
hariansurabaya.com | JAKARTA – BEM National Conference 2026 merupakan program kerja Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga yang menjadi wadah bagi mahasiswa untuk mempelajari secara langsung bagaimana hukum diterapkan di berbagai lembaga negara, institusi peradilan, hingga kantor hukum profesional di Indonesia.
Mengusung tema “Exploring the Pillars of Justice: Shaping the Perspectives of Future Jurists”, kegiatan ini mengajak mahasiswa menelusuri pilar-pilar penegakan hukum nasional melalui kunjungan ke berbagai instansi strategis.
“BEM National Conference 2026 bertujuan untuk meningkatkan kompetensi soft skills mahasiswa, khususnya dalam aspek komunikasi profesional, kepemimpinan, kerja sama tim, manajemen waktu, dan etika kerja, sekaligus memberikan pengalaman pembelajaran berbasis praktik yang relevan dengan kebutuhan profesi hukum.” jelas Adit Sukisno Putra selaku Ketua BEM Universitas Airlangga Surabaya.
Tambah Adit, “Selain itu, kegiatan ini juga mendorong mahasiswa untuk menghasilkan karya ilmiah hukum berupa paper yang dipresentasikan dan dipublikasikan sebagai bentuk kontribusi akademik dalam mengkaji berbagai isu hukum aktual di tingkat nasional.”
Rangkaian BEM National Conference 2026 yang diselenggarakan pada tanggal 11 hingga 15 Juli ini melibatkan mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga dan para pakar ahli di setiap Instansi.
Dalam kegiatan ini, mahasiswa berkesempatan untuk mengunjungi berbagai institusi strategis, seperti Kejaksaan Agung RI, Mabes Polri, DPR RI Komisi XIII, Kementerian Keuangan RI, Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan, Mahkamah Konstitusi, Arthur Law Firm, dan Assegaf Hamzah and Partners Law Firm.
“Mahasiswa tidak hanya melakukan kunjungan akademik melainkan juga berkesempatan untuk terlibat langsung dalam sesi diskusi bersama para ahli di bidang masing-masing. Melalui sesi diskusi tersebut, mahasiswa memperoleh pemahaman mengenai mekanisme kerja masing-masing institusi, tantangan penegakan hukum di Indonesia, serta kompetensi yang diperlukan untuk berkaries di dunia hukum.” papar Adit.
Khusus dalam kunjungan ke Otoritas Jasa Keuangan, mahasiswa dengan paper terbaik memperoleh kesempatan untuk mempresentasikan langsung hasil penelitiannya di hadapan pihak OJK.
Melalui sesi tersebut, mahasiswa juga berkesempatan memperoleh masukan serta perspektif dari praktisi yang berkecimpung di bidang jasa keuangan, sehingga dapat memperkaya pemahaman terhadap isu hukum yang diangkat.
Hal ini tentunya menambah semangat serta memberikan pengalam yang berharga bagi para mahasiswa. Para mahasiswa yang mengikuti rangkaian kegiatan ini memperoleh berbagai manfaat dan pengalaman yang bernilai bagi pengembangan akademik maupun profesional, salah satunya yakni beasiswa pendidikan yang diberikan langsung oleh Ketua Umum Perhimpunan Advokat Indonesia Profesional (PERADI PROFESIONAL), Prof. Dr. Harris Arthur Hedar, S.H., M.H.
Beasiswa tersebut meliputi pembebasan biaya Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA), Ujian Profesi Advokat, hingga proses pengangkatan dan pengambilan sumpah advokat. Selain memperoleh wawasan melalui kunjungan ke berbagai institusi hukum dan pemerintahan, mahasiswa juga mendapatkan peluang yang dapat mendukung perjalanan karier mereka di masa depan.
Melalui rangkaian kegiatan BEM National Conference 2026, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga memperoleh pengalaman belajar yang tidak hanya memperkaya pengetahuan mengenai praktik hukum di berbagai institusi strategis, tetapi juga mengasah kemampuan berpikir kritis, komunikasi, kepemimpinan, dan profesionalisme.
Pengalaman tersebut diharapkan menjadi bekal yang berharga dalam menjalani proses perkuliahan maupun mempersiapkan karier di bidang hukum.
“Dengan demikian, BEM National Conference 2026 menjadi salah satu wujud komitmen Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Airlangga dalam menciptakan ruang pembelajaran yang relevan, aplikatif, dan mampu mencetak calon-calon praktisi hukum yang kompeten serta berintegritas.” pungkas Adit. (ist)













