
hariansurabaya.com | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menargetkan seluruh tenant di lingkungan kampus telah mengantongi sertifikat halal mulai 18 Oktober 2026 mendatang. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen ITS dalam memastikan aktivitas usaha makanan dan minuman di lingkungan kampus memenuhi standard halal.
Kepala Pusat Kajian Halal ITS Prof Setiyo Gunawan ST PhD IPM mengatakan bahwa komitmen tersebut dalam rangka menyambut kebijakan dari Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) terkait kewajiban sertifikasi halal bagi kantin kampus. Menurutnya, seluruh tenant perlu memastikan proses sertifikasi diselesaikan sesuai target yang telah ditetapkan.
“Nantinya, seluruh tenant yang ada di ITS harus sudah bersertifikat halal mulai 18 Oktober 2026, ini penting untuk kenyamanan bagi pengunjung,” tegasnya memastikan.
Komitmen tersebut turut mendapat perhatian dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) melalui timnya yang melakukan kunjungan ke Kantin Pusat ITS, Rabu (9/9) lalu.
Kunjungan dari tim yang terdiri dari Direktorat Ekonomi Syariah, BUMN, dan Universitas Islam Indonesia (UII) tersebut merupakan bagian dari penyusunan Rekomendasi Kebijakan berdasarkan Analisis Dampak Sertifikasi Halal untuk Penguatan Daya Saing UMKM.
Koordinator tim M Fahlevy menilai bahwa kantin berkonsep Kuliner Halal, Aman, dan Sehat (KHAS) milik ITS ini terus menunjukkan perkembangan.
“Kami melihat Kantin KHAS ITS sebagai kantin yang terus berkembang dan menjadi salah satu zona percontohan bagi kantin perguruan tinggi lainnya di Indonesia,” ujarnya.
Sementara itu, Direktorat Kerja Sama dan Pengelolaan Usaha (DKPU) ITS turut mendukung adanya percepatan sertifikasi halal bagi tenant di Kantin ITS. Kebijakan tersebut diharapkan dapat memastikan produk yang dijual di lingkungan kampus memiliki jaminan halal sekaligus memperkuat kepercayaan warga kampus sebagai konsumen.
Dukungan juga datang dari Yanti, salah satu tenant di Kantin Pusat ITS. Ia mengungkapkan bahwa sejak membuka usahanya sekitar tahun 2022 lalu, stan usahanya telah diarahkan untuk segera mengurus sertifikasi halal dan kini telah berhasil memperolehnya. Tahun ini diperketat lagi dan seluruh tenant diharuskan sudah tersertifikasi halal di bulan Oktober nanti.
“Saya senang sekali, dengan begitu kepercayaan pengunjung akan meningkat,” ungkapnya bersyukur.
Komitmen ITS dalam memastikan seluruh tenant kantinnya bersertifikat halal menjadi salah satu upaya kampus dalam mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Khususnya pada poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera serta poin ke-11 mengenai Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab. (ist)














