Enam Kali Juara, Barunastra ITS Siapkan Kapal Otonom Terbarunya untuk IRC

0 views
Peresmian kapal otonom terbaru Barunastra bernama Nala Ares Mark II yang diikuti oleh jajaran pimpinan ITS, mitra ITS, dan perwakilan tim Barunastra ITS (foto : ist)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Tim riset Barunastra Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) resmi meluncurkan kapal otonom terbarunya yang bernama Nala Ares Mark II di Plaza dr Angka ITS, Jumat (6/2). Kapal tersebut akan diperlombakan dalam ajang International RoboBoat Competition (IRC) 2026 di Florida, Amerika Serikat, sebagai bagian dari upaya tim mempertahankan prestasi di tingkat internasional.

Peluncuran ini menjadi tanda kