hariansurabaya.com | SURABAYA – Bank Indonesia (BI) resmi menutup rangkaian 5th Java Coffee & Flavors Festival (JCFF) 2026 yang telah berlangsung selama tiga hari di Alun-Alun Surabaya.
Mengusung tema “From Local Flavor to Global Horizon”, ajang tahunan ini kembali menjadi wadah kolaborasi antara pemerintah, pelaku UMKM, perbankan, akademisi, komunitas, media, hingga pelaku usaha dalam memperkuat daya saing komoditas unggulan Indonesia di pasar global.
Dalam sambutannya, Ibrahim selaku Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung penyelenggaraan JCFF 2026.
Ia menegaskan bahwa berakhirnya festival bukanlah akhir dari perjuangan, melainkan awal untuk terus mengembangkan ekosistem UMKM dan industri kopi, teh, kakao, serta rempah-rempah Indonesia.
“Hari ini yang berakhir hanyalah seremoni. Semangat untuk membangun UMKM, memperkuat ekonomi daerah, dan membawa produk-produk terbaik Indonesia ke pasar dunia harus terus berlanjut,” ujarnya.
Ia mengibaratkan proses membangun ekonomi seperti menyeduh secangkir kopi berkualitas yang memerlukan proses panjang, kesabaran, ketelitian, dan kerja sama banyak pihak.
“Keberhasilan ekonomi tidak lahir dengan sendirinya. Dibutuhkan sinergi antara petani, UMKM, pemerintah, perbankan, akademisi, media, komunitas, hingga masyarakat sebagai penikmat produk lokal,” katanya.
Menurutnya, perjalanan JCFF sejak pertama kali digelar pada 2022 menunjukkan perkembangan yang sangat positif. Awalnya festival hanya berfokus pada kopi melalui konsep Java Coffee Culture, kemudian berkembang dengan menghadirkan teh, kakao, cokelat, serta berbagai komoditas rempah unggulan Jawa.
“Yang tumbuh bukan hanya acaranya, tetapi juga ekosistemnya yang semakin kuat, semakin luas, dan semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” jelasnya.
Selama tiga hari pelaksanaan, JCFF menghadirkan berbagai agenda mulai dari business matching pembiayaan bersama perbankan yang tergabung dalam BMPD, workshop, talkshow, edukasi sensory mapping, strategi pemasaran kopi, home brewing, inovasi pengolahan teh dan rempah, hingga berbagai kompetisi seperti Latte Art Competition, AeroPress Championship, Cupping Test, Flavor Innovation Challenge, dan Stand Up Comedy.
Sementara itu, Deputi Gubernur Bank Indonesia Filianingsih Hendarta yang hadir sekaligus menutup resmi JCFF 2026 menyampaikan bahwa festival ini telah berkembang menjadi salah satu ajang penting dalam membangun ekosistem komoditas unggulan Indonesia.
Menurutnya, sejak pertama kali diselenggarakan pada 2022, JCFF memiliki tiga tujuan utama, yakni memperkenalkan nilai, sejarah, dan filosofi kopi, rempah, serta kakao Indonesia, mendorong pengembangan industri kopi nasional, dan membangun ekosistem yang memberikan nilai tambah ekonomi bagi UMKM.
“Melalui tema From Local Flavor to Global Horizon, JCFF menegaskan komitmen untuk membawa cita rasa lokal Indonesia menuju pasar global,” ujar Filianingsih.
Ia menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Jawa Timur, Pemerintah Kota Surabaya, OJK, LPS, industri perbankan, pelaku usaha, komunitas, serta seluruh stakeholder yang telah berkolaborasi menyukseskan penyelenggaraan JCFF selama lima tahun terakhir.
Filianingsih menjelaskan bahwa Pulau Jawa memiliki potensi besar sebagai sentra produksi kopi, kakao, teh, dan rempah-rempah yang menjadi kekuatan agroindustri nasional. Menurutnya, komoditas tersebut masih memiliki ruang yang sangat besar untuk meningkatkan nilai tambah melalui hilirisasi.
Pada sektor kopi, peningkatan kualitas green bean menjadi fokus utama. Sementara pada sektor teh diperlukan peningkatan kualitas bahan baku serta diversifikasi produk. Untuk kakao diarahkan pada pengembangan produk hilir bernilai tinggi, sedangkan sektor rempah didorong menghasilkan berbagai produk olahan seperti ekstrak, jamu, minyak atsiri, hingga bumbu siap saji.
“Yang tidak kalah penting adalah membangun ekosistem yang mampu menciptakan nilai tambah melalui hilirisasi, penguatan kapasitas UMKM, perluasan akses pembiayaan, perluasan pasar termasuk pasar internasional, serta penguatan rantai pasok,” tegasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Filianingsih juga menyoroti perkembangan digitalisasi sistem pembayaran nasional melalui Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) yang terus memperluas konektivitas lintas negara.
Ia menjelaskan bahwa saat ini QRIS Cross Border telah terhubung dengan Thailand, Malaysia, Singapura, Jepang, Korea Selatan, dan Tiongkok. Masyarakat Indonesia yang bepergian ke negara-negara tersebut cukup menggunakan telepon genggam untuk melakukan pembayaran tanpa harus menukarkan uang ke valuta asing.
“Sekarang cukup membawa handphone yang memiliki saldo, lalu melakukan scan QRIS di negara-negara tersebut,” ujarnya.
Bank Indonesia juga tengah mempercepat pembahasan kerja sama dengan bank sentral India serta Saudi Monetary Authority agar layanan QRIS Cross Border dapat segera diperluas ke kedua negara tersebut.
Melalui penyelenggaraan JCFF 2026, Bank Indonesia berharap ekosistem kopi, teh, kakao, dan rempah Indonesia semakin kuat, mampu meningkatkan kesejahteraan petani dan UMKM, serta membawa produk lokal Indonesia semakin dikenal dan berdaya saing di pasar internasional. (acs)













