Wahyu Eka Styawan, S.Psi., M.Sc. : Alumnus Psikologi Universitas Airlangga yang Menjaga Ekologi Nasional

Wahyu Eka Styawan, S.Psi., M.Sc. (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Selama ini, disiplin ilmu psikologi sering kali hanya dikaitkan dengan ranah klinis atau kesehatan mental individu. Namun, Wahyu Eka Styawan, S.Psi., M.Sc. membuktikan bahwa pemahaman mendalam tentang perilaku manusia dapat menjadi senjata dalam memperjuangkan kelestarian lingkungan.

Alumnus Sarjana Fakultas Psikologi Universitas Airlangga ini telah mendedikasikan kariernya di Wahana Lingkungan Hidup Indonesia, menunjukkan bahwa kontribusi lulusan kampus ini mampu menembus batas-batas disiplin ilmu konvensional demi dampak sosial yang lebih luas.

Inovasi Pendidikan Ekologi dan Pemberdayaan Masyarakat

Memasuki dekade 2020, perjalanan karir Wahyu di dunia aktivisme lingkungan mencapai puncaknya. Mengawali dekade ini sebagai Manajer Kampanye wilayah Jawa Timur hingga September 2021, ia kemudian dipercaya mengemban amanah sebagai Direktur Eksekutif Wahana Lingkungan Hidup Indonesia wilayah Jawa Timur. Selama masa jabatannya yang berlangsung hingga akhir 2025, Wahyu menjadi motor penggerak dalam menyuarakan isu-isu ekologi kritis di tingkat daerah maupun nasional.

Salah satu kontribusi Wahyu yang paling berdampak selama beberapa tahun terakhir adalah penguatan pilar pendidikan dalam gerakan lingkungan. Ia aktif menginisiasi dan mengelola berbagai program edukasi seperti Sekolah Lingkungan, Sekolah Ekologi, hingga Kelas Pemuda. Program-program ini dirancang untuk membuka kesempatan bagi masyarakat umum dan mahasiswa agar dapat berkontribusi secara nyata dalam pelestarian alam.

Wahyu meyakini bahwa kekuatan utama gerakan lingkungan terletak pada kesadaran kolektif. Dengan menyasar universitas hingga warga umum, ia berupaya menciptakan agen-agen perubahan baru yang memiliki pemahaman utuh mengenai krisis ekologi. Dampak dari program ini dirasakan langsung oleh komunitas lokal yang kini memiliki kapasitas lebih baik dalam menjaga ruang hidup mereka dari ancaman kerusakan lingkungan.

Psikologi sebagai Alat Analisis Sosial

Dalam menjalankan tugas profesionalnya yang penuh risiko, Wahyu mengakui bahwa latar belakang pendidikan psikologi dari Universitas Airlangga sangat membantunya, terutama dalam aspek komunikasi dan analisis sosial. Menghadapi tantangan keamanan hingga tekanan psikologis di lapangan memerlukan ketangguhan mental yang luar biasa.

“Memang yang berat ini masalah keamanan ya, kita pernah mendapat ancaman saat menghadapi orang yang tidak menyukai kehadiran kita. Selain itu, tekanan pekerjaan dan rasa jenuh bisa menjadi tantangan dari sisi psikologis. Nah, di sini ilmu psikologi sangat berguna, mulai dari membantu komunikasi hingga memetakan untuk analisis sosialnya,” ungkap Wahyu mengenai peran studinya di dunia nyata.

Transformasi Menuju Advokasi Keadilan Perkotaan

Memasuki penghujung tahun 2025, Wahyu melanjutkan langkah strategisnya dengan bergabung di tingkat nasional sebagai Pengampanye Keadilan Perkotaan dan Kebijakan Ruang serta terlibat dalam Divisi Riset Wahana Lingkungan Hidup Indonesia. Fokus terbarunya adalah mendorong terciptanya kota-kota yang berkelanjutan dan berkeadilan melalui mobilisasi akar rumput dan advokasi kebijakan.

Ia berpesan kepada generasi muda untuk mulai menjaga lingkungan dari langkah-langkah sederhana, seperti tidak membuang sampah sembarangan dan menghargai setiap butir nasi yang dikonsumsi karena melibatkan banyak air dalam prosesnya.

Kiprah Wahyu Eka Styawan, S.Psi., M.Sc. menegaskan bahwa Universitas Airlangga tidak hanya menghasilkan lulusan yang kompeten secara akademik, tetapi juga pribadi yang memiliki kepedulian mendalam terhadap keberlangsungan planet ini demi masa depan generasi mendatang. (ist)