebanggan pada pasangan muda.

Seiring bertambahnya usia, anak akan tumbuh seiring dengan perjuangan menjalin rumah tangga yang bahagia. Sehingga pasangan muda lebih bijak dan merasakan banyak pelajaran yang bisa diturunkan kepada anak.

Saat pasangan muda sudah beranjak lanjut usia, anak sudah mulai matang dan bisa diandalkan untuk membantu orangtuanya. Saat orangtua sudah pensiun, anak sudah matang dan bisa mencari rejekinya sendiri. Bayangkan jika telat menikah, saat kita beranjak lanjut usia, anak masih kecil, kita masih harus mencari rejeki untuk biaya sekolah anak dan lain-lain.

5. Orangtua Muda Lebih Bisa Mengikuti Perkembangan Anak dan Pergaulannya

Orangtua muda lebih bisa mengikuti perkembangan anak, termasuk salah satunya tentang teknologi yang sedang berkembang pesat.

Banyak anak yang salah jalan karena pengaruh teknologi, seperti misalnya teknologi smartphone dan sosial media yang sedang populer saat ini. Hal ini disebabkan karena orangtua yang merasa terlalu ‘tua’ untuk mengikuti perkembangan teknologi. Sehingga anak lebih pintar, termasuk salah satunya dalam hal-hal yang negatif.

Kalau jamannya orangtua dan anak tidak terpaut terlalu jauh, orangtua lebih bisa mengikuti perkembangan dan bisa mengawasi anak dari pengaruh-pengaruh yang tidak baik.

Semoga dengan menikah muda, kita mampu mendapatkan berkah yang lebih dari yang Maha Kuasa. Dan segala permasalahan di dunia mampu kita ambil pelajaran agar kita menjadi manusia yang lebih baik lagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *