hariansurabaya.com | GARUT – Menjadi salah satu percontohan pertanian modern khususnya berbasis hortikultura di Indonesia, Kebun Edukasi Eptilu (Fresh From Farm) di Desa Mekarsari, Kecamatan Cikajang, Kabupaten Garut, Jawa Barat, berkembang melalui perpaduan metode alami dan teknologi.
Eptilu menjadi mitra binaan Bank Indonesia (BI), saat ini mengelola lebih dari 75 hektar lahan hortikultura. Komoditasnya beragam, seperti jeruk lemon, cabai, tomat, hingga kentang.
Selaku owner dari Eptilu – Rizal Fahreza, mengungkapkan bahwa kebun edukasi ini sengaja dirancang sebagai ruang pembelajaran bagi petani maupun masyarakat umum. Di lokasi tersebut diterapkan dua model pertanian sekaligus, yakni metode alami dan pertanian berbasis teknologi.
“Di lahan seluas 75 hektar ini, kami membudidayakan komoditas secara modern dan secara alami sebagai bentuk edukasi,” ujar Rizal – panggilan akrabanya, saat menerima kunjungan rombongan awak media Jawa Timur bersama tim Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Jawa Timur (KPwBI Jatim) akhir pekan kemarin.
Eptilu memiliki 2 model pertanian. Ada yang dilakukan secara alami dan ada yang dengan teknologi. Hal ini dilakukan agar pengunjung bisa membandingkan perbedaannya.
Tambah Rizal, di lahan Eptilu melalui bantuan dari Bank Indonesia terdapat Green House sejak 2022. Green house ini mampu menampung 4.000 pohon, dan sudah 2 kali tanam.
Di tanam pertama bisa bertahan selama 3 tahun, dan setelah masa 3 bulan dari tanam perdana sudah bisa dipanen. Setiap minggu bisa panen dan sekali panen mampu di atas satu ton.
Produksi cabai dan tomat serta produk pertanian lain di Kebun Eptilu sangat melimpah. Selama ini mampu memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat sekitar, di samping disuplai ke DKI Jakarta dan Banten.
Nama Eptilu sendiri berasal dari singkatan bahasa Sunda F 3 (tiga), yang bermakna Fresh From Farm yang berarti segar dari kebun. (acs)












