hariansurabaya.com | SURABAYA – Mahasiswa Univeritas Nahdlatul Ulama Surabaya (Unusa) terus aktif menimba ilmu sampai ke luar negeri, dua mahasiswa masing-masing atas nama Muhammad Hisyam Nur Aliyuddin, mahasiswa Semester 5 dari Prodi Keperawatan dan Muhammad Hildanisyaf Athallah Romadhoni, mahasiswa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris, lolos Program Naresuan University Long-term Inbound Exchange di Thailand. Mereka dijadwalkan berangkat pertengahan November ini.
Kedua mahasiswa Unusa ini dinyatakan diterima dalam program tersebut bersama sembilan mahasiswa lain dari beberapa perguruan tinggi di Asia, seperti Jepang dan Vietnam. Dari Indonesia tercatat Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, dan President University. Mereka bersaing dengan lebih dari lima puluh mahasiswa di Asia yang berminat mengikuti program tersebut. Unusa, kata Syiddatul Budury, Manager Pusat Bahasa dan Kemitraan Global, mendaftarkan sebanyak enam mahasiswa dan dinyatakan lolos dua mahasiswa. Terbanyak dari perguruan tinggi di Indonesia.
“Kedua mahasiswa Unusa yang dinyatakan lolos dalam program tersebut, akan dilibatkan dalam projek yang sebelumnya ditawarkan oleh Naresuan University. Status mereka sebagai research assistance dan internship selama empat bulan,” katanya.
Direktur Direktorat Kerjasama dan Pemeringkatan Global, Dr Ika Mardiyanti, mengatakan, lolosnya dua mahasiswa Unusa ini menandakan jika daya saing mahasiswa Unusa setara dengan perguruan tinggi lain yang memang dinyatakan lolos dalam program ini. “Bagi kami ini adalah prestasi untuk bisa berperan dan berkolaborasi dengan perguruan tinggi di tingkat internasional. Harapannya akan mampu memberikan kontribusi nyata dalam pemeringkatan global Unusa,” katanya.
Selain itu, Ika juga berharap mahasiswa dapat memperoleh pengalaman belajar di luar kampus di luar negeri, yang dapat berdampak baik bagi mahasiswa maupun kampus sekaligus bisa memotivasi rekan mahasiswa lainnya untuk ikut program serupa.
Ditemui terpisah Muhammad Hisyam Nur Aliyuddin mengungkapkan rasa keherannya karena diterima dalam program tersebut. “Awalnya saya hanya tercatat sebagai cadangan, karena itu ketika pengumuman akhir saya kaget bercampur senang saat dinyatakan diterima sebagai peserta. Persiapannya mepet memang, tapi insya Allah bisa,” kata pemilik nilai TOEFL 470 ini.
Dikatakan anak pertama dari pasanga Aan Nurdiyanto dan Nurul Hidayati ini, keberangkatannya ke Thailand tepatnya di Naresuan University, Phitsanulok, adalah pengalaman pertama ke luar negeri. Saya akan menjadikan ini sebagai bagian dari memperluas wawasan, bertukar pengetahuan serta mengenal budaya dan lingkungann akademik di tingkat internasional,” kata Hisyam, kelahiran Surabaya 13 Juli 2006.
Hal sama juga diungkapkan Muhammad Hildanisyaf Athallah Romadhoni, yang juga baru pertama kali akan mengadakan perjalanan ke luar negeri. “Sungguh saya benar-benar kaget dapat kesempatan ini. Terus terang ini juga doa dan keinginan orang tua yang berharap anaknya bisa kuliah di luar negeri. Melalui program ini harapan itu bisa terwujud,” kata anak pertama dari pasangan Achmad Basuki dan Siti Zuhro ini.
Diungkapkan Hildan, demikian ia biasa dipanggil, hasil pengumuman diterimanya dirinya dalam program yang ditawarkan Naresuan University adalah sebuah hadiah ulang tahun yang tidak pernah terpikirkan sebelumnya. “Sungguh ini nikmat yang luar biasa. Pengumuman diterimanya saya itu bertepatan dengan hari ulang tahun pada 21 Oktober lalu. Alhamdulillah semoga pengalaman yang nanti akan saya peroleh menjadi bekal untuk terus berkembang, memperluas kolaborasi dan dapat menginspirasi bagi mahasiswa lain di Unusa,” katanya.(ist)















