hariansurabaya.com | SURABAYA – Sebagai salah satu kota yang menjadi surga kuliner bagi warganya maupun pendatang, mungkin resto ini bisa menjadi rekomendasi diantara banyak pilihan resto di kota Surabaya.
Dibawah Naung Group Hospitality, secara resmi memperkenalkan Senses – destinasi modern Asian dining yang berlokasi di kawasan Citraland, Surabaya.
Kehadiran Senses tidak hanya memperkaya lanskap kuliner premium di kota Surabaya, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam menangkap peluang bisnis di industri Food & Beverage (F&B) yang terus berkembang. Khususnya pada segmen berbasis pengalaman (experiential dining) yang kini semakin diminati oleh masyarakat urban.
“Filosofi kami sederhana namun mendalam, yakni menaungi. Kami ingin mencipakan ruang yang menaungi tempat dimana orang bisa datang, berkumpul, merasa nyaman. Dan yang paling penting adalah saling mendukung satu sama yang lain.” ujar Chief Executive Officer Naung Group, Andrew Zefanya, pada sambutannya ketika membuka acara.
Tambah Andrew, kami percaya bahwa satu ruang tidak boleh hanya hadir secara fisik. Melalui arsitektur dan interior yang indah. Namun harus juga hadir secara emosional.
Untuk itulah Senses dirancang sebagai ekosistem hospitality terintegrasi yang menggabungkan restoran, bakery artisan Something Baked, serta bar speakeasy Apostrophe dalam satu destinasi.
Model ini menjadi bagian dari strategi bisnis untuk menciptakan diversifikasi sumber pendapatan, memperluas segmen pasar, serta meningkatkan nilai transaksi per kunjungan.
Dengan memanfaatkan perubahan perilaku konsumen yang semakin mengedepankan pengalaman, Senses memposisikan diri tidak hanya sebagai tempat makan, tetapi juga sebagai ruang sosial dan gaya hidup yang relevan dengan dinamika pasar saat ini.

“Kami melihat Senses sebagai bagian dari strategi untuk membangun ekosistem bisnis yang berkelanjutan. Tidak hanya dari sisi pengalaman pelanggan, tetapi juga dari bagaimana kami mengembangkan pasar, memperkuat rantai pasok lokal, dan menciptakan nilai ekonomi yang lebih luas,” ujar Andrew.
Sedangkan Isabelle selaku Marketing Manager mengungkapkan rasa gembiranya pada pembukaan Senses kali ini dihadiri banyak relasi, KOL dan media.
“Kita disini hadir juga menjadi ruang teman-teman untuk menuangkan ide dan kreasi. Tidak hanya sekedar restoran, mungkin bisa menjadi institusi ataupun panggung.” ujar Isabelle.
Tambah Isabelle, Senses lahir sendiri itu juga karena kita belajar dari banyak UMKM ataupun dari desa-desa. Perjalanan Senses juga didokumentasikan oleh tim kreatif, dari awal sampai sekarang bisa berdiri untuk melayani para kustomer.
Dari sisi peluang bisnis, pendekatan yang digunakan Senses tidak hanya berfokus pada hilir, tetapi juga memperkuat sisi hulu melalui strategi pengadaan bahan baku lokal yang autentik.

Penggunaan bahan yang diambil langsung dari daerah asalnya menjadi bagian dari upaya menciptakan keunggulan kompetitif sekaligus membuka potensi ekonomi yang lebih luas.
Corporate Chef Slamet Priyono, atau Chef Mamet, menekankan pentingnya keseimbangan antara rasa, teknik, dan penghormatan terhadap bahan sebagai fondasi utama dalam pengembangan menu.
“Senses menghadirkan kulat mushroom dari Bangka dengan karakter rasa earthy yang khas, andaliman dari dataran tinggi Karo yang memiliki profil rasa unik, serta program “catch of the day” yang menghadirkan ikan segar hasil tangkapan nelayan dari Bali dan perairan Jawa Timur, khususnya Madura dan Gresik.” jelas Chef Mamet.
Menu yang dihadirkan di Senses merupakan interpretasi modern dari kuliner Asia yang menggabungkan teknik kontemporer dengan kekayaan tradisi.
Setiap hidangan tidak hanya dirancang untuk memberikan pengalaman rasa, tetapi juga membawa narasi tentang asal-usul bahan dan prosesnya, sehingga menciptakan nilai tambah yang memperkuat daya saing di pasar.
Naung Group sendiri merupakan hospitality collective berbasis gaya hidup yang berfokus pada pengembangan brand berbasis pengalaman di berbagai sektor, mulai dari dining, coffee, bakery, bar culture, hingga roastery. Dengan filosofi “A Better Life,” grup ini berkomitmen untuk tidak hanya membangun brand yang kuat, tetapi juga berkontribusi pada pengembangan ekosistem industri yang lebih matang, inklusif, dan berkelanjutan.
Dengan kehadiran Senses, Naung Group tidak hanya menghadirkan destinasi kuliner baru, tetapi juga menunjukkan bagaimana sebuah konsep hospitality dapat menjadi katalis dalam membuka peluang bisnis, membentuk skema pasar baru, serta mendorong pengembangan nilai ekonomi berbasis potensi lokal. (acs)













