Gubernur Khofifah Optimistis Program Shopee Barokah Mampu Perkuat Ekosistem Digital Ekonomi Pesantren

55 views
Gubernur Khofifah Optimistis Program Shopee Barokah Mampu Perkuat Ekosistem Digital Ekonomi Pesantren
Gubernur Khofifah Optimistis Program Shopee Barokah Mampu Perkuat Ekosistem Digital Ekonomi Pesantren

hariansurabaya.com | KOTA MALANG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa
terus berupaya mendorong tumbuhnya ekosistem bisnis digital dalam penguatan
ekonomi berbasis pesantren. Salah satunya lewat pemanfaatan program Shopee
Barokah dari Shopee sebagai wadah bagi produk halal yang mendukung potensi industri
Islami di Indonesia.

Fitur program ini akan menjadi penguat bagi produk-produk dari pondok pesantren baik
yang dikembangkan melalui pesantenpreneur, santripreneur, maupun sociopreneur.

“Kita harap Shopee Barokah ini akan nyekrup bersama Himpunan Ekonomi Bisnis Pesantren (Hebitren), Ekosistem Pesantren, Ekonomi Pesantren (Ekotren) maupun One Pesantren One Product (OPOP). Menjadi satu kekuatan kemandirian pesantrennya, kemandirian santrinya, dan kemandirian alumni Pesantrennya,” kata Khofifah saat menyampaikan sambutan pada Pengumuman Pemenang Kompetisi Bisnis Digital Santripreneur Shopee Barokah Jawa Timur di Kampus UMKM Shopee Kota Malang, Jum’at (24/3).

Sebagai informasi, Shopee Barokah pertama diluncurkan pada November 2019 lalu sebagai fitur yang disediakan untuk produk-produk halal berdasarkan sertifikasi dari BPJPH (Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal).

Prinsip Islam dalam fitur Shopee Barokah yakni pembeli dapat menemukan dan membeli produk-produk halal dan bertransaksi sesuai dengan prinsip Islam. Dengan menggunakan akad, diantaranya akad jual beli (ba’i), pinjaman (‘ariyah), wadiah, ju’alah, hadiah.

Shopee Barokah juga menghadirkan instrumen pembayaran zakat, infaq, sedekah, dan
wakaf (ZISWAF) yang memudahkan pengguna khususnya umat Muslim untuk beramal
serta berperan membantu berbagai permasalahan ekonomi dan sosial bersama mitra
yang kredibel.

Khofifah berharap, usai kompetisi bisnis digital yang diselenggarakan Shopee Barokah
ini, tetap ada proses pendampingan bagi para santripreneur. Sehingga tidak hanya
bisnis secara digital, tapi juga ada e-commerce. Bila proses ini sudah dibangun dengan
manajerial skill yang disupport oleh kampus UMKM Shopee, maka akan memberikan
penguatan pada proses digitalisasi dari sistem ekonomi berbasis pesantren.

“Tentunya ini akan menjadi penguatan seluruh basis usaha yang ada di pesantren baik
dilakukan oleh pesantren, santrinya maupun alumninya,” katanya.

UPT Pelatihan bersama Kampus Shopee di Malang ini, lanjut Khofifah, sudah dua tahun
berdiri. Disini, para pengusaha muda diajarkan mulai cara memotret, mempacking dan
melakukan penjualan secara online.

“Allhamdulillah UPT Pelatihan ini sudah dua tahun berjalan dan telah banyak
memberikan pelatihan. Di Kampus Shopee ini para pengusaha muda diajarkan
bagaimana caranya memotret, mempacking dan melakukan penjualan secara live
streaming. Mereka diharapkan menjadi top marketer,” terangnya.

Menurutnya, para santripreneur ini merupakan pengusaha-pengusaha yang Insyaallah
sukses di dalam menguatkan Nahdlatut Tujjar. Jadi sebelum Nahdlatul Ulama berdiri
sebetulnya sudah diawali Nahdlatut Tujjar, atau bangkitnya para pedagang.

