BKKBN Jatim Gelar Lomba Menggambar dan Menulis, Wujudkan Peran Ayah Wajib Hadir

BKKBN Jatim Gelar Lomba Menggambar dan Menulis, Wujudkan Peran Ayah Wajib Hadir (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA — Ada peristiwa yang tak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi menjelma menjadi ruang lahirnya nilai-nilai kehidupan. Suasana itulah yang terasa dalam peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) ke-33 Tahun 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN melalui Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur di Kaza Mall Surabaya, Minggu (13/7/2026).

Mengusung tema “Ayah Wajib Hadir”, kegiatan bertajuk “Kreasi Ayah dan Buah Hati: Goresan Cinta dan Tulisan Cinta untuk Ayah” menghadirkan kompetisi menggambar dan menulis yang melibatkan ayah bersama anak. Lebih dari sekadar perlombaan, kegiatan ini menjadi ruang untuk mempererat ikatan emosional dalam keluarga melalui kreativitas, kebersamaan, dan komunikasi yang hangat.

Di tengah derasnya arus digital dan dinamika kehidupan modern yang kerap menyita waktu kebersamaan keluarga, kegiatan ini menjadi pengingat bahwa keluarga merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter generasi bangsa. Melalui setiap goresan warna dan untaian kata yang dibuat bersama, ayah dan anak diajak membangun kedekatan yang mungkin selama ini sulit diwujudkan di tengah kesibukan sehari-hari.

Setiap karya yang dihasilkan bukan hanya menjadi hasil kreativitas, tetapi juga merekam ungkapan kasih sayang, rasa hormat, dan terima kasih kepada sosok ayah sebagai pelindung, pendidik, sekaligus teladan dalam kehidupan anak.

Di sela kegiatan, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Shodiqin, S.H., M.M., menjelaskan bahwa kompetisi menggambar dan menulis tersebut merupakan bagian dari rangkaian peringatan Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 yang bertujuan menguatkan peran ayah dalam pengasuhan anak.

“Hari ini kami mengadakan kompetisi menggambar dan menulis yang melibatkan ayah bersama anak dalam rangka memperingati Hari Keluarga Nasional ke-33 Tahun 2026 dengan tema Ayah Wajib Hadir. Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta momen kebersamaan yang mampu mempererat hubungan emosional antara orang tua dan anak, sekaligus mendorong kreativitas anak sejak usia dini,” ujarnya.

Menurut Shodiqin, pembangunan sumber daya manusia menuju Indonesia Emas 2045 harus dimulai dari keluarga yang harmonis. Kehadiran ayah dan ibu secara aktif dalam setiap tahap tumbuh kembang anak menjadi faktor penting dalam menciptakan generasi yang sehat, cerdas, berkarakter, dan berdaya saing.

Momentum Harganas ke-33 ini sekaligus menegaskan komitmen Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN dalam memperkuat kualitas keluarga Indonesia melalui penguatan peran ayah. Sebab keluarga yang tangguh lahir dari figur ayah yang tidak hanya bertanggung jawab secara materi, tetapi juga hadir secara emosional, membangun komunikasi yang hangat, serta menanamkan nilai-nilai kehidupan kepada anak-anaknya.

Melalui tema “Goresan Cinta dan Tulisan Cinta untuk Ayah”, peringatan Hari Keluarga Nasional tahun ini menjadi lebih dari sekadar perayaan tahunan. Kegiatan tersebut menjadi gerakan moral yang menghidupkan kembali makna kebersamaan dalam keluarga, memperkokoh ketahanan keluarga, serta mengingatkan bahwa investasi terbesar bagi masa depan bangsa bukan hanya pembangunan fisik, melainkan pembangunan karakter yang dimulai dari rumah.

Pada akhirnya, keluarga bukan sekadar tempat untuk pulang. Keluarga adalah sekolah pertama kehidupan, dan seorang ayah merupakan salah satu guru terbaik yang jejak keteladanannya akan terus hidup dalam perjalanan anak-anaknya, bahkan ketika kata-kata tak lagi terucap. (acs)