hariansurabaya.com | SURABAYA – Perhelatan Festival Ekonomi Syariah (FESYAR) Jawa 2025 resmi dibuka pagi ini (12/09/25) dengan berlokasi di Masjid Agung Surabaya. Dengan tema “Sinergi Ekonomi dan Keuangan Syariah, Memperkuat Stabilitas dan Transformasi Ekonomi Regional”, yang berlangsung dari 12 sampai 14 September 2024.
Hadir sebagai undangan antara lain Gubernur Jawa Timur – Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Jawa Timur – Emil Elestianto Dardak, Anggota Komisi XI DPR RI, Sekda Propinsi Jawa Timur – Adhy Karyono dan beberapa tamu undangan dari berbagai instansi. Acara dibuka dengan memberikan santunan kepada anak-anak Yatim Piatu diiringi lantunan hadrah dan syahrur.
Pada sambutan pertama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Propinsi Jawa Timur- Ibrahim menyampaikan bahwa konsep acara yang diselenggarakan tahun ini memang tidak berbeda jauh dengan tahun-tahun sebelumnya. Tetapi tentu saja ada penguatan yang terus dilakukan. Ini berkat konsistensi, inovasi dan sinergi dari Bank Indonesia dan para pihak yang luar biasa khususnya di Jawa Timur dan di Jawa pada umumnya.
“Ekosistem yang ada terus meningkat baik itu dari sisi demand maupun supply nya. Dari demand artinya dari masyarakat, dari pelaku usaha baik itu dari pebisnis maupun pembiayaan. Dari supply-nya juga kita dorong terkait dengan pembiayaan syariah.” jelas Ibrahim.
Tambah Ibrahim, “Sehingga pilar-pilar inilah yang kita jabarkan baik itu yang terkait dari program dari kantor pusat kemudian kita implementasikan di berbagai daerah di Indonesia.”
3 pilar pengembangan ekonomi dan keuangan syariah antara lain Pilar I adalah Penguatan Ekosistem Produk Halal. Sedangkan Pilar II adalah Penguatan Keuangan Syariah. Sedangkan Pilar III adalah Penguatan Literasi, Inklusi, dan Halal Lifestyle.
Sedangkan Gubernur Jawa Timur – Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, “Segala hal yang berlabel syariah, pastikan mereka punya basic akademik yang juga berbasis syariah. Jadi misal Islamic Finance, berapa prodi-prodi di perguruan tinggi yang bisa memberikan referensi keilmuan Islamic Finance. Rasanya perlu ditambah, dikuatkan dan sebagainya. Tentu bukan hanya tugas BI, beberapa perguruan tinggi juga.”
“Tentu kita berharap pelaksanaan Fesyar 2025 ini akan menjadi bagian dari pendorong dan penyemangat, kalau Gerbang Santri “Dari Jawa Untuk Dunia” pungkas Khofifah.
Prosesi Opening Ceremony Fesyar 2025 kali ini dengan ditandai memasukkan kunci sebagai sebagai simbol kunci keberhasilan membuka peluang di masa depan,membuat dan menumbuhkembangkan ekonomi syariah di tanah Jawa untuk Indonesia.
Fesyar Jawa ini adalah merupakan wadah sinergi antara pemerintah, kemudian pelaku industri, akademisi, komunitas dan juga masyarakat luas dalam mengembangkan ekosistem ekonomi serta keuangan syariah ditingkat regional. Fesyar Jawa diharapkan mampu mendorong penguatan stabilitas ekonomi, memperluas inklusi keuangan syariah, serta menciptakan inovasi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Terlebih saat ini, kita dihadapkan dalam masalah tantangan jaman yang semakin luar biasa.
Dan tidak itu saja, Festival ini menjadi sarana untuk meningkatkan literasi dan edukasi publik mengenai produk, layanan serta potensi ekonomi syariah yang berkelanjutan. Dan pada akhirnya Fesyar Jawa ini dapat memperkokoh kontribusi ekonomi syariah terhadap pembangunan nasional sekaligus mempercepat transformasi di ekonomi regional yang mandiri, berdaya saing dan berkeadilan. (acs)














