hariansurabaya.com | SURABAYA – Merek minuman isotonik produksi WINGS Food, ISOPLUS, menggelar Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 bertempat di area Balai Kota Surabaya. Dengan kategori lari yang lebih lengkap, yaitu Full Marathon (42,195K), Half Marathon (21K), 10K, 5K, dan Kids Dash, acara ini menarik keikutsertaan peserta sebanyak hampir 11.000 peserta dari Surabaya, luar kota Surabaya, hingga mancanegara. Dampak ekonomi dan pariwisata yang dibawa oleh 39% pelari luar Surabaya tahun ini juga membuktikan bahwa daya tarik event ini sukses menjangkau pelari dari berbagai wilayah.
Keunikan ISOPLUS Run Series adalah menghadirkan konsep ‘Complete Running Experience’ yang mengakomodasi kebutuhan seluruh kategori pelari, mulai dari beginner hingga profesional. Komitmen ini diwujudkan melalui program pendampingan komprehensif 21 Weeks Training yang dapat diakses melalui akun Instagram @isoplus7ion.
Tak sekadar memberikan menu latihan fisik yang terstruktur, program ini membekali peserta dengan edukasi nutrisi mendalam mengenai panduan porsi serta menu santapan harian menjelang race day, yang dipadukan dengan strategi hidrasi terukur demi menjaga kebugaran dan stabilitas tubuh.
“ISOPLUS menyediakan edukasi nutrisi dan hidrasi yang optimal. Untuk memperkecil risiko cedera dan menekankan pengalaman lari yang menyenangkan, ISOPLUS tidak hanya hadir mendampingi peserta saat perlombaan, tetapi melangkah bersama para pelari sejak awal masa persiapan melalui edukasi fisik, nutrisi, dan kecukupan cairan yang menyeluruh. Kami menggandeng professional running coach serta sports nutritionist yang bersedia menyediakan edukasi yang dapat diaplikasikan baik untuk persiapan race maupun gaya hidup sehari-hari” ujar Joshua Gunawan, selaku Head of Ready to Drink Beverages WINGS Food.
Demi kenyamanan dan keselamatan peserta, pihak penyelenggara Surabaya ISOPLUS Marathon selalu menginformasikan pemantauan cuaca race day berbasis Wet Bulb Global Temperature (WBGT). Informasi ini kerap disampaikan melalui media sosial dan update di lapangan. Di lapangan, informasi cuaca ditunjukkan melalui weather flag di area race central agar dapat dipantau pelari sepanjang perlombaan.
Pada saat flag off kategori Marathon pukul 04.00, kondisi cuaca sangat baik bersuhu 26,1°C dengan kelembapan tinggi mencapai 86,6%, tetapi pada saat flag off Half Marathon pukul 04.30, suhu turun ke 23,1°C. Pada flag off kategori 10K pukul 05.00 dan 5K pukul 05.20 suhu stabil di 23,1°C.
“Kecepatan angin rata-rata 5 km/jam dan kelembapan antara 70-84%, dan kualitas udara ada di antara 95-103, tetapi menuju siang turun menjadi 73, itu bagus banget. Tetapi alam punya catatan sendiri untuk kita, pada pukul 08.25, WBGT menunjukkan suhu antara mulai pukul 08.00 di 33-36 derajat C, apabila kita merujuk pada peraturan World Athletic, 33 derajat lomba lari harus dihentikan. Tetapi karena kita berada di iklim tropis kita terbiasa untuk lari di cuaca panas. Kita tunggu beberapa waktu, tetapi kurang dari 10 menit, suhu melonjak ke 42-44 derajat celcius bahkan sampai ke 48 derajat celcius. Sehingga saya berkoordinasi dengan Running Doctors, dan Koordinator Medis, untuk keselamatan semuanya maka lomba kami hentikan.” ujar Safrita Aryana selaku Race Director ISOPLUS Run Series 2026.
Lanjut Safrita, “Kami melakukan tindakan evakuasi untuk para pelari, tetapi apabila ingin melanjutkan perjalanan silahkan berjalan kaki (tidak lari), fasilitas water station tetap kita sediakan. Mereka tetap tiba di garis finish sebagai finisher, mendapatkan medali dan jaket finisher, karena bukan kesalahan pelari tapi kondisi yang tidak memungkinkan,”
Antusiasme masyarakat terhadap perhelatan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 mencatatkan peningkatan signifikan dengan hadirnya hampir 11.000 pelari, melonjak dari sekitar 9.000 peserta pada tahun 2025. Komposisi demografi peserta tahun ini mencakup 61,35% laki-laki dan 38,65% perempuan, dengan sebaran domisili 61,11% berasal dari Surabaya serta 38,89% pelari dari luar kota. Tingginya partisipasi lintas daerah ini terbukti menjadi stimulus kuat bagi perekonomian Kota Pahlawan.

