Anis Matta : Partai Gelora Optimis dan Siap Menghadapi Pemilu 2029

hariansurabaya.com | SURABAYA – Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia menggelar konsolidasi tingkat Jawa Timur sekaligus Bimbingan Teknis (Bimtek) rekrutmen anggota dan verifikasi partai politik (verpol) di Surabaya, Sabtu (7/11/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari langkah strategis Partai Gelora dalam mempersiapkan diri menghadapi Pemilihan Umum (Pemilu) 2029. Konsolidasi ini melibatkan jajaran pengurus Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) dan Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Gelora se-Jawa Timur.

Ketua Umum Partai Gelora Indonesia, Muhammad Anis Matta, mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan rangkaian konsolidasi yang bertujuan memperkuat kesiapan partai dalam menghadapi kontestasi politik mendatang.

Menurutnya, Pemilu 2029 akan menjadi pemilu kedua yang diikuti Partai Gelora sejak berdiri. Meskipun hasil pada pemilu sebelumnya belum sesuai dengan harapan, pihaknya optimistis dapat meraih hasil yang lebih baik pada 2029.

“Pada pemilu yang lalu, hasilnya memang belum seperti yang kita inginkan, tetapi juga tidak jelek. Karena itu, sekarang kita bekerja lebih keras untuk mencapai target yang lebih besar lagi,” ujar Anis Matta saat konferensi pers bersama awak media.

Dalam kesempatan tersebut, Anis Matta juga menyampaikan tiga agenda penting yang akan diperjuangkan Partai Gelora dalam pembahasan regulasi Pemilu mendatang.

Pertama, mendorong penghapusan ambang batas parlemen atau parliamentary threshold menjadi nol persen. Menurutnya, kebijakan tersebut perlu dikaji agar tidak membatasi keterwakilan politik masyarakat melalui partai politik.

Kedua, menyederhanakan proses administrasi kepemiluan, termasuk verifikasi administrasi dan faktual bagi partai politik yang sebelumnya telah mengikuti pemilu.

Anis menilai, pengulangan proses administrasi yang tidak diperlukan berpotensi menghabiskan energi, waktu, dan biaya partai politik. Padahal, anggaran tersebut seharusnya dapat lebih difokuskan untuk kegiatan kampanye dan pendidikan politik kepada masyarakat.

“Partai politik seharusnya bisa lebih banyak memfokuskan pengeluaran finansialnya pada proses kampanye, bukan justru habis untuk urusan administrasi yang sebenarnya tidak terlalu diperlukan,” tegasnya.

Ketiga, Partai Gelora mendorong adanya mekanisme yang lebih efektif untuk mengontrol, mendeteksi, serta mencegah praktik politik uang (money politics) yang selama ini dinilai merusak kualitas demokrasi dan hasil pemilu.

Anis menegaskan, ketiga agenda tersebut akan menjadi bagian dari sikap dan perjuangan Partai Gelora dalam proses penyusunan undang-undang pemilu mendatang.

Sementara itu, Ketua DPW Partai Gelora Jawa Timur, Misbahul Munir, menjelaskan bahwa konsolidasi tersebut difokuskan pada persiapan menghadapi tahapan pendaftaran partai politik calon peserta Pemilu 2029.

Ia menyebutkan, berdasarkan ketentuan undang-undang yang berlaku, tahapan pendaftaran partai politik calon peserta pemilu diperkirakan dimulai pada Juli 2027. Dengan demikian, waktu persiapan yang tersedia relatif singkat.

“Walaupun Pemilu 2029 masih cukup lama, tetapi kalau mengacu pada tahapan yang ada, pendaftaran partai politik akan dimulai Juli 2027. Artinya, waktu yang kita miliki tinggal sekitar tujuh hingga delapan bulan,” jelas Misbahul Munir.

Sebagai partai yang telah mengikuti pemilu sebelumnya, Partai Gelora kini mulai mengonsolidasikan seluruh kekuatan organisasi untuk memastikan kelengkapan persyaratan pendaftaran, mulai dari struktur kepengurusan, keanggotaan, hingga sarana dan prasarana pendukung.

