PIGP BEI Surabaya Salurkan CSR Pendidikan ke SD Kurang Layak

567 views

SURABAYA – Pusat Informasi Go Public Bursa Efek Indonesia (PIGP BEI) Surabaya menyalurkan corporate social responsibility (CSR) ke-2 sekolah dasar (SD) di Surabaya. Yakni SD Margorukun dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) Darussalam Pagesangan.

Kepala Perwakilan Pusat Informasi Go Public (PIGP) BEI Surabaya, Dewi Sriana Rohantyasni menjelaskan, bantuan yang diberikan berupa pemberian buku, alat tulis dan tas sekolah sebagai sarana penunjang kegiatan belajar.  Penyerahan simbolis bantuan dilakukan Dewi Sriana dan Perwakilan Pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Sekolah yang menjadi tujuan bantuan pendidikan ini telah diseleksi beberapa kriteria, antara lain murid di sekolah dari kalangan menengah ke bawah. Sarana prasana sekolah yang belum layak dan tidak pernah terlibat dalam kegiatan yang mencoreng dunia pendidikan (seperti perkelahian antar pelajar),” jelasnya, Rabu (5/9).

Bantuan itu, lanjut Sriana, atas dasar kesadaran tinggi membantu penyediaan sarana dan prasarana pendidikan di Indonesia. Kegiatan CSR ini kerjasama antara PT Bursa Efek Indonesia (BEI), PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dibawah koordinasi OJK.

“Penyelenggaraan CSR Pendidikan ini untuk memperingati 41 tahun diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia yang serentak dilakukan 5 September 2018 di 5 PIGP dan 24 Kantor Perwakilan (KP) BEI,” jelas Sriana.

Sebagai informasi, 10 Agustus 1977 menjadi awal yang bersejarah bagi Pasar Modal Indonesia. Setelah diaktifkan kembali oleh Pemerintah RI 41 tahun silam, Pasar Modal Indonesia mulai berkarya dalam menghadapi tantangan di era ekonomi digital saat ini.

Untuk menandainya, tema yang diusung, yaitu ‘Menuju Pasar Modal Modern di Era Ekonomi Digital’. Perayaan HUT Pasar Modal ke-41, Jumat (10/8), ditandai dengan Pembukaan Perdagangan Bursa oleh Ketua Dewan Komisioner dan Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Self-Regulatory Organization (SRO), dan pelaku pasar modal lainnya.

Perkembangan teknologi terkini yang kian pesat, memicu pertumbuhan Pasar Modal Indonesia agar dapat mendukung kebutuhan pasar yang ada. Sebagai salah satu pilar pendukung perekonomian nasional, SRO turut berpartisipasi dalam menyokong infrastruktur di bidang digital dan teknologi melalui perkembangan dan pemutakhiran sistem di 2018.

Masing-masing SRO menerapkan generasi terbaru sistem utama masing-masing, yaitu BEI dengan JATS Next-G, KPEI dengan Enhancement Architecture e-CLEARS (EAE) dan KSEI dengan The Central Depository and Book Entry Settlement System Next Generation (C-BEST Next-G).

Penerapan teknologi tersebut dapat menjadi nilai tambah positif dalam peran ekonomi digital yang dijadikan prioritas Pemerintah RI. Melalui koordinasi dan pengawasan dari OJK, BEI bersama dengan KPEI dan KSEI, Pasar Modal Indonesia diharapkan akan semakin efisien dari sisi sistem penunjang perdagangan efek yang terkini.

Ke depannya, Pasar Modal Indonesia juga akan menjawab tantangan di era ekonomi digital saat ini dengan mengembangkan produk pasar modal yang lebih modern, semakin matang untuk bersaing baik dalam segi literasi Pasar Modal, menciptakan produk yang inovatif dan berkembang, maupun dalam menjalin kerja sama antar pemangku kepentingan (stakeholders), serta menerapkan tata kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance).

Dari sisi nilai kapitalisasi, Pasar Modal Indonesia telah tumbuh sebanyak 2.52 juta kali, yakni pada 1977 nilai kapitalisasi Pasar Modal Indonesia sebesar Rp 2,73 miliar dan per 8 Agustus 2018, telah mencapai Rp 6.870,7 triliun.

Sementara itu, pada periode yang sama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) tumbuh 6.119% dari 98 poin pada 1977 menjadi 6.094.83 pada 8 Agustus 2018.

Serangkaian kegiatan disusun dalam memperingati HUT Pasar Modal ke-41 bertujuan untuk meningkatkan awareness dan mengenang kembali tonggak sejarah diaktifkannya kembali Pasar Modal Indonesia. Menjadi sarana untuk mengkomunikasikan pencapaian dan peranan penting Pasar Modal Indonesia dalam perekonomian nasional. Serta menjalin hubungan baik antar sesama pelaku pasar modal, media, dan masyarakat pada umumnya.

Beberapa kegiatan digelar yang diawali Pembukaan Perdagangan dan Konferensi Pers, Turnamen Olahraga (internal OJK dan SRO), Kompetisi Nasional Pasar Modal (antar mahasiswa/pelajar), Donor Darah, Bantuan Pendidikan ke sekolah-sekolah di 28 provinsi di Indonesia, serta penyerahan bantuan kepada para korban bencana di Lombok, NTB yang dilanda gempa.

Juga diadakan Capital Market Fun Walk and Run yang diikuti 2.000 peserta dari OJK, SRO, Anak Perusahaan SRO, Asosiasi Pasar Modal, Perusahaan Efek, Bank Kustodian, dan pelaku pasar lainnya, Investor Summit 2018 di 8 kota besar di Indonesia, Ajang Pencarian Bakat, Media Gathering, serta Kompetisi Penulisan dan Fotografi Jurnalistik untuk wartawan pasar modal. (try)