BI Optimis Di Tahun 2026 Ekonomi Jawa Timur Akan Meroket Ke Angka 57 Persen

6 views
Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otonitas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provnsi Jawa Timur (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur berkolaborasi dengan Kantor Otonitas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur, Kantor LPS Jawa Timur dan Kementerian Keuangan di Provnsi Jawa Timur menyelenggarakan Media Briefing dengan tema “Sinergi dan Kolaborasi Melanjutkan Transformasi dan Menjaga Stabilitas Ekonomi Jawa Timur untuk Mewujudkan Indonesia Tangguh dan Mandiri”.

Media Briefing yang diselenggarakan pada tanggal 9 Februari 2026 tersebut bertepatan juga dengan peringatan Hari Pers Nasional 2026 mengusung tema yang sejalan yakni “Pers Sehat, Ekonomi Berdaulat, Bangsa Kuat”.

Dalam kesempatan tersebut, pimpinan 4 (empat) lembaga memberikan ucapan selamat kepada 65 Jurnahs Media di Jawa Timur yang hadir sekaligus menyampaikan harapan agar media dapat terus menjadi mitra pemerintah dalam menyebarkan informasi akurat, meningkatkan literasi ekonomi, serta turut mengedepankan pemberitaan yang berimbang dan mendukung persepsi positif publik sehingga berdampak pada stabilitas ekonomi.

Media Briefng dibuka oleh Kepala Perwakilan Bank Indonesta Provinsi Jawa Timur dilanjutkan dengan paparan materi oleh masing-masing Kementerian dan Lembaga.

Dalam paparannya, Ibrahim, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menjelaskan peran penting ekonomi Jawa Timur secara nasional maupun di pulau Jawa dan secara keseluruhan pada tahun 2025 Jawa Timur mencatat tumbuh 5, 3326 (yoy), lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2024 yang tercatat sebesar 4,9396 (yoy).

Dari sisi permintaan, membarknya kinerja ekonomi Jawa Timur ditopang oleh konsumsi rumah tangga, kinerja investasi, dan aktmtas ekspor.

Sementara di sisi penawaran, akselerasi kinerja terjadi pada Lapangan Usaha (LU) industri pengolahan, LU Pertanian, serta LU Akomodasi Makan dan Minuman.

Selain itu, kuatnya pertumbuhan ekonomi Jawa Timur didukung oleh terkendalinya inflasi pada Januari 2026 sebesar 3,2996 (yoy), yang masih terjaga dalam sasaran 2,519b6. Inflasi yang terkendali tersebut sejalan dengan kuatnya sinergi dan inovasi program TPID yang dirumuskan dalam kerangka pengendalian mêlasi 2025.

Kinerja ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan tetap terjaga baik, pada kisaran 4,9 — 5,726 (yoy) ditopang oleh tetap kuatnya konsumsi rumah tangga, investasi, dan terjaganya permintaan eksternal,

Sejalan dengan capalan kinerja ekonomi Jawa Timur pada tahun 2025, Direktur Pengawasan Perllaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen dan Layanan Manajemen Strategis, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Horas V. M. Tarhoran juga menyampaikan bahwa per Desember 2025, kinerja perbankan nasional masih menunjukkan total penyaluran kredit sebesar Rp625,66 trilun atau tumbuh sebesar 1,9026 (yoy) dan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar Rp817,59 trillun atau tumbuh 3,50926 (yoy).

Stabihtas perbankan juga terjaga tercermin dari rasio NPL yang terjaga baik di level 3,3796 dan CAR yang kuat sebesar 31,3896. Ketahanan perbankan terhadap risiko likuditas terjaga sebagamana tercermin dari AUDPK sebesar 26, 7426 dan AUNCD sebesar 119,3196, diatas tresshold.

Dalam kesempatan ini, Horas V. M. Tarihoran juga menyampaikan bahwa sohdnya kinerja perbankan selama 2025 juga sejalan dengan capaian positif kinerja pasar modal, asuransi dan penjaminan, dana pensiun, serta Perusahaan modal ventura, Lembaga keuangan mikro dan Lembaga jasa keuangan lainnya (PVML).

Sejalan dengan pernyataan Ibrahim, Kepala Kantor Perwakilan Kementerian Keuangan Jawa Timur, Saiful Islam menyampaikan bahwa sampai dengan Desember 2025 belanja APBN di Jawa Timur tumbuh kuat ditopang oleh Transfer Ke Daerah (TKD) sebesar 0,7496.

Pertumbuhan realisasi belanja APBN sebagai Shock Absorber, dilakukan melalui Program Pemeriksaan Kesehatan Gratis, Program Makan Bergizi Gratis, Sekolah Rakyat, Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih, peningkatan bidang konektwitas dan kesejahteraan. Kuatnya kinerja belanja sejalan dengan terjaganya realisasi pendapatan pajak, kepabeanan dan cukai, serta PNBP yang meningkat diatas target yang ditetapkan sampai dengan Desember 2025.

Pada kesempatan yang sama, Kepala LPS || Provnsi Jawa Timur, Bambang 5. Hidayat, menyampaikan bahwa LPS memastikan SSK dan kinerja ekonomi nasional tetap terjaga melalui program penjamman simpanan yang kredibel dan resolusi bank yang efektif. LPS menjamin penuh lebih dari 665 juta rekening simpanan nasabah di Bank Umum dan 15,7 juta rekening di BPR/BPRS atau mencakup 99,9796 dari total rekening,

Kuatnya perekonomian Jawa Timur pada 2025 dan terjaganya stabilitas sistem keuangan menjadi fondasi bagi ketahanan ekonomi dan keuangan yang berlanjut pada keseluruhan tahun 2026.

“Dengan memperhatikan tantangan dan peluang yang ada, prospek ekonomi Jawa Timur 2026 diprakirakan akan terjaga baik, dengan inflasi yang tetap terkendali pada rentang sasaran nasional 2,541967”, ucap Ibrahim-Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur.

Ke depan, Bl, OJK, Kementerian Keuangan, dan LPS || Jawa Timur menegaskan komitmennya dalam menjaga stabilitas dan mendorong ekonomi Jawa Timur.

Melalui penguatan sinergi, inovasi, dan transformasi kebijakan yang pro-growth, keempat lembaga optimis dapat berkontribusi sigmifikan dalam menjaga stabilitas, menavigasi tantangan, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Jawa Timur yang berkelanjutan, untuk Indonesia tangguh dan mandiri. (acs)