
hariansurabaya.com | SURABAYA – Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur kembali menggelar Java Coffee & Flavors Fest (JCFF) 2026 untuk kelima kalinya. Kali ini dilangsungkan di Alun-Alun Surabaya mulai Jumat 17 Juli 2026 hingga Minggu 19 Juli 2026.
Rifki Ismal selaku Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa perekonomian Jawa Timur tetap menunjukkan kinerja yang positif meski penyelenggaraan JCFF 2026 dilakukan di tengah kondisi ekonomi global yang masih diliputi ketidakpastian akibat konflik geopolitik.
Menurut Rifki, komoditas tersebut memiliki potensi menjadi penopang pertumbuhan ekonomi nasional di masa depan. Karena itu, JCFF tidak hanya menjadi ajang promosi produk, tetapi juga wadah memperkuat kapasitas dan daya saing pelaku UMKM.
“Salah satu faktor yang menopang pertumbuhan tersebut adalah sektor riil, terutama komoditas unggulan Jawa Timur seperti kopi, teh, kakao, dan rempah-rempah yang memiliki potensi besar di pasar domestik maupun internasional.” ujar Rifki.
Tambah Rifki, “Pertumbuhan ekonomi Indonesia pada semester I 2026 masih sangat baik, sementara ekonomi Pulau Jawa tumbuh sekitar 5,79 persen. Dan Jawa Timur bahkan mencapai sekitar 5,96 persen. Lebih tinggi dibandingkan rata-rata nasional. Kondisi ini menunjukkan ekonomi Jawa Timur masih sangat prospektif,”
Sebanyak lebih dari 50 UMKM binaan Bank Indonesia dan mitra terlibat aktif. Dimana sebagian telah sukses menembus pasar ekspor ke negara seperti Jerman dan Malaysia. Potensi perluasan pasar luar negeri juga terbuka lebar seiring hadirnya calon pembeli potensial internasional dari Nigeria dan China dalam sesi negosiasi bisnis.
Selain itu, Bank Indonesia menargetkan penyelenggaraan JCFF 2026 mampu melampaui capaian tahun sebelumnya yang berhasil menarik sekitar 130 ribu pengunjung dengan total transaksi mencapai Rp107 miliar selama tiga hari pelaksanaan.
Sementara itu Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menyambut baik penyelenggaraan JCFF 2026 yang dilaksanakan di Alun-Alun Surabaya.
Menurutnya, festival tersebut bukan sekadar ajang pamer produk kopi, teh, cokelat, dan rempah-rempah. Tetapi juga menjadi ruang yang mempertemukan pelaku usaha, investor, akademisi, hingga komunitas dalam satu ekosistem pengembangan industri.
“Semoga JFCC dapat terus diselenggarakan setiap tahun di Surabaya sebagai wadah promosi produk unggulan daerah sekaligus memperluas jejaring bisnis para pelaku UMKM.” pungkasnya. (acs)











