
hariansurabaya.com | MALANG – Pengalaman berwisata di Malang terbentuk dari berbagai hal, mulai dari destinasi yang dikunjungi, kenyamanan tempat menginap, hingga kuliner yang dinikmati selama perjalanan. Sajian yang berkesan juga dapat menjadi bagian dari cerita yang dibawa pulang, termasuk melalui oleh-oleh untuk keluarga maupun kerabat.
Pemerintah Kota Malang melaporkan jumlah kunjungan wisatawan pada Januari hingga Agustus 2026 mencapai 2.492.054 orang. Aktivitas kunjungan tersebut membuka peluang bagi industri perhotelan untuk mengembangkan layanan yang berkaitan dengan kebutuhan wisatawan, termasuk pengalaman bersantap dan pilihan buah tangan.
Melihat peluang tersebut, Atria Hotel Malang merencanakan pengembangan Atria Bakery yang diproyeksikan meluncur pada Desember 2026. Kehadirannya diarahkan menjadi pusat cake & bakery sekaligus pilihan oleh-oleh bagi tamu yang menginap, dengan cita rasa khas racikan pastry chef Atria Hotel Malang.
Pergerakan Wisatawan Membuka Peluang Pengembangan Kuliner
Kunjungan wisatawan memberikan peluang ekonomi bagi berbagai usaha yang mendukung perjalanan. Selain akomodasi, kebutuhan makan, pengalaman kuliner, dan pembelian oleh-oleh menjadi bagian dari aktivitas belanja wisatawan selama berada di sebuah destinasi.
Bagi industri perhotelan, peluang tersebut dapat dikembangkan melalui produk yang melengkapi pengalaman menginap. Hotel dapat menghadirkan sajian yang dinikmati selama kunjungan sekaligus produk yang dapat dibawa pulang setelah perjalanan berakhir.
Bambang Purnomo, Executive Assistant Manager Atria Hotel Malang, menjelaskan bahwa pengembangan layanan perlu mengikuti kebutuhan wisatawan agar pengalaman yang diberikan terasa semakin lengkap.
“Kami melihat pengalaman wisatawan tidak berhenti pada kenyamanan kamar. Kuliner yang dinikmati selama menginap dan oleh-oleh yang dibawa pulang juga menjadi bagian dari perjalanan mereka. Karena itu, pengembangan Atria Hotel Malang diarahkan untuk melengkapi kebutuhan tersebut,” ujar Bambang.
Melalui pendekatan ini, Atria Hotel Malang ingin memperluas kesempatan bagi tamu untuk menikmati produk hotel dalam berbagai momen, sekaligus mengambil peran dalam aktivitas ekonomi yang tumbuh dari kunjungan wisatawan.
Menghubungkan Pengalaman Menginap dengan Wisata Kuliner
Arah pengembangan Atria Hotel Malang menempatkan kenyamanan menginap dan pengalaman kuliner sebagai layanan yang saling melengkapi. Tamu yang datang untuk berlibur, melakukan perjalanan bisnis, maupun menghadiri kegiatan memiliki kesempatan untuk mengenal sajian hotel selama kunjungannya.
Pembaruan fasilitas yang telah dilakukan menjadi salah satu dasar pengembangan tersebut. Dengan suasana modern yang tetap membawa karakter budaya Jawa melalui konsep Consciously Javanese, Atria Hotel Malang terus memperkuat pengalaman tamu melalui fasilitas dan pelayanan.
Pengembangan produk kuliner menjadi langkah berikutnya untuk memperluas pengalaman tersebut. Pilihan cake dan bakery diharapkan dapat melengkapi waktu bersantai selama menginap, menjadi sajian untuk kebersamaan, hingga dibawa sebagai buah tangan.
“Kami ingin tamu memiliki pengalaman yang dapat dikenang setelah meninggalkan hotel. Melalui pengembangan kuliner, kami berharap ada cita rasa dari Atria Hotel Malang yang bisa mereka nikmati kembali dan bagikan kepada keluarga maupun kerabat,” tambah Bambang.
Atria Bakery Diproyeksikan Meluncur Desember 2026
Salah satu rencana pengembangan yang disiapkan adalah Atria Bakery, yang diproyeksikan sudah diluncurkan pada Desember 2026. Kehadirannya diarahkan menjadi pusat cake dan bakery yang melengkapi layanan kuliner Atria Hotel Malang.
Selain menjadi pilihan sajian bagi pelanggan, Atria Bakery juga dipersiapkan sebagai alternatif oleh-oleh bagi tamu yang menginap. Konsep ini menghubungkan pengalaman menikmati kuliner di hotel dengan kebiasaan wisatawan membawa buah tangan setelah berkunjung ke suatu destinasi.
Benny Novianto, Food & Beverage Manager Atria Hotel Malang, menjelaskan bahwa karakter produk akan bertumpu pada cita rasa khas racikan pastry chef Atria Hotel Malang, dengan perhatian terhadap kualitas bahan, kesegaran, dan penyajian.
“Atria Bakery kami proyeksikan meluncur pada Desember 2026 sebagai pusat cake dan bakery, sekaligus pilihan oleh-oleh bagi tamu yang menginap. Kami ingin menghadirkan produk dengan cita rasa khas pastry chef Atria Hotel Malang yang dapat dinikmati selama kunjungan maupun dibawa pulang,” ujar Benny.
Pengembangan ini diharapkan dapat memberi kemudahan bagi tamu untuk menemukan buah tangan sebagai bagian dari pengalaman menginap, sekaligus membuka kesempatan bagi masyarakat lokal untuk menikmati produk cake dan bakery dari Atria Hotel Malang.
Cita Rasa dan Kualitas Menjadi Bekal untuk Dikenang
Produk kuliner yang dibawa pulang akan menjadi bagian dari kesan wisatawan terhadap perjalanannya. Karena itu, pengembangan cake dan bakery perlu memperhatikan rasa, tekstur, tampilan, serta kesesuaian produk untuk dibawa sebagai oleh-oleh.
Peran pastry chef menjadi penting dalam membangun karakter sajian. Pemilihan bahan dan proses pengolahan perlu berjalan bersama pengendalian kualitas agar pelanggan memperoleh pengalaman yang konsisten setiap kali menikmati produk.
“Kami ingin produk yang dibawa pulang tetap memberikan pengalaman yang menyenangkan ketika dinikmati bersama orang terdekat. Karena itu, perhatian kami mencakup cita rasa, kesegaran, hingga penyajian dan kemasan yang sesuai dengan karakter produknya,” ungkap Benny.
Melalui pengembangan tersebut, Atria Hotel Malang berharap dapat memperluas layanan kulinernya sekaligus menjangkau kebutuhan wisatawan dan masyarakat lokal. Kehadiran Atria Bakery juga diharapkan memberikan alasan bagi pelanggan untuk kembali menikmati sajian hotel pada kesempatan berikutnya.
Dengan rencana peluncuran Atria Bakery pada Desember 2026, Atria Hotel Malang ingin menghadirkan pengalaman kuliner yang dapat dinikmati selama menginap dan dibawa pulang sebagai bagian dari kenangan berwisata di Malang. (adv)














