Pj. Gubernur Adhy Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger

5 views
Pj. Gubernur Adhy Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger (foto : ist)
Pj. Gubernur Adhy Dikukuhkan Sebagai Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger (foto : ist)

hariansurabaya.com | PROBOLINGGO – Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy
Karyono dikukuhkan sebagai Warga Kehormatan Masyarakat Suku Tengger pada
Resepsi Yadnya Kasada 1946 Saka di Amphitheater Terminal Wisata Seruni Point,
Desa Ngadisari, Kecamatan Sukapura, Kabupaten Probolinggo, Jumat (21/06).

Pengukuhan sebagai Warga Kehormatan Suku Tengger ini ditandai dengan
penyematan selendang kuning kepada Pj. Gubernur Adhy oleh Ketua Parisada
Hindu Dharma Indonesia (PDHI) Bambang Suprato.

Pj. Gubernur Adhy sangat mengapreisiasi pengukuhan yang diberikan kepada
dirinya. Ia merasa bangga sekaligus menyampaikan terima kasih kepada pemangku
adat Suku Tengger.

“Secara pribadi, saya sungguh merasa terhormat dan bangga sekaligus berterima
kasih sebesar-besarnya kepada para pemangku adat khususnya sesepuh Tengger
karena saya mendapatkan apresiasi untuk dikukuhkan sebagai warga kehormatan,”
ujarnya.

Menurut Adhy, pengukuhan warga kehormatan ini bermakna sangat dalam. Salah
satunya adalah komitmen pemerintah Jatim dalam memberikan kesetaraan
perlakuan serta kemajuan bagi masyarakat Suku Tengger.

“Hati dan pikiran akan kami sumbangkan untuk kepentingan masyarakat Tengger.
Kami dengar persoalan di sini adalah air. Mohon Kepala Bappeda Jatim segera
merencanakan untuk mengatasinya, karena air adalah sumber kehidupan,” katanya.

Pj. Gubernur Adhy juga menyampaikan bahwa pemerintah akan terus berkolaborasi
bersama masyarakat adat dalam menjaga dan melestarikan kebudayaan serta
kearifan lokal.

“Suku Tengger memiliki adat istiadat, kearifan, dan keguyuban yang luar biasa. Oleh
karenanya mewakili Pemerintah Provinsi Jawa Timur, kami berkomitmen dan
memastikan bahwa kekayaan kebudayaan ini tidak hanya dilestarikan tapi juga
dijaga dan dirawat dengan baik,” ungkapnya.

Berkaitan dengan perayaan Yadnya Kasada, Adhy mengatakan bahwa hal tersebut
selain menjadi praktik pluralisme yang baik, juga bisa menjadi pilar harmonisasi
kehidupan masyarakat.

“Ini adalah bukti kerukunan umat beragama. Sekaligus menjadi modal untuk
membangun dan menyejahterakan seluruh sendi-sendi kehidupan masyarakat
Tengger,” katanya.

Tidak hanya itu, dengan adanya perayaan Yadnya ini dapat menjadi bagian dari
peningkatan pariwisata di Bumi Majapahit.

“Karena perayaan tahun ini adalah yang pertama kali dilakukan di rest area Seruni
Point. Sehingga dapat menjadi momen untuk menarik wisatawan baik lokal maupun
mancanegara.” katanya.

“Sehingga pada akhirnya kita akan memperoleh pendapatan daerah yang akan
dipergunakan untuk kesejahtraan masyarakat Tengger itu sendiri,” tambah Adhy.

Di akhir Pj. Gubernur Adhy berpesan agar masyarakat khususnya para wisatawan
dapat menghormati pelaksanaan upacara adat Yadnya Kasada 1946 Saka. Karena
dengan saling menghormati sama halnya merawat persatuan dalam berbangsa dan
bernegara.

“Bagi masyarakat khususnya wisatawan, kami mengimbau untuk memberikan
penghormatan setinggi-tingginya. Karena itu merupakan wujud upaya nyata
menjaga persaudaraan, kerukunan dan persatuan bangsa,” ucapnya.

Sementara itu, Tokoh Masyarakat Tengger, Supoyo menyampaikan apresiasinya
atas dukungan pemerintah selama ini kepada masyarakat sekitar. Seperti dukungan
pembangunan rest area di sekitar Bromo dan juga wisata Jembatan Kaca.

“Kami berterima kasih kepada pemerintah baik kota, kabupaten dan provinsi yang
ikut mendukung suksesnya kegiatan dan pembangunan kemasyarakatan selama ini.
Maka sepatutnya mereka kita kukuhkan sebagai Warga Kehormatan Sesepuh
Masyarakat Tengger,” katanya.

“Ini adalah predikat yang luar biasa. Dan pertama kalinya dalam sejarah, kita adakan
pengukuhan di Rest Area Seruni. Mudah-mudahan semua yang dikukuhkan ini
semakin sukses dan karirnya semakin meningkat,” tambahnya.

Sebagai informasi, selain Pj. Gubernur Adhy, pemberian gelar warga kehormatan
Tengger juga diberikan kepada beberapa pejabat lainnya. Di antaranya adalah Pj.
Wali Kota Probolinggo Nurkholis, Ketua Pramuka Kwarda Jatim Arum Sabil,
Kapolres Probolinggo AKBP Wisnu Wardhana, dan Dirut Bank Jatim Busrul Iman.(acs)