Emil Dardak : Tidak ada perbedaan warna zona Covid 19

88 views
Emil Dardak : Tidak ada perbedaan warna zona Covid 19

hariansurabaya.com | Surabaya – Emil Dardak : Tidak ada perbedaan warna zona Covid 19

Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, mengatakan Pemprov Jatim tidak membeda-bedakan warna zona dalam penerapan protokol kesehatan. Hal ini disampaikannya saat live radio Elshinta dengan tema, ‘Apa Kabar COVID-19 Jawa Timur?

“Kami cenderung tidak membeda-bedakan zona merah, kuning, orange, karena posisi warna zona nya bisa berubah,” ungkap Emil Dardak pada Senin (10/8/2020).

Jika ada yang tidak ada yang memakai masker, maka mereka harus ditegur.

“Tapi berani gak kita menegur yang tidak pakai masker ? Atau menolak berinteraksi dengan orang yang tidak pakai masker,” jelas Suami Arumi bachsin ini.

Menurutnya, masyarakat harus tetap waspada meski sudah tak ada PSBB. “Kita harus senantiasa waspada, jangan mudah berpuas diri, Tanpa terkecuali kita harus betul-betul menerapkan kewaspadaan yang tinggi.”

Karena itulah sebagai landasan hukumnya, DPRD Jatim bersama Pemprov Jatim telah mengesahkan perubahan Perda Jatim No 1 tahun 2019 yang mengatur tentang Penyelenggaraan Ketenteraman, Ketertiban Umum, dan Pelindungan Masyarakat.

“Diluar Perda itu sendiri kita harus berani menegur ketika ada yang tidak menerapkan protokol kesehatan, dengan begitu akan semakin tebal kesadaran dan kekuatan masyarakat kita dalam menerapkan protokol kesehatan dimanapun,” imbuhnya.

“Kita menyadari bahwa kita tidak memiliki banyak pilihan selain melanjutkan sendi-sendi penghidupan masyarakat, bukan berarti ekonomi yang nomor 1, tetap dilakukan dengan kehati-hatian atau yang sering dikenal dengan istilah adaptasi kebiasaan baru,” ungkap Emil.

Dia lalu mengajak selurug elemen masyarakat untuk mentaati protokol kesehatan saat pandemik. Mari bersama-sama untuk meningkatkan tren kesembuhan pasien positif COVID-19.

“Tren kesembuhan di Jatim sudah membaik. Angka penyebaran COVID-19 kita tidak menunjukkan lonjakan eksponensial dan secara perlahan pulihkan ekonomi masyarakat melalui adaptasi kebiasaan baru,” tambah Emil. (ist)