Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat Silaturahmi dan Mohon Petunjuk kepada Musyid Thoriqoh Shiddiqiyah

163 views

hariansurabaya.com | JOMBANG – Pada Kamis (06/06/2024), Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat atau yang dikenal sebagai Keraton Solo, mengadakan kunjungan ke Pesantren Majma’al Bachroin Chubbul Wathon Minal Iman Shiddiqiyyah di kediaman Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyah.

Rombongan dari Keraton tersebut terdiri dari Kanjeng Pangeran (KP) Suharyawan Wandiro Joyonagoro, Kanjeng Samsul, dan Mas Tumenggung Alif sebagai pengawal, serta Wali Talqin Shiddiqiyyah Indonesia, Bapak Muhammad Sahuri.

Kunjungan ini bertujuan untuk silaturahmi dan memohon arahan serta petunjuk langsung dari Mursyid Thoriqoh Shiddiqiyah. Pertama, mereka memohon petunjuk waktu kepada Bapak Kyai Moch. Mukhtar Mu’thi untuk melaksanakan doa kausaran di Siti Hinggil, Keraton Surakarta, sekaligus mengundang Sang Guru untuk hadir pada acara tersebut.

“Waktu pelaksanaan kausaran akbar ini dijadwalkan setelah penyelesaian renovasi dan perluasan tempat di Istana Surakarta,” jelas Bapak Sahuri mengenai tanggapan Sang Guru atas permohonan tersebut.

Kedua, mereka memohon restu dari Sang Guru terkait rencana pendirian Pesantren Jati Diri Bangsa di Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat. “Rencana pendirian Pesantren Jati Diri Bangsa ini masih dalam tahap adaptasi,” ungkap Bapak Sahuri mengenai upaya persiapannya.

Ketiga, rombongan juga memohon izin untuk mengadakan upacara pada 17 dan 18 Agustus 2024, dalam rangka mensyukuri nikmat Kemerdekaan Bangsa Indonesia dan berdirinya NKRI, yang akan disambungkan dengan acara umbul dungo dan chaos dhahar.

“Keraton Surakarta meminta izin kepada Sang Guru mengenai upacara, barangkali pasukan keraton bisa bergandengan dengan HAS Shiddiqiyyah, atau pihak lain yang ikut berpartisipasi,” tutur Bapak Sahuri.

Keempat, sebagai bentuk terima kasih kepada Sang Guru, rombongan memberikan kenang-kenangan berupa blankon utama yang dikenakan oleh Sri Susuhunan Pakubuwono XIII di istana Keraton Surakarta Hadiningrat.

Pada silaturahmi tersebut, Sang Guru memberikan pesan tentang pentingnya mempelajari serat keraton Surakarta, di antaranya Serat Hidayah Jati dan Serat Wulang Reh.

“Sang Guru berpesan (kepada Kasunanan Surakarta Hadiningrat) supaya memiliki serat tersebut. Karena serat ini menjadi panduan untuk mempelajari akhlaq tingkat tinggi, dan tassawuf lebih dalam lagi. Beliau juga dawuh, dengan mempelajari kitab ini harapannya bangsa Indonesia bisa mikul duwur mendem jero (menjunjung tinggi sesuatu yang baik, mengubur sedalam-dalamnya sesuatu yang jelek), sebagai salah satu jati diri bangsa Indonesia,” demikian keterangan dari Bapak Sahuri. (RHD)