Perluas Jangkauan Qris, Bank Indonesia Targetkan 17 Milliar Pengguna di 8 Negara

Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia - Willy Togi saat mempresentasikan materi (dokpri)

hariansurabaya.com | BANDUNG – Ekonom Senior Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia – Willy Togi menjelaskan bahwa QRIS Tap sudah lazim digunakan, bahkan di negara-negara maju masyarakatnya terbiasa melakukan transaksi model Tap.

Hal itu disampaikan pada kesempatan menjadi pembicara di Capacity Building Media BI Jawa Timur 2026 di Bandung, Sabtu (14/2/202) bersama awak media Jawa Timur.

Sejak diluncurkan pada 2019 dengan 1,6 juta pengguna, kini jumlahnya melonjak menjadi sekitar 43 juta pengguna pada 2025 dengan total transaksi mencapai 15,51 miliar.

Sedangkan Bank Indonesia sendiri menargetkan jumlah transaksi QRIS mencapai 17 miliar, yang bisa digunakan di 8 negara, dengan 45 juta merchant pada 2026 ini.

“Target tersebut  sesuai dengan tema QRIS tahun ini yakni Kemerdekaan 17-8-45. 17 miliar transaksi, hadir di 8 negara dan 45 juta merchant. ” ujar Willy.

Tambahnya, bahwa pertumbuhan QRIS selama enam tahun terakhir menjadi indikator kuat transformasi sistem pembayaran nasional. Dan ini bukan hanya soal teknologi, tetapi soal perubahan perilaku ekonomi masyarakat.

Willy juga menegaskan bahwa keberhasilan sistem pembayaran digital sangat bergantung pada tingkat kepercayaan masyarakat.

Karena itu peran media dinilai strategis dalam membangun narasi edukasi dan positif terkait penggunaan QRIS, termasuk pengembangan QRIS antarnegara.

“QRIS hari ini bukan sekadar alat bayar. Ini simbol kedaulatan sistem pembayaran Indonesia yang inovatif, inklusif, dan berdaya saing global,” tegasnya. (acs)