
hariansurabaya.com | SURABAYA – Universitas Airlangga (UNAIR) kembali menorehkan prestasi gemilang di kancah internasional. Tahun ini, UNAIR berhasil meraih Bintang 5 pada
penilaian Healthy University Rating System (HURS) yang diinisiasi oleh ASEAN University
Network-Health Promotion Network (AUN-HPN).
Penilaian Kampus Sehat se-Asia
Ketua Airlangga Health Promotion Center (AHPC) UNAIR Dr Sri Widati menjelaskan,
HURS merupakan sistem penilaian bagi kampus sehat di Asia. “HURS itu penilaian atau pe-
rating-an kampus sehat se-Asia yang diinisiasi oleh AUN-HPN. Jadi, ada beberapa indikator
penilaian. Mulai dari sistem dan infrastruktur, zero tolerance, kurikulum yang mendukung
kesehatan, hingga program health promotion kampus,” terangnya.
Zero Tolerance Policy, lanjutnya, mencakup tujuh area larangan. Seperti rokok, alkohol,
perjudian, bullying, kekerasan seksual, dan aspek keselamatan lainnya. Selain itu, aspek
infrastruktur menilai apakah gedung kampus sudah ramah difabel, tidak licin, serta memiliki sarana olahraga yang memadai.
“Tahun lalu kita meraih bintang 4, dan tahun ini alhamdulillah UNAIR berhasil naik menjadi bintang 5,” ungkapnya.
Program dan Inovasi Unggulan UNAIR
Sri Widati menegaskan bahwa capaian bintang 5 tidak bisa diraih hanya dari satu aspek
penilaian. “Semua variabelnya harus bagus. Sistemnya, infrastrukturnya, zero tolerance-nya, kurikulumnya, dan health promotion-nya harus tinggi semua,” jelasnya.
UNAIR terus melakukan inovasi, salah satunya pada aspek infrastruktur dengan pemanfaatan panel surya yang kini sudah terpasang di hampir seluruh gedung. Selain itu, program health promotion juga diperluas ke seluruh fakultas di empat kampus UNAIR. Mulai dari Surabaya, Gresik, Lamongan, hingga Banyuwangi.
“Kami turun langsung ke fakultas-fakultas melakukan medical inspection, edukasi gaya
hidup sehat, hingga program Happy and Healthy Lifestyle. Ini semua berdampak signifikan
dalam meningkatkan capaian UNAIR,” tuturnya.
Pada tahun ini, UNAIR juga fokus pada pengembangan program kantin sehat. Berbagai
pelatihan telah dilakukan bagi 85 tenant kantin UNAIR, bekerja sama dengan Kementerian
Kesehatan, Dinas Kesehatan, dan Pusat Halal. Tidak hanya edukasi, UNAIR bersama dinas
kesehatan melakukan uji klinis terhadap produk makanan di kantin untuk memastikan standar kesehatan terpenuhi.
“Kita sidak kantin sehat, kemudian lakukan pelatihan penjamah dan pengelola makanan. Jika ada yang belum sesuai standar, kita evaluasi bersama. Harapannya seluruh kantin UNAIR memenuhi standar sehat,” jelasnya.
Komitmen Mewujudkan Kampus Happy and Healthy
Lebih lanjut, Sri Widati menekankan bahwa capaian Bintang 5 ini merupakan bonus dari
komitmen UNAIR untuk mewujudkan kampus yang sehat dan bahagia. “Bintang 5 itu bonus karena kita mengerjakan hal yang benar dan baik untuk kesejahteraan civitas academica. Tujuan utama kami adalah semua civitas UNAIR benar-benar happy and healthy,” ungkapnya.
Menurutnya, UNAIR tidak pernah menargetkan penghargaan sebagai tujuan utama. “Yang
kita lakukan ini nyata, tulus untuk membuat seluruh sivitas happy and healthy. Dan ternyata ketika kita mengerjakan itu dengan sungguh-sungguh, kita mendapat award internasional berupa Bintang 5. Itu makna besarnya bagi kami,” pungkasnya. (acs)