“Saya termasuk paling sering diskusi soal Nahdlatut Tujjar. Jadi membangkitkan
ekonomi di lingkungan pesantren secara institusional dalam sebuah ekosistem ada
pesantrenpreneur, ada santripreneuer, dan ada sociopreneur. Sociopreneur ini bukan hanya lingkaran di luar pesantren tapi juga alumni pesantren. Ini yang jaringannya borderless, tidak ada batasnya jaringan alumni pesantren ini,” imbuh Khofifah.

Lebih lanjut, Khofifah mengatakan bahwa Eco Trend OPOP di Jatim terus berkembang
dengan menggandeng Perguruan Tinggi. Karenanya, pada tahun 2024 mendatang,
target melahirkan 1.000 item produk UMKM tetapi pada Februari 2023 telah tembus
1024 produk. Semangat dan kreativitas untuk melahirkan produk baru sungguh luar
biasa. Selanjutnya saya berharap agar produk mereka terverifikasi serta bisa masuk
dan dipasarkan di katalog Shopee atau digital marketing lainnya.

“Kami berharap ada penguatan manajerial skill dari Eco Trend OPOP bersama tim dari
Shopee sehingga nantinya 1.000 item produk dari para santripreneur bisa masuk dan
terakomodir di katalog Shopee atau digital marketing lainnya ,” harapnya.

Pentingnya digitalisasi bagi para pelaku UMKM ini, kata Khofifah, sejalan dengan
prediksi yang dikatakan oleh Jack Ma, Founder Alibaba dalam sebuah forum ekonomi
dunia atau World Economic Forum. Jack Ma mengatakan bahwa di tahun 2030 bisnis
UMKM dunia akan menjadi tulang punggung ekonomi dunia.

Kemudian tahun 2030, 99% perdagangan UMKM di dunia akan dilakukan secara online.
Serta, di tahun 2030 UMKM dunia 85% itu akan melakukan perdagangan melalui e-
commerce.

“Kompetisi bisnis digital bagi ekonomi di pesantren ini sesungguhnya membangunkan
pengetahuan dan persiapan kita yang oleh Jack Ma katanya 99% UMKM dunia di tahun
2030 akan melakukan proses perdagangan secara online. Jadi masa depan UMKM ini
secara global itu luar biasa,” pungkasnya.

Sementara itu, Direktur Shopee Barokah Bukhori Muslim mengatakan melalui program
Shopee Barokah ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan santri dalam bisnis
digital. Apalagi didukung dengan banyaknya santri dari berbagai ponpes di Jatim yang
memiliki berbagai produk kreatif.

“Shopee Barokah ini kita punya kanal khusus namanya produk santri. Seluruh produk
dari para santri pesantren yang kita punya bisa disinergikan dengan program Pemprov
Jatim yakni OPOP. Sehingga bisa lebih luas jangkauannya. Pasarnya tidak hanya di
pesantren di Indonesia tapi juga luar negeri,” katanya.

“Nanti kalau ikut program ekspor impor misalnya shopee dibuka di Korea Singapore, Filipina, itu bahasanya berubah. Apalagi kemarin kita sudah membuka pelatihan yang diikuti 1.000 santri dan mereka bisa berjualan di Shopee Barokah. Dan produk-produknya juga kreatif. Ini luar biasa sekali,” tambahnya.

Dalam kesempatan ini, Gubernur Khofifah turut menyerahkan penghargaan bagi para
pemenang dalam kompetisi digital ini. Beberapa pemenang dalam Kompetisi Digital
Shopee Barokah ini diantaranya Juara 1 diraih Toko santri Ahwarumi Fashion asal
Pondok Pesantren Sunan Drajat, Lamongan. Toko ini menjual aneka fashion muslim
wanita dan pria, yang mendapat yang mendapat hadiah Umrah serta modal usaha
sebesar Rp15 juta.

Juara 2 diraih Toko santri ZOSE asal Pondok Modern Sumber Daya At-Taqwa, Kabupaten Nganjuk. Toko ini menjual produk minuman herbal untuk kesehatan dalam kemasan, mendapatkan hadiah modal usaha sebesar Rp. 15 juta.

Juara 3 diraih Toko santri Faqih 1995 asal Pondok Pesantren Tebuireng, Kabupaten Jombang, menjual shampo dari kandungan alami ekstrak lidah buaya, mendapatkan
modal usaha Rp. 10 juta.(ac)