Gandeng Mabes TNI, Bupati Andi Rudi Latif Gelar Pasukan Skala Besar Antisipasi Karhutla 2026, Tanah Bumbu Siaga

Gandeng Mabes TNI, Bupati Andi Rudi Latif Gelar Pasukan Skala Besar Antisipasi Karhutla 2026, Tanah Bumbu Siaga (foto : ist)

hariansurabaya.com | BATULICIN — Menghadapi ancaman musim kemarau ekstrem yang mulai melanda sebagian besar wilayah Indonesia, Pemerintah Kabupaten Tanah Bumbu bergerak cepat mengambil langkah taktis. Bersama Markas Besar Tentara Nasional Indonesia (Mabes TNI), Pemkab Tanah Bumbu menggelar apel kesiapsiagaan berskala besar di Lapangan Apel Pemda pada Kamis (10/9/2026) pagi.

Apel Gelar Pasukan Satuan Tugas (Satgas) Penguatan Penanggulangan Bencana Alam (Gulbencal) Tahun 2026 ini difokuskan penuh pada strategi pencegahan dan penanganan dini Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla).

Bupati Tanah Bumbu, Andi Rudi Latif, A.Md.T., S.H., M.M., yang bertindak langsung sebagai Pembina Apel, menegaskan bahwa kesiapan personel dan ketersediaan alat utama sistem persenjataan (alutsista) mitigasi bencana adalah harga mati.

“Saat ini hampir seluruh wilayah Indonesia, termasuk Kabupaten Tanah Bumbu, sudah memasuki musim kemarau. Kita tidak boleh lengah. Seluruh kekuatan, baik personel maupun peralatan taktis, harus dalam kondisi ready to fight untuk menanggulangi Karhutla di wilayah kita,” ujar Bupati Andi Rudi Latif dalam amanatnya.

Sinergi Pusat-Daerah dan Implementasi OMSP

Pantauan di lapangan menunjukkan soliditas luar biasa dari unsur gabungan yang terdiri dari TNI, POLRI, BPBD, Basarnas, serta Tim Reaksi Cepat (TRC). Selain ribuan personel yang berbaris rapi, deretan peralatan taktis mutakhir penanggulangan bencana juga dipamerkan dalam kondisi siap operasional tinggi.

Langkah cepat penanggulangan bencana di Bumi Bersujud ini juga mendapat pengawalan langsung dari pimpinan tertinggi militer. Delegasi strategis Mabes TNI turut hadir memantau jalannya apel, di antaranya Kaunit Kermabaktikes Puskes TNI Kolonel Laut (K) Dr. dr. Hisnindarsyah, Pabutb Was Afrika & Timteng Sahli Bid Hubint Panglima TNI Kolonel Arh Hany Mahmudhi, dan Pasipropat Setum Secapaad Kapten Inf Pery Supendi.

Perwakilan Tim Mabes TNI menjelaskan bahwa mobilisasi personel dari pusat ke daerah ini merupakan manifestasi nyata dari tugas negara. Berdasarkan regulasi Operasi Militer Selain Perang (OMSP), TNI wajib berada di garis depan bersama pemerintah daerah untuk mengatasi kondisi kedaruratan seperti bencana Karhutla.

Apalagi, penanganan Karhutla di Pulau Kalimantan merupakan salah satu atensi besar yang dipantau langsung oleh Presiden Republik Indonesia. Momentum apel penguatan ini sekaligus menjadi bahan referensi dan evaluasi resmi yang akan dilaporkan ke markas pusat, membuktikan bahwa Kabupaten Tanah Bumbu telah berada dalam status siaga total dan siap menghadapi segala potensi bencana demi kenyamanan serta keselamatan masyarakat. (HSD/Sahlan/Kodim1022) (ist)