Untuk mendukung persiapan tersebut, DPP Partai Gelora telah membentuk dua gugus tugas atau desk khusus.

Pertama, Desk Verifikasi Partai Politik yang bertugas memastikan seluruh kelengkapan struktur kepengurusan partai di tingkat wilayah hingga daerah dapat dipenuhi sesuai ketentuan.

Kedua, Desk Rekrutmen Anggota yang dipimpin Triwi Saksana. Gugus tugas ini bertanggung jawab memastikan jumlah anggota yang akan didaftarkan memenuhi persyaratan serta memiliki data yang lengkap dan valid.

Selain dua desk tersebut, DPP Partai Gelora juga telah membentuk Desk Pemenangan Pemilu sebagai bagian dari persiapan menghadapi kontestasi politik 2029.

“Jadi ada tiga gugus tugas yang sedang kita siapkan, yakni desk verifikasi partai politik, desk rekrutmen anggota, dan desk pemenangan pemilu. Saat ini kami melakukan konsolidasi ke seluruh provinsi dan nantinya juga ke seluruh kabupaten/kota untuk memastikan kesiapan organisasi,” ungkapnya.

Fokus Rekrutmen Generasi Z dan Perempuan

Dalam konsolidasi tersebut, Partai Gelora juga memberikan perhatian khusus terhadap rekrutmen anggota dari kalangan generasi muda dan perempuan.

Perwakilan Desk Rekrutmen Anggota, Sani, menjelaskan bahwa pihaknya memfokuskan rekrutmen pada dua segmen utama, yakni generasi muda, khususnya Generasi Z berusia di bawah 30 tahun, serta kelompok perempuan.

Menurutnya, generasi muda saat ini menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian masa depan, terutama akibat dinamika ekonomi nasional maupun global.

Karena itu, Partai Gelora berupaya menawarkan pendekatan yang mampu membangun optimisme generasi muda dalam menghadapi perubahan politik dan ekonomi.

Salah satu strategi yang disiapkan adalah membentuk organisasi sayap yang melibatkan anak-anak muda, khususnya Generasi Z.

Melalui wadah tersebut, Partai Gelora berharap dapat membangun komunikasi politik menggunakan bahasa, pendekatan, kegiatan, serta media yang lebih dekat dengan karakter generasi muda.

“Harapannya, dengan pendekatan yang sesuai dengan dunia mereka, Partai Gelora bisa lebih mudah masuk dan diterima di kalangan generasi muda,” jelasnya.

Selain generasi muda, segmen perempuan juga menjadi perhatian dalam proses rekrutmen. Hal tersebut berkaitan dengan ketentuan keterwakilan perempuan minimal 30 persen dalam pencalonan anggota legislatif.

Untuk itu, Partai Gelora juga merencanakan pembentukan organisasi sayap perempuan sebagai wadah untuk memperkuat peran dan keterlibatan perempuan dalam politik.

Sani berharap, melalui strategi rekrutmen tersebut, Partai Gelora dapat memperkuat basis keanggotaan sekaligus menyiapkan kader-kader potensial untuk menghadapi Pemilu 2029.

Misbahul Munir menambahkan, konsolidasi organisasi sebenarnya telah dilakukan secara intensif selama setahun terakhir melalui berbagai program internal maupun eksternal.

Program tersebut meliputi ideologisasi, kaderisasi, peningkatan kapasitas kader, serta penguatan struktur organisasi di tingkat DPW dan DPD.

“Setelah melakukan penguatan internal organisasi, sekarang kita mulai menatap persiapan yang lebih besar, yakni memastikan kesiapan verifikasi partai politik, memperluas rekrutmen anggota, sekaligus mempersiapkan diri untuk memenangkan Pemilu 2029,” pungkasnya.

Melalui konsolidasi se-Jawa Timur ini, Partai Gelora berharap seluruh jajaran pengurus di tingkat provinsi hingga kabupaten/kota memiliki kesiapan organisasi yang semakin solid dalam menghadapi tahapan Pemilu 2029. (acs)