Gandeng Pakuwon Jati, BEI Resmikan Galeri Investasi di TP 2

100 views
Peresmian GI BEI yang ditandai penandatanganan MoU antara BEI, OJK dan PT Pakuwon Jati di Pakuwon Center Lt. 22, Surabaya, Selasa (14/8). (Foto : try)

SURABAYA – Bursa Efek Indonesia (BEI) meresmikan Galeri Investasi (GI) ke-400 dan merupakan galeri ke-57 untuk Jatim yang pertama kali buka di mall. Tepatnya di Tunjungan Plasa (TP) 2 Lantai 2 Surabaya.

GI BEI ini berkolaborasi dengan PT Pakuwon Jati Tbk (PWON) dan PT Danareksa Sekuritas. Dibuka setiap hari untuk umum dengan jam operasional sesuai dengan jam bursa dan jam operasional PT Danareksa Sekuritas.

Hadir dalam peresmian GI BEI, antara lain Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) – Wimboh Santoso, Deputi Komisioner Pengawas Pasar Modal OJK – I Djustini Septiana, Kepala OJK KR4 Jatim – Heru Cahyono, Dirut BEI – Inarno Djayadi, Direktur Pengembangan BEI – Hasan Fawzi, Dirut PT Kustodian Sentral Efek Indonesia – Friderica Widyasari Dewi, Presdir PT Pakuwon Jati Tbk – Stefanus Ridwan S dan Dirut PT Danareksa Sekuritas – Jenpino Ngabdi.

Wimboh Santoso menjelaskan bahwa pemilihan lokasi gerai di mall sebagai upaya intermediasi melalui pasar modal yang nilainya cukup penting. Dengan membuka gerai di pusat perbelanjaan, masyarakat akan semakin paham mengenai pasar modal.

“Hingga kini masih banyak masyarakat yang belum paham sepenuhnya terkait pasar modal, meskipun di pasar modal saat ini telah tercatat memiliki 1,4 juta investor.” Ungkapnya di sela peresmian GI BEI di Pakuwon Center Lantai 22 Surabaya, Selasa (14/08).

Ditambahkan Wimboh perlu dilakukan sinergi kolaborasi, sehingga makin banyak perusahaan yang terstimulasi melakukan IPO.

“Kalau tahun lalu rising fund bisa diraih Rp. 256 triliun, diharapkan tahun ini bisa lebih tinggi lagi.”ujarnya.

Sementara itu, gerai di mall ini, lanjut Wimboh, intermediasi melalui pasar modal ini penting. “Kami sadari, intermediasi tidak bisa dilakukan sendiri. Dengan menggandeng PT Pakuwon Jati Tbk dan BEI, diharapkan ke depannya bisa memberikan informasi kepada masyarakat terkait pasar modal melalui Galeri Investasi.” ujar Wimboh.

Sementara Presiden Direktur PT Pakuwon Jati Tbk, Stefanus Ridwan S. menambahkan kalau GI BEI diharapkan bisa meningkatkan minat masyarakat untuk mengenal lebih jauh terkait investasi saham dan instrument pasar modal lainnya.

“Keberadaan GI BEI di TP 2 ini cukup strategis, yakni untuk mendekatkan kepada masyarakat serta memberikan kemudahan akses informasi pasar modal di sentra perbelanjaan atau tempat umum di Surabaya.” kata Stefanus.

Stefanus juga mengharapkan, platform-platform seperti ini harus diperbanyak. Sehingga edukasi kepada masyarakat bisa lebih cepat. Masyarakat bisa lebih paham lagi tentang produk pasar modal.

Sebagaimana diketahui, Jatim sebagai satu diantara destinasi investasi yang bisa menarik calon investor. Tercatat hingga 31 Juli 2018, total Single Identification Number (SID) di Jatim mencapai 87.070. Sedangkan 5 kota besar di Jatim dengan jumlah SID terbanyak adalah Surabaya 35.431 SID. Diikuti Malang 9.825 SID, Sidoarjo 7.862 SID, Kediri 4.315 SID dan Gresik 2.987 SID. (try)