OJK : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jatim Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Ekonomi dan Peningkatan Risiko Global

OJK : Stabilitas Sektor Jasa Keuangan Jatim Tetap Stabil Di Tengah Dinamika Ekonomi dan Peningkatan Risiko Global (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat bahwa kinerja sektor jasa keuangan di Provinsi Jawa Timur hingga awal tahun 2026 tetap terjaga dan menunjukkan resiliensi di tengah meningkatnya dinamika perekonomian.

Stabilitas sektor jasa keuangan tersebut tetap berperan penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi daerah, meskipun dihadapkan pada tekanan inflasi yang meningkat pada awal tahun 2026.

Di sisi makroekonomi, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Timur, perkembangan inflasi menunjukkan adanya peningkatan tekanan pada awal tahun 2026. Inflasi Jawa Timur pada Februari 2026 tercatat sebesar 4,88 persen (year on year/yoy), meningkat signifikan dibandingkan inflasi akhir tahun 2025 yang masih berada pada kisaran 2,93 persen (yoy).

Peningkatan tersebut dipengaruhi oleh kenaikan harga komoditas pangan strategis, tarif energi, serta komoditas nonpangan seperti emas perhiasan.

Namun demikian, pada Maret 2026 inflasi Jawa Timur tercatat mulai melandai menjadi sebesar 3,79 persen (yoy), meskipun masih berada di atas titik tengah sasaran inflasi nasional sebesar 2,5 ± 1 persen.

Secara bulanan, inflasi Maret 2026 tetap terjadi seiring meningkatnya permintaan masyarakat selama periode Ramadan, khususnya pada kelompok makanan, minuman, dan transportasi.

Tekanan inflasi pada awal tahun 2026 terutama bersumber dari komoditas pangan bergejolak (volatile food), seperti cabai dan daging, serta komponen administered prices dan komoditas dengan bobot besar seperti emas.

Selain itu, peningkatan mobilitas masyarakat menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional turut mendorong inflasi pada kelompok transportasi.

Di tengah kondisi tersebut, sektor jasa keuangan di Jawa Timur tetap mampu menjalankan fungsi intermediasi secara optimal dalam mendukung aktivitas ekonomi masyarakat dan dunia usaha.

Hal ini menjadi penting mengingat meningkatnya tekanan inflasi pada awal tahun 2026 yang berpotensi memengaruhi daya beli masyarakat dan stabilitas ekonomi secara umum.

Dengan demikian, kinerja sektor jasa keuangan Jawa Timur pada awal tahun 2026 menunjukkan kondisi yang tetap kuat dan adaptif, serta diharapkan terus mendukung stabilitas sistem keuangan dan pertumbuhan ekonomi daerah secara berkelanjutan di tengah tantangan eksternal maupun domestik.

Kegiatan Literasi dan Inklusi Keuangan

Sinergi antara OJK di Provinsi Jawa Timur dengan berbagai pihak dalam mendukung akselerasi literasi dan inklusi keuangan, terutama dengan para pihak yang tergabung pada 38 (tiga puluh delapan) Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah (TPAKD) tingkat Kabupaten/Kota dan 1 (satu) TPAKD Tingkat Provinsi, selama 2025 s.d. Triwulan-I 2026 berhasil melaksanakan 865 kegiatan edukasi keuangan yang menjangkau 532.301 peserta dari berbagai elemen masyarakat, diantaranya meliputi pelajar, mahasiswa, pelaku UMKM, petani, nelayan, dan perempuan.

Dalam rangka meningkatkan literasi dan inklusi keuangan secara masif dan merata di seluruh Indonesia, OJK bersama Dewan Nasional Keuangan Inklusif (DNKI) pada tanggal 22 Agustus 2024 menginisiasi Gerakan Nasional Cerdas Keuangan (GENCARKAN) dengan tema “Masyarakat Cerdas Keuangan Menuju Indonesia Emas 2045” sebagai upaya bagi seluruh pemangku kepentingan untuk mengorkestrasi gerakan secara nasional guna meningkatkan literasi dan inklusi keuangan dalam mendukung pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat di Indonesia.

Program GENCARKAN dilaksanakan melalui program Literasi dan Inklusi oleh Pelaku Usaha Jasa Keuangan (PUJK) termasuk kantor cabang/jaringan kantor PUJK di seluruh wilayah Indonesia, dengan realisasi di Jawa Timur dari Agustus 2024 s.d. Desember 2025 sebanyak 4.170 kegiatan GENCARKAN yang menjangkau 1.027.960 peserta.

Dalam rangka meningkatkan indeks literasi dan inklusi keuangan serta menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1447 Hijriah, OJK melanjutkan program Gebyar Ramadan Keuangan Syariah (GERAK Syariah) di Tahun 2026 dengan rangkaian kegiatan “KURMA” (Kompetisi Keuangan Syariah di Bulan Ramadan) yang melombakan Kultum, Reels, Hadrah, dan Weekly Quiz, serta “KOLAK” (Kajian dan Obrolan seputar Keuangan Syariah) yang meliputi School of Syariah, Webinar, Podcast, dan Talkhsow.

OJK se-Jawa Timur turut meramaikan program ini dengan menyelenggarakan 71 kegiatan literasi dan inklusi yang melibatkan 182 ribu partisipan. Sinergi program GERAK Syariah dengan program GENCARKAN juga terlaksana dalam 21 kegiatan yang dengan peserta sebanyak 11.236 orang di Jawa Timur. (acs)