Lirik Tren Rokok Tingwe, Fauzi Mengolah Afalan Tembakau Jadi Bernilai Ekonomis

38 views
Lirik Tren Rokok Tingwe, Fauzi Mengolah Afalan Tembakau Jadi Bernilai EkonomisLirik Tren Rokok Tingwe, Fauzi Mengolah Afalan Tembakau Jadi Bernilai EkonomisLirik Tren Rokok Tingwe, Fauzi Mengolah Afalan Tembakau Jadi Bernilai Ekonomis
(foto dari kiri ke kanan) Akhmad Nirfauzi dan Suyono, owner Putra Jaya SYN, sedang memegang afalan tembakau (dok.hsc)

hariansurabaya.com | PANDAAN – Jawa Timur hingga saat ini tercatat sebagai provinsi penghasil terbesar Industri Hasil Tembakau (IHT) di Indonesia. Potensi Jawa Timur sebagai provinsi pengembang sektor Kawasan Industri Hasil Tembakau sangat terbuka lebar.

Menurut catatan BPS di tahun 2022 produksi tembakau di Jatim adalah terbesar di Indonesia, mencapai 100.600 ton. Produksi tembakau di Jatim setara dengan 44,57 % dari total produksi tembakau nasional yang sebanyak 225.700 ton.

Prestasi produksi tembakau di Jawa Timur juga diimbangi dengan tren merokok masyarakat saat ini. Selain rokok elektrik, anak-anak muda kini mulai gandrung menikmati rokok gaya jadul dengan tembakau tingwe (linting dewe), fenomena ini bergeliat semenjak 2022 lalu.

Di tahun 2022 cukai rokok naik hingga 20% di tahun 2022. Gerai penjual tembakau tingwe, semakin banyak bermunculan di kota-kota besar seperti Surabaya.

Bermula dari pengalaman menjadi karyawan di salah satu perusahaan rokok ternama di Jawa Timur serta melihat tingginya hasil tembakau serta permintaan tembakau tingwe, Akhmad Nurfauzi atau Fauzi nama panggilannya – menangkap potensi tersebut. Akhirnya dia bersama kakaknya – Suyono, memberanikan diri menciptakan industri baru dari hasil olahan tembakau (afalan tembakau) lewat CV Putra Jaya Syn.

CV Putra Jaya Syn atau disingkat PJS, dalam hal ini tidak memproduksi afalan tembakau atau tembakau yang sudah dirajang. PJS membeli tembakau yang sudah dirajang dari pabrik, lalu mendistrbusikannya sebagai tembakau tingwe langsung ke masyarakat.

“Tembakaunya kita ambil dari pabrik, lalu dibersihkan untuk kemudian kita distribusikan lagi. Kami tidak memproduksinya. Dan semua proses sudah melalui perijinan. Jadi legal.” jelas pria yang akrab disapa Fauzi ini.

PJS sendiri dimotori oleh Fauzi bersama kakak kandungnya, Suyono. Dengan didukung dari pihak RT dan Dusun setempat, Fauzi berharap usahanya ini bisa berkembang. Supaya bisa menciptakan lapangan kerja di lingkungan sekitarnya.

Meskipun bisnis ini baru dimulai pada bulan Maret tahun 2023 lalu dengan lokasinya di di Dusun Mojo RT 05 RW 08 Desa Sumberejo Kecamatan Pandaan Kabupaten Pasuruan. Dan masih kategori sebagai industri kecil, Putra Jaya SYN tidak hanya memproduksi afalan tembakau saja. Tapi juga melakukan kegiatan peduli sosial untuk masyarakat sekitar diantaranya donasi sembako, perbaikan gizi dusu, donasi PHBI masyarakat sekitar, santunan yatim dan duafa, perbaikan fasilitas umum serta PHBN.(ac)