Total Dampak Output Ekonomi Capai Rp 74,78 Miliar
Hasil kajian Lembaga Penelitian Ekonomi dan Pembangunan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (LPEP FEB) Universitas Airlangga menunjukkan bahwa perhelatan Surabaya ISOPLUS Marathon 2026 sukses menciptakan perputaran aktivitas kegiatan ekonomi yang menembus angka Rp74,78 Miliar di Kota Pahlawan. Nilai tersebut lahir dari pengeluaran peserta maupun panitia, yang mencakup akomodasi, transportasi, konsumsi, dan operasional, sebagai penggerak awal yang kemudian meluas secara masif melalui keterkaitan antarsektor dan rantai pasok barang maupun jasa lokal.
“Selain perputaran aktivitas kegiatan ekonomi, kajian LPEP FEB Universitas Airlangga juga mengestimasi kontribusi terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kota Surabaya sebesar Rp 41,47 Miliar. Nilai tersebut merepresentasikan pembentukan nilai tambah ekonomi melalui aktivitas produksi dan kompensasi tenaga kerja. Hal ini menunjukkan bahwa penyelenggaraan olahraga berskala besar berpotensi menciptakan nilai ekonomi baru yang berkontribusi terhadap perekonomian daerah,” ujar Atik Purmiyati, Kepala Bidang Penelitian dan Pengabdian Masyarakat LPEP FEB Universitas Airlangga.
Menyambut dampak positif ini, Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi, mengungkapkan apresiasinya terhadap Surabaya ISOPLUS Marathon, “Matur nuwun kali ini diadakan kembali Surabaya ISOPLUS Marathon 2026. Ini membuktikan bahwa Surabaya menjadi salah satu kota pilihan untuk lari marathon di Indonesia. Dampaknya sangat luar biasa perputaran ekonominya, ini adalah salah satu marathon yang ada di Surabaya, yang menimbulkan efek ekonomi dengan menaikkan PAD kota Surabaya. Perputaran ekonomi yang dihasilkan dari acara ini sangat berdampak nyata, tidak hanya menghidupkan sektor transportasi dan perhotelan, tetapi juga membawa berkah dan transaksi lanjutan bagi para pelaku UMKM lokal, sehingga kami sangat mengapresiasi ISOPLUS atas sinergi yang memajukan masyarakat Surabaya ini. Semoga tahun depan lebih baik lagi, mungkin tidak hanya 1 hari tetapi 2 hari seperti yang terjadi di kota lain,” ujar Eri Cahyadi.
Tidak langsung beranjak pulang setelah berlari, race village dirancang supaya keseruannya membuat para pelari betah menghabiskan waktu bersama kerabat dan keluarga. Dari penampilan musik dan booth sponsor, para pelari menikmati berbagai aktivitas menarik dan menyantap makanan dan minuman yang tersedia di race dengan suasana festival-like ini.
Sejumlah pelari berhasil menunjukkan performa terbaiknya dan menjadi yang tercepat di masing-masing kategori. Pada kategori umum Full Maraton Putera, Imanuel Hutasoit tampil sebagai juara pertama dengan catatan waktu 2:34:19 sementara pada kategori Full Marathon Putri diraih Inarotul Carifah dengan waktu 3:34:19. Pada kategori Half Marathon Putra, Ibnu Sidik menjadi juara pertama dengan catatan waktu 1:11:39, sementara pada kategori Half Marathon Puteri diraih oleh Nefriana Ariance D dengan catatan waktu 1:25:09.
Pada kategori umum 10K Putera, Luqmanul Hakim tampil sebagai juara pertama dengan catatan waktu 33:28, sementara pada kategori 10K Putri diraih Marhaendrassiwi dengan waktu 40:30. Pada kategori 5K Putra, Dafid Sandi Eka P menjadi juara pertama dengan catatan waktu 17:44, sementara pada kategori 5K Puteri diraih oleh Novia Nirwani dengan catatan waktu 19:26. (ist)














