Arifah Rasyidayanti : Dari Psikologi UNAIR hingga Memimpin SAIM West, Hadirkan Pendidikan yang Berpihak pada Tumbuh Kembang Anak

Arifah Rasyidayanti : Dari Psikologi UNAIR hingga Memimpin SAIM West, Hadirkan Pendidikan yang Berpihak pada Tumbuh Kembang Anak (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Kepercayaan untuk memimpin sebuah sekolah tentu bukan tanggung jawab yang diberikan kepada sembarang orang. Amanah tersebut kini diemban oleh Arifah Rasyidayanti, M.Psi., Psikolog, alumni Program Sarjana Psikologi Fakultas Psikologi Universitas Airlangga (UNAIR) angkatan 2014 yang kemudian melanjutkan studi Magister Psikologi Profesi di almamater yang sama.

Saat ini, ia menjabat sebagai Kepala Preschool Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) West Surabaya yang berlokasi di Westown View, Jl. Raya Menganti Dukuh Kramat No. 118, Surabaya. Di bawah kepemimpinannya, SAIM West sebagai cabang baru Sekolah Alam Insan Mulia mulai menyelenggarakan pendidikan bagi angkatan pertama peserta didik pada Tahun Ajaran 2026/2027.

Perjalanan profesional Arifah dimulai setelah menyelesaikan pendidikan Sarjana Psikologi pada tahun 2018. Semangat untuk terus mengembangkan kompetensi membawanya melanjutkan studi Magister Psikologi Profesi di Universitas Airlangga pada tahun 2019.

Di tengah proses pendidikan profesi, Arifah tetap aktif mengembangkan pengalaman kerja sebagai Project Officer di Yayasan Hotline Surabaya pada periode 2019–2020. Pengalaman tersebut menjadi bekal awal dalam mengasah kemampuan berkolaborasi, berkomunikasi, dan memberikan layanan kepada masyarakat.

Kepeduliannya terhadap isu kesehatan mental tidak berhenti di ruang akademik maupun dunia kerja. Pada tahun 2020, Arifah bersama seorang rekan mendirikan @realation.id, sebuah media edukasi yang berfokus pada kesehatan mental dan hubungan interpersonal yang sehat.

Melalui berbagai konten edukatif, webinar, dan podcast yang aktif hingga tahun 2024, platform tersebut menjadi salah satu ruang berbagi informasi sekaligus upaya meningkatkan literasi kesehatan mental, khususnya bagi generasi muda.

Arifah Rasyidayanti, M.Psi. dalam satu acara (foto : ist)

Setelah menyelesaikan pendidikan profesinya, Arifah bergabung dengan Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM) sebagai Psikolog Sekolah. Dalam perannya, ia memberikan layanan konseling, asesmen, serta pendampingan kepada peserta didik yang menghadapi berbagai tantangan perkembangan maupun kesehatan mental.

Bersama guru dan orang tua, ia melakukan identifikasi dini terhadap berbagai kebutuhan peserta didik, termasuk dugaan gejala depresi dan permasalahan emosional lainnya, sehingga setiap anak dapat memperoleh penanganan yang sesuai.

Pengalaman profesional yang dimilikinya mengantarkan Arifah dipercaya memimpin Preschool SAIM West, sebuah unit pendidikan baru yang menjadi bagian dari pengembangan Sekolah Alam Insan Mulia di Surabaya Barat.

Bersama tim, ia berperan dalam mempersiapkan penyelenggaraan sekolah sejak angkatan pertama peserta didik Tahun Ajaran 2026/2027, mulai dari mengawal implementasi kurikulum Pearson Edexcel dengan pendekatan bilingual, menyusun sistem pembelajaran, membangun budaya sekolah, hingga memastikan kesiapan operasional sekolah agar mampu menghadirkan pengalaman belajar yang berkualitas bagi setiap peserta didik.

Kontribusi Arifah tidak hanya dirasakan oleh peserta didik, tetapi juga oleh orang tua, wali, dan guru yang terlibat dalam proses pendidikan anak. Menurutnya, keberhasilan pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kolaborasi antara sekolah dan keluarga.

Arifah Rasyidayanti, M.Psi. dalam satu acara (foto : ist)

“Karena sejatinya semua siswa kami masih di bawah umur, proses pendampingan tidak hanya ditujukan kepada anak, tetapi juga kepada orang tua atau wali. Keterlibatan keluarga menjadi bagian penting dalam mendukung perkembangan anak,” ungkapnya.

Pendekatan tersebut membangun komunikasi yang berkesinambungan antara sekolah dan keluarga sehingga setiap anak memperoleh dukungan yang sesuai dengan kebutuhannya.

Bagi Arifah, perjalanan karier yang dijalaninya tidak terlepas dari peran Fakultas Psikologi Universitas Airlangga dalam membentuk kompetensi profesionalnya. Ilmu pengetahuan, pengalaman belajar, serta berbagai proses yang dijalani selama masa perkuliahan menjadi fondasi yang terus ia gunakan dalam menjalankan profesinya sebagai psikolog maupun sebagai pemimpin di lingkungan pendidikan.

Menutup wawancara, Arifah membagikan pesan kepada mahasiswa dan alumni Universitas Airlangga agar tidak takut menghadapi proses belajar yang menantang.

“Walaupun dulu terasa sulit, setelah menjalaninya saya jadi memahami mengapa Psikologi UNAIR memberikan tugas dan standar yang begitu tinggi. Semua itu terbayar dengan ilmu dan pengalaman yang sangat bermanfaat ketika memasuki dunia kerja.”

Baginya, setiap tantangan selama masa perkuliahan merupakan bagian dari proses pembentukan kompetensi yang akan menjadi bekal berharga dalam menghadapi dunia profesional. (ist)