
hariansurabaya.com| SURABAYA – Empat siswa Lotus Art Courses berhasil meraih pengakuan sebagai finalis dalam ajang Karya Raya Children Festival and Exhibition Illustration Book 2026 yang diselenggarakan di Jakarta. Prestasi ini menjadi pencapaian membanggakan bagi para siswa dalam mengembangkan kreativitas, imajinasi, dan kemampuan ilustrasi di tingkat nasional.
Keempat siswa tersebut adalah Aisyah Azkadina A.A, Ali Akhtar A, Helena Soegianto Putri, dan Kaylee A Siswanto. Mereka terpilih sebagai finalis dalam sejumlah kategori penghargaan yang mengapresiasi kreativitas anak dalam menghasilkan karya buku dan ilustrasi.
Aisyah Azkadina A.A terpilih sebagai Finalist Inspiration Spark Award untuk kelompok usia 10–14 tahun. Ali Akhtar A meraih dua pengakuan sekaligus, yakni Finalist Creative Canvas Award untuk kelompok usia 10–14 tahun dan Finalist Character Crush Award. Sementara itu, Helena Soegianto Putri menjadi Finalist Creative Canvas Award untuk kelompok usia 5–9 tahun, dan Kaylee A Siswanto terpilih sebagai Finalist Imagination Wizard Award untuk kelompok usia 10–14 tahun.
Aisyah Azkadina Terpilih sebagai Karya Terbaik Inspiration Spark Award
Prestasi istimewa diraih Aisyah Azkadina A.A yang tidak hanya masuk dalam jajaran finalis, tetapi juga terpilih sebagai karya terbaik pada kategori Inspiration Spark Award untuk kelompok usia 10–14 tahun dalam Karya Raya 2026. Pencapaian ini menjadi pengakuan atas kreativitas dan kekuatan gagasan yang dituangkan melalui karyanya.
Prestasi tersebut menunjukkan keberagaman potensi artistik para siswa Lotus Art Courses, mulai dari pengembangan ide kreatif, eksplorasi visual, penciptaan karakter, hingga kemampuan mengolah imajinasi menjadi karya ilustrasi.
Karya Raya 2026 Hadirkan 2.053 Buku Karya Anak
Karya Raya 2026 mengusung tema “Garden of Kindness: Where Creativity Grows on You”, yang menekankan pentingnya lingkungan yang mendukung pertumbuhan kreativitas dan potensi anak.
Berdasarkan informasi Kementerian Ekonomi Kreatif dan Berita Jakarta, pameran berlangsung pada 11 September hingga 2 Oktober 2026 di Perpustakaan Jakarta, Taman Ismail Marzuki (TIM), Jakarta. Rangkaian acara mencapai puncaknya melalui perayaan dan penganugerahan penghargaan pada 3 Oktober 2026 di Teater Besar, Taman Ismail Marzuki.
Pada penyelenggaraan tahun ini, Karya Raya menghadirkan sebanyak 2.053 buku karya anak. Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan partisipasi yang konsisten, dari 638 karya pada 2023, meningkat menjadi 1.081 karya pada 2024 dan 1.870 karya pada 2025.
Karya Raya merupakan ajang yang mendorong anak-anak untuk berkembang sebagai penulis, ilustrator, dan kreator melalui program penerbitan buku anak Bookabook ByMe Kit Publishing. Selain pameran, kegiatan ini menghadirkan berbagai program pendukung, seperti lokakarya, sesi mendongeng, peluncuran buku, kompetisi Tell A Tale, serta Lakukaryaku sebagai ruang bagi anak untuk memamerkan dan menjual karya mereka.
Dihadiri Wakil Menteri Ekonomi Kreatif
Puncak acara Karya Raya 2026 pada 3 Oktober 2026 turut dihadiri oleh Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, yang menyampaikan apresiasi terhadap Karya Raya sebagai ruang inklusif bagi anak-anak Indonesia untuk mengekspresikan kreativitas, mengembangkan literasi, dan mengenali potensi diri sejak dini.
Turut hadir dalam acara tersebut Direktur Fotografi dan Penerbitan Kementerian Ekonomi Kreatif, Iman Santosa; Kepala Perpustakaan Nasional RI, Aminudin Aziz; Kepala Pusat Perbukuan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah, Supriyatno; serta Co-Founder Karya Raya dan Bookabook, Ernest Junius Wiyanto.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi DKI Jakarta, Nasruddin Djoko Surjono, menyampaikan sambutan dalam rangkaian pembukaan pameran pada 11 September 2026. Ia menekankan bahwa setiap anak membutuhkan kesempatan, pendampingan, serta ruang yang aman untuk mengembangkan kreativitas dan berani menunjukkan hasil karyanya kepada publik.
Kepala Unit Pengelola Perpustakaan Jakarta dan Pusat Dokumentasi Sastra H.B. Jassin, Diki Lukman Hakim, juga menyoroti pentingnya menjadikan perpustakaan sebagai ruang yang tidak hanya menyediakan bacaan, tetapi juga mendukung lahirnya cerita dan karya baru dari anak-anak.
Founder Lotus Art Courses, I Putu Mahendra Dharmawan Putra, menyampaikan apresiasinya atas pencapaian para siswa tersebut.
“Prestasi ini merupakan kebanggaan bagi kami di Lotus Art Courses, terutama karena karya Aisyah Azkadina berhasil terpilih sebagai karya terbaik pada kategori Inspiration Spark Award usia 10–14 tahun. Kami melihat pencapaian ini bukan hanya sebagai penghargaan, tetapi juga sebagai bukti bahwa anak-anak memiliki gagasan, imajinasi, dan sudut pandang yang layak diapresiasi. Tugas kami adalah mendampingi mereka agar terus berani bereksplorasi, menemukan karakter artistiknya, dan berkarya dengan jujur sesuai dengan kreativitas masing-masing,” ujar Putu Mahendra.
Mendorong Generasi Muda Terus Berkarya
Bagi Lotus Art Courses, pencapaian empat siswa dalam Karya Raya 2026 menjadi bagian dari proses pendidikan seni yang mendorong anak untuk mengeksplorasi gagasan, mengembangkan karakter artistik, dan berani menampilkan karya kepada masyarakat luas.
Melalui pengalaman mengikuti ajang seperti Karya Raya, siswa diharapkan semakin percaya diri dalam mengembangkan potensi mereka, sekaligus memahami bahwa karya seni merupakan salah satu cara untuk menyampaikan ide, cerita, dan perspektif personal.(ist)













