
hariansurabaya.com | SURABAYA – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) terus menunjukkan kepeduliannya terhadap mahasiswa yang terdampak bencana banjir di wilayah Sumatera dengan memberikan bantuan beasiswa dan pendampingan.
Berdasarkan hasil pendataan, ITS menetapkan sebanyak 34 mahasiswa terdampak banjir sebagai penerima bantuan, termasuk satu mahasiswa program magister.
Proses pendataan mahasiswa terdampak dilakukan melalui dua jalur, yakni penyebaran formulir kuesioner serta pendataan langsung oleh Direktorat Kemahasiswaan (Ditmawa) dan Direktorat Pendidikan Sarjana dan Pascasarjana (DPSP) ITS.
Dari proses tersebut, tercatat sebanyak 148 mahasiswa teridentifikasi sebagai pihak yang terdampak. Data ini kemudian dikonfirmasi kembali melalui kepala departemen serta himpunan mahasiswa masing-masing.
Kepala Bagian Data dan Kesejahteraan Mahasiswa Ditmawa ITS Murdiono SKom MKom mengungkapkan bahwa berdasarkan hasil verifikasi, sebanyak 34 mahasiswa dinyatakan terdampak secara signifikan dan berhak menerima bantuan lanjutan.
Dalam hal ini, ITS memfasilitasi pengajuan skema bantuan biaya hidup kepada Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Diktisaintek) sebesar Rp 1.250.000 per bulan selama tiga bulan.
Selain memfasilitasi pemberian bantuan biaya hidup, ITS juga mengajukan beberapa skema bantuan Uang Kuliah Tunggal (UKT) selama satu semester ke depan. Menurut Murdiono, dari total 33 mahasiswa program sarjana yang terdampak, 14 di antaranya telah tercatat menerima beasiswa.
“Sehingga, saat ini kami hanya mengajukan lima mahasiswa untuk mendapat bantuan dari pemerintah,” paparnya.
Selebihnya, lanjut Murdiono, saat ini pihaknya telah berkoordinasi dengan Lembaga Pengelola Dana Abadi (LPDA) dan Ikatan Orang Tua Mahasiswa (Ikoma) ITS untuk pemberian bantuan terhadap mahasiswa terdampak lainnya.
“Bahkan, dapat diupayakan hingga mahasiswa yang bersangkutan lulus apabila benar-benar berada dalam kondisi terdampak berat,” ungkap alumnus Magister Sistem Informasi ITS tersebut.
Tidak hanya terbatas pada bantuan finansial, ITS juga menyiapkan dukungan nonmaterial bagi mahasiswa terdampak seperti pendampingan psikologis dan pemenuhan kebutuhan akademik.
Hal ini juga menjadi bagian dari komitmen ITS untuk memastikan mahasiswa tetap dapat menjalani perkuliahan dengan baik pascabencana.
Melalui langkah ini, ITS menegaskan komitmennya dalam memberikan perlindungan dan dukungan menyeluruh bagi mahasiswa, khususnya dalam situasi darurat akibat bencana alam.
Komitmen ini sekaligus mewujudkan poin 4 dan 17 Sustainable Development Goals (SDGs) yakni Pendidikan Berkualitas dan Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. (acs)














