Menikmati Rowo Bayu, Tempat Wisata Yang Mengandung Nilai Sejarah Di Banyuwangi

511 views

Rowo Bayu berasal berasal dari dua kata, Rowo dan Bayu. Secara harfiah Rowo Bayu berarti rawa-rawa yang terletak di desa Bayu, Kecamatan Songgon, Kabupaten Banyuwangi. Terletak di kawasan KPH Banyuwangi Barat, Rowo bayu tersembunyi di balik rimbunnya hutan. Deretan pohon tua yang menaunginya membuat suasana hening dan magis kian kental.

Akan tetapi, dibalik keheningannnya Rowo Bayu menyimpan sejarah panjang perjuangan rakyat Blambangan melawan penjajah yang semena-mena. Di tempat ini pernah terjadi perang Puputan Bayu, di mana rakyat berjuang habis-habisan melawan Belanda di bawah komando Pangeran Jagapati. Tidak kurang 60.000 jiwa menjadi korban dalam perang ini.

Di tempat ini terdapat pula petilasan Prabu Tawang Alun yang terletak di bagian utara telaga. Anda bisa menjangkau tempat ini hanya dengan berjalan kaki mengikuti alur jalan setapak yang dikelilingi hijaunya pepohonan. Baik dari sisi kiri atau kanan telaga. Tak jauh dari petilasan itu terdapat pula tiga mata air yakni sumber kaputren, sumber wigangga, dan sumber kamulyan, yang airnya mengalir ke telaga. Menapak lebih tinggi, melewati undak-undakan yang dinaungi oleh rimbun bambu, Anda akan menemukan Pura Giri Mulya Agung yang letaknya berdekatan dari Candi Puncak Agung Macan Putih. Candi ini didirikan untuk menghormati para leluhur yang memiliki andil besar dalam mempertahankan Blambangan dalam perang Puputan Bayu.

Usai melongok tempat-tempat tersebut, Anda bisa melepas lelah sembari berkeliling telaga dengan menyewa perahu. Tidak mahal, hanya perlu merogoh kocek Rp5.000,00 jika ingin menaiknya. Jika lelah telah usai dan Anda masih ingin meneruskan petualangan, berjalanlah ke arah kanan. Di sana terdapat gerbang kecil yang terbuat dari bambu bertuliskan hammock, bumi perkemahan, dan rumah pohon.

Naikilah undakannya dan Anda akan menemukan tempat asri di bawah naungan pinus yang menjulang tinggi. Sederetan tempat yang cocok untuk selfie sudah menanti. Dari gerbang taman yang terbuat dari jalinan bambu, rumah pohon, hingga pinus-pinus yang acap berjanggut karena ditumbuhi lumut.

Bagaimana? Anda tertarik datang ke sana? Jangan ragu! Segera luangkan waktu di akhir pekan dan nikmati tempat wisata yang mengandung nilai sejarah di Banyuwangi ini.[Ay]