hariansurabaya.com | BANDUNG – Bank Indonesia terus memperkuat sinergi dan kolaborasi dengan insan media di Jawa Timur melalui kegiatan Capacity Building yang digelar pagi ini Bandung (13/2/2026).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan akurasi informasi, literasi ekonomi, serta membangun optimisme publik terhadap perekonomian nasional.
Dalam sambutannya, Rifki Ismal – Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jatim menegaskan bahwa peran media sangat strategis dalam membentuk pemahaman masyarakat terhadap isu-isu ekonomi.
“Level pemahaman publik terhadap suatu isu sangat ditentukan oleh bagaimana Bapak-Ibu sekalian menyampaikan informasi. Ketika informasi yang disampaikan informatif, mengedukasi, dan mencerahkan, maka publik pun akan semakin cerdas dalam memahami kondisi ekonomi,” ujar Rifki.
Ia menekankan bahwa sinergi antara lembaga negara dan media menjadi kunci dalam meningkatkan literasi serta edukasi ekonomi masyarakat. Informasi yang akurat dan berimbang diyakini dapat membangun tingkat optimisme publik terhadap kondisi ekonomi Indonesia, baik saat ini maupun ke depan.
Menurutnya, ekonomi Indonesia, sebagaimana negara lain, sangat dipengaruhi oleh dinamika global. Berbagai peristiwa di Timur Tengah, Amerika, Eropa, hingga negara-negara tetangga, termasuk kondisi domestik, memiliki dampak langsung maupun tidak langsung terhadap perekonomian nasional.
“Bagaimana kita mencerahkan publik akan membentuk opini dan optimisme masyarakat terhadap ekonomi Indonesia. Karena itu, sinergi antara kami sebagai lembaga negara dan media harus solid dan erat,” tegasnya.
Dalam kegiatan Capacity Building tersebut, setidaknya terdapat tiga tujuan utama yang ingin dicapai. Pertama, meningkatkan sinergi dan kolaborasi antara Bank Indonesia dan media. Kedua, memperkuat akurasi serta kualitas informasi yang disampaikan kepada masyarakat. Ketiga, membangun opini publik yang positif dan optimistis terhadap ekonomi Indonesia.
Ia juga menambahkan, dalam teori ekonomi, ekspektasi atau harapan publik memiliki pengaruh besar terhadap pergerakan ekonomi. Oleh sebab itu, komunikasi yang tepat, berbasis data, dan edukatif menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas dan kepercayaan masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Bank Indonesia berharap hubungan kemitraan dengan media di Jawa Timur semakin erat, sehingga mampu bersama-sama mendorong literasi ekonomi yang lebih baik serta menjaga optimisme publik di tengah berbagai tantangan global.(ac)












