Say I Love You, Kisah Inspiratif Siswa Sekolah Selamat Pagi Indonesia

575 views

SURABAYA – Film yang diangkat dari kisah nyata para siswa di sekolah Selamat Pagi Indonesia (SPI) segera hadir di layar bioskop Tanah Air. Berjudul ‘Say, I Love You’, film ini direncanakan rilis pada 2019 mendatang.

Budi Yulianto, CEO Multi Buana Group sekaligus Eksekutif Produser film ‘Say, I Love You’, berkisah bagaimana asal mula lahirnya film ini. Ia mengungkapkan jika sudah terlanjur cinta pada sekolah yang berlokasi di kota Batu, Jawa Timur, tersebut.

“Waktu itu saya pernah berkunjung ke Kampoeng Kidz, Learning Center yang dikelola langsung oleh siswa SMA Selamat Pagi Indonesia, dan melihat bagaimana siswa-siswa tersebut bisa bersikap profesional meski masih SMA. Berawal dari kunjungan itu, saya pun bertekad akan membuatkan film tentang kisah para siswa ini,” jelas Budi, saat press conference film ‘Say, I Love You’, di Surabaya, akhir pekan kemarin.

Pembuatan film ini, kata dia, diakui memiliki banyak kendala. Bahkan judul film ini pun juga mengalami beberapa kali perubahan.

“Dulu pernah ‘Selamat Pagi Indonesia’, ‘Cinta Tanpa Syarat’, ‘Di Bawah Tiang Bendera’, dan akhirnya ‘Say I Love U’ yang saya sepakati,” imbuhnya.

Untuk menghasilkan cerita yang kuat, dua penulis pun dikolaborasikan, Alim Sudio sebagai penulis senior yang sarat pengalaman dan Endik Koeswoyo yang memahami dunia remaja kekinian. Syuting berlangsung selama 16 hari mulai 8 September 2018 di SMA SPI serta lokasi-lokasi menarik sekitar Malang dan Batu.

“Perjuangannya cukup panjang, mulai dari riset karakter, penentuan cerita, pencarian pemain yang tepat hingga penentuan tim produksi membutuhkan waktu hampir 4 tahun.” ungkap Endik.

Menurut Endik, ‘Say, I Love You’ memakai judul berbahasa Inggris agar kekinian dan mengena di hati, karena film ini membidik penonton terutama usia 13-24 tahun yang merupakan generasi milenial.

Sementara itu Brandon Chia, Chairman dan CEO High-Desert lntemational (HDI), mengapresiasi film tersebut. Ia mengatakan, para siswa SMA SPI bisa menjadi inspirasi khususnya bagi anak muda. Ia salut dan bangga terhadap kemauan mereka yang kuat untuk terus belajar dan meningkatkan kemampuan agar menjadi orang yang sukses.

Ia berharap akan ada sekolah-sekolah seperti SPI di daerah-daerah lain yang peduli pada anak-anak tak mampu, karena kondisi demikian banyak terjadi di berbagai daerah.

Disutradarai oleh Faozan Rizal, film ini melibatkan banyak pemain di antaranya Verdi Solaiman (Ko Jul), Dinda Hauw (Sheren), Nadira Octova (Olfa), Amy Namira (Yuni), Shenina Cinnamon (Dilla), Teuku Ryzki (Ridwan), Ashilla Zahrantiara (Yohana), Matthew Marcellino (Tanto), Rachel Amanda (Sayydah), Shania Aryanto (Vira), Ibnu Rahim (Rustam), Yosie Kristanto (Wayan), Alvaro Maldini Siregar (Robet), Meriza Febriani (Bu Risna), Teuku Rifnu Wikana (Pak Ahyat) dan Fuad Idris (Pak Suharsono). Juga menampilkan bintang senior Olga Lidya sebagai Yenni istri Ko Jul dan Butet Kertarejasa sebagai Pak Didik.

Film ‘Say, I Love You’ berkisah tentang sekolah gratis SMA SPI terancam ditutup. Kekacauan sering terjadi. Robet, biang keonaran, merasa bahwa sekolah tidak memberikan harapan masa depan. Para siswa tak memiliki rasa percaya diri, karena mereka kebanyakan adalah anak yatim piatu. Ia memanfaatkan Ridwan dan teman-temannya untuk mengacau. Ulah mereka membuat para guru tak nyaman. Reputasi sekolah memburuk. Sheren dan Sayydah berupaya membantu Ko Jul, pengelola sekolah, memperbaiki keadaan. Mereka berhasil meyakinkan Olfa, Yohana, Dilla dan Wayan bahwa sekolah mereka harus punya prestasi yang membanggakan agar jangan sampai ditutup. Kesinisan Robet berubah menjadi rasa cinta terhadap Sheren. Namun sekolah melarang para siswa berpacaran. Jika ketahuan bisa dikeluarkan. (rur)