Usai OKK, SMSI Kota Surabaya Perkuat Kemitraan Strategis Bersama Dinkominfo

* Usai OKK, SMSI Kota Surabaya Perkuat Kemitraan Strategis Bersama Dinkominfo (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA — Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Kota Surabaya periode 2026-2029 kembali melakukan gebrakan. Setelah sukses menggelar Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK), organisasi pemilik media ini memperkuat kerja sama strategis dengan Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Surabaya (Dinkominfo) Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya.

Sinergi ini difokuskan pada penguatan penyebarluasan informasi publik, literasi digital, hingga penangkalan hoaks demi mendukung pembangunan Kota Pahlawan.

Langkah kolaboratif ini terjalin setelah pengurus SMSI Kota Surabaya menggelar audiensi dengan Dinkominfo di Kantor Pemkot Surabaya, Rabu (4/11/2026).

Dalam audiensi ini, pengurus SMSI Kota ditemui langsung Kepala Bidang Informasi dan Komunikasi Publik serta Statistik Dinkominfo Kota Surabaya, Yudho Febriadi, S.Kom, M.T.

Dorong Penyebaran Informasi Program Pemkot Surabaya

Ketua SMSI Kota Surabaya Iskandar Pribowo menyampaikan bahwa media siber memegang peranan vital sebagai jembatan informasi antara Pemkot Surabaya dan masyarakat. Melalui jaringan media daring yang bernaung di bawah SMSI, berbagai program strategis Pemkot Surabaya, mulai dari pelayanan publik digital, pembangunan infrastruktur, hingga pemberdayaan ekonomi warga, dapat tersampaikan secara akurat dan luas.

“Sinergi dengan Dinkominfo Pemkot Surabaya bukan sekadar hubungan kemitraan publikasi, tetapi bentuk tanggung jawab moral media siber dalam menyajikan berita yang konstruktif dan terverifikasi untuk masyarakat Surabaya,” tandas Iskandar Pribowo saat audiensi.

Dalam pertemuan ini, Iskandar Pribowo didampingi Ali Mahfud (Sekrestaris SMSI), Avy Chujnijah (Bendahara), Roby Julianto (Ketua Bidang Pengembangan dan Publikasi), dan Budi Mulyono (Wakil Ketua Bidang Kerjasama).

Selain penyebarluasan berita dan kebijakan Pemkot Surabaya, Iskandar juga menyampaikan SMSI juga siap bersinergi dalam sejumlah kegiatan bersama Dinkominfo. Salah satunya dengan menggelar kampanye bersama pencegahan berita bohong (hoaks) serta edukasi konsumsi informasi sehat di era digital.

“Ke depan kami akan mengadakan edukasi ini ke sekolah-sekolah, baik itu berupa pelatihan atau dalam bentuk ekstrakulier. Bahkan program ini tidak hanya berkolaborasi dengan Dinkominfo, tapi juga Dinas Pendidikan dan OPD terkait,” terang Iskandar.

Menjaga Kepercayaan Publik di Era Digital

Sementara itu, Dinkominfo Kota Surabaya menyambut baik penguatan kolaborasi ini. Menurut Yudho Febriadi, kehadiran organisasi perusahaan pers seperti SMSI sangat membantu Pemkot Surabaya dalam memastikan keterbukaan informasi publik yang transparan dan dapat dipertanggungjawabkan.

Di tengah pesatnya arus teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dan media sosial, lanjut Yudho, kemitraan ini diharapkan dapat menjaga kualitas jurnalistik agar tetap mengedepankan independensi, verifikasi fakta, serta dampak positif bagi kemajuan Kota Surabaya.

“Pada dasarnya kita saling membutuhkan. Kami juga butuh media untuk menyebarluasan informasi ke masyarakat. Seperti adanya Kampung Pancasila, kalau tidak dibantu media, juga tidak secepat ini penyebarluasannya,” ungkap Yudho. (ist)