Festival Grebeg Suro Tahun 1440 Hijriah Di Banyuwangi Berlangsung Meriah

436 views

Dalam rangka memperingati tahun baru 1440 hijriah yang jatuh pada hari Senin (10/9/2018), masyarakat dusun Pekulo mengadakan Festival Grebeg Suro. Tak sekedar perayaan tanpa makna, festival yang sarat kearifan lokal ini sejatinya juga bertujuan untuk memohon doa kepada Tuhan agar seluruh masyarakat senantiasa diberi keselamatan dan keberkahan.

Tidak kurang 25 buah tumpeng raksasa yang terbuat dari padi, palawija, serta produk hortikultura diarak keliling desa. Panasnya cuaca rupanya tak menyurutkan antusiasme sebagian besar penonton acara. Terbukti ribuan orang memadati jalan-jalan yang dilalui arak-arakan.

Dalam kesempatan itu Andre Subandrio selaku ketua panita mengucapkan terima kasih kepada masyarakat dusun Pekulo yang tak lekang menumbuhkembangkan nilai-nilai seni budaya yang islami.

Pada kesempatan yang sama, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko memberikan apresisasi yang baik atas terselenggaranya acara tersebut. Dalam pidatonya, Yusuf Widyatmoko melontarkan agar masyarakat tidak hanya melestarikan tradisi tersebut, tetapi juga mengingat nasehat para leluhur.

Tiga diantaranya adalah “Nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorakae, sepi tanpa aji-aji, sugih tanpa banda”, dan “Aja ketungkul marang kelungguhan, kadonyan, lan kemareman”, dan “Aja kuminter mundak keblinger, aja cidra mundak cilaka”

Maksud dari pesan pertama adalah berjuanglah tanpa perlu membawa massa, menang tanpa merendahkan atau memalukan, berwibawa tanpa mengandalkan kekuatan, dan kaya tanpa didasari kebendaan. Menurutnya, menjadi orang kaya tak melulu kaya akan harta benda, namun banyak kawan juga bisa dikatakan sebagai kekayaan.

Sementara pesan yang kedua bermakna agar kita tak terobsesi oleh keinginan untuk memperoleh kedudukan, kebendaan, dan kepuasan duniawi. Adapun pesan terakhir mengingatkan agar jangan merasa paling agar tidak salah arah serta jangan suka berbuat curang agar tidak celaka.

“Mari bersama-sama saling silaturahmi dan saling mengingatkan serta mengkaji diri. Maka insyaallah kalau semua bisa kita lalui hidup kita di dunia akan barokah.” ungkapnya. [Ay]