UKM Binaan JNE Beromset 100 jutaan

168 views

BALIKPAPAN – Salah satu UKM binaan JNE memiliki omset 100 juta tiap bulan. Selain membuka toko offline dan online untuk menerima pesanan eceran, ia juga bertindak sebagai supplier bagi beragam supermarket besar maupun toko oleh-oleh di berbagai kota di seluruh Indonesia.

Owner BDS Snack, sekaligus Ketua Koperasi Industri Kecil Micro Semayang Balikpapan, Sri Astuty yang akrab disapa Tity ini mengatakan, saat ini pihaknya memiliki 18 orang karyawan untuk membuat produk-produk olahan berbahan dasar ikan seperti amplang, kerupuk, abon, ikan asin, dan yang lainnya.

Sekitar 20 ribu kg kami produksi dalam setahun, sehingga diperkirakan sebanyak 1600 kg kami pasarkan melalui offline mau pun online per bulan. Tentu saja banyak juga yang kami kirimkan melalui JNE atau mendapatkan pesanan dari Pesona (Pesanan Oleh – Oleh Nusantara)”, jelasnya.

Walaupun BDS Snack telah berhasil merambah pasar ke seluruh nusantara, namun Tuty sapaan akrabnya menyampaikan harapannya agar di masa mendatang dapat memasarkan produknya tersebut ke pasar global.

“Kami masih berupaya untuk meningkatkan kualitas produk, mau pun kemasan, dan yang lainnya, agar memenuhi serta menjaga standar SNI yang telah kami dapatkan, sehingga tidak hanya diterima oleh pasar nasional, tapi juga global”, harapnya.

Selain harapan untuk produknya sendiri, ia juga menyampaikan harapan agar para pelaku UKM lain di Indonesia dapat terus berkembang dan maju. Ia pun berbagi tips memajukan usahanya yakni sinergi dengan pihak pemerintah maupun wirausahawati lain di seluruh Indonesia. Salah satu caranya dengan memanfaatkan program atau event yang disediakan untuk para UKM di tiap daerah, seperti perlombaan, pameran atau eksibisi, dan yang lainnya.

Tak lupa, UKM harus memiliki berbagai perijinan dan sertifikasi yang diperlukan, sehingga peluang memperbesar bisnis dapat semakin terbuka lebar.  Tuty yang juga merupakan salah satu member JLC (JNE Loyalty Card), juga menyampaikan, memiliki niat berwirausaha agar memberikan manfaat bagi orang lain dan lingkungan sekitar adalah hal yang penting. Selama ini, Ia berusaha untuk mewujudkan niatnya tersebut melalui nama BDS Snack.

BDS awalnya adalah singkatan dari alamat tempat saya tinggal yaitu perumahan Bukit Damai Sentosa sebagai tempat pertama memulai usaha ini. Namun untuk mengingatkan diri maupun sebagai ruh perusahaan, termasuk untuk para karyawan, maka singkatan BDS diubah menjadi “Berdayakan Daerah Sekitar”.

Produk Tuty juga menjadi salah satu makanan khas asal Balikpapan favorit pelanggan Pesona (Pesanan Oleh-Oleh Nusantara) yang merupakan wadah dan dukungan untuk UKM yang dibuat JNE. Namun dibalik kepopulerannya saat ini, BDS Snack yang didirikan Tuty merupakan hasil dari perjuangan panjang dan juga kegagalan dalam merintis bisnis sebelumnya setelah melakukan proses perjalanan bisnis yang cukup panjang.

Yakin kualitas produknya layak dipasarkan secara luas, Tuty kerap mengikuti dan menjadi juara serta menerima penghargaan dalam program atau event untuk UKM, yang kerap diselenggarakan oleh pihak pemerintah mau pun instansi lainnya. Oleh karena itu, Tuty secara bertahap mengukuhkan produk buatannya dengan meresmikan melalui sertifikasi. Kini kerupuk ikan merek BDS Snack telah mendapatkan sertifikat merek dari Kementerian  Hukum dan HAM RI, sertifikat mutu produk dari Dinas Kesehatan, sertifikat halal dari MUI, dan sebagainya.
(indra)