hariansurabaya.com | SURABAYA – Sobat Granostic, tahukah Anda jika hampir setiap orang yang tidak divaksin dan aktif secara seksual akan tertular HPV di suatu waktu dalam hidup mereka? Menurut data dari Centers for Disease Control and Prevention (CDC) menyatakan bahwa sebanyak 13 juta penduduk Amerika, termasuk remaja, telah terinfeksi HPV setiap tahunnya.
Human Papillomavirus (HPV) merupakan jenis virus yang dapat ditularkan dari kulit ke kulit lewat hubungan seksual, oral, maupun anal. Jika seseorang memiliki daya tahan tubuh yang kuat, virus ini dapat dilawan dan dibersihkan dari tubuh tanpa pengobatan khusus, setidaknya dalam 1–2 tahun setelah terinfeksi. Namun, tak sedikit juga infeksi HPV yang tidak hilang. Bahkan bisa berkembang dan memunculkan lesi prakanker dan menyebabkan kanker.
Inilah mengapa vaksinasi HPV menjadi begitu penting. Bahkan pemerintah Indonesia pun menganjurkan vaksinasi dimulai saat anak-anak berada di bangku kelas 5 SD dan diberikan berbagai program vaksinasi gratis yang dapat diakses masyarakat dengan mudah. Namun, sebenarnya apa itu vaksin HPV? Berikut penjelasannya!
Mengenal Vaksin VPV
Vaksin HPV merupakan serangkaian suntikan (imunisasi) yang dapat melindungi penerimanya dari infeksi Human papillomavirus. Pemberian virus ini sangatlah penting mengingat HPV mudah ditularkan lewat hubungan seksual. Menurut Cleveland Clinic, infeksi HPV sangatlah umum terjadi, dengan 80% dari orang yang aktif secara seksual pasti pernah terinfeksi pada satu titik tertentu dalam hidup mereka.
Penggunaan kondom saja tidak begitu efektif untuk mencegah penularan HPV, karena kondom tidak bisa menutupi seluruh area genital dengan sempurna. Karena itu, memberikan perlindungan dari dalam tubuh Anda dengan menciptakan antibodi yang kuat untuk melawan HPV adalah langkah yang sangat direkomendasikan.
Jenis Vaksin HPV:
Mengingat peranannya yang sangat besar untuk mencegah penularan HPV, Anda tentu setuju bahwa vaksin adalah hal penting yang harus dilakukan. Namun, sudahkah Anda menentukan jenis vaksin HPV mana yang akan diambil? Ada tiga jenis vaksin HPV, yakni gardasil 4, gardasil 9, dan Cervarix. Apa bedanya?
- Gardasil 4 (Quadrivalent HPV Vaccine)
Melindungi dari HPV tipe 6, 11 (kutil kelamin), serta 16 dan 18 (kanker serviks).
- Gardasil 9 (Nonavalent HPV Vaccine)
Vaksin HPV Gardasil 9 merupakan jenis vaksin yang memberikan perlindungan paling komprehensif/menyeluruh dari semua vaksin HPV. Gardasil-9 melindungi infeksi HPV yang terkait dengan HPV tipe 31, 33, 45, 52, dan 58.
- Cervarix
Berbeda dengan dua jenis vaksin sebelumnya, vaksin Cervarix hanya melindungi terhadap jenis HPV berisiko tinggi yang terkait dengan kanker, yakni HPV 16 dan 18. Produk ini tidak melindungi Anda dari jenis yang menyebabkan kutil kelamin.
Usia yang Dianjurkan untuk Vaksinasi:
- Ideal: 9–14 tahun (2 dosis).
- Usia 15–26 tahun: Tetap dianjurkan jika belum divaksin (3 dosis).
- Usia 27–45 tahun: Bisa dipertimbangkan dengan konsultasi dokter.
Manfaat Vaksin HPV:
- Mencegah kanker serviks yang 90% kasusnya disebabkan oleh HPV.
- Mencegah kutil kelamin akibat HPV tipe 6 dan 11.
- Mengurangi risiko kanker anus, tenggorokan, dan genital.
Efek Samping Umum:
- Nyeri dan kemerahan di tempat suntikan.
- Demam ringan, sakit kepala, atau kelelahan.
- Mual dan nyeri otot (sementara).
- Reaksi alergi (jarang terjadi).
Keamanan Vaksin HPV:
Vaksin HPV telah terbukti aman dalam banyak penelitian. Efek samping yang terjadi pun cukup umum, seperti nyeri dan kemerahan di tempat suntikan. Hingga menyebabkan sakit kepala, nyeri otot, atau demam. Keamanan vaksin HPV ini akan semakin terjamin ketika Anda melakukan vaksinasi di klinik dan penyedia layanan kesehatan terpercaya, seperti klinik Granostic.
Selain itu, klinik Granostic juga menyediakan paket vaksinasi HPV sesuai dengan kebutuhan Anda dan dapat diakses lewat call center. Selain itu, Anda juga bisa menjadwalkan layanan home care untuk vaksinasi HPV di rumah aja.
Yuk, lindungi keluarga, orang tersayang, dan diri Anda dengan vaksinasi HPV lengkap di klinik Granostic!
(ist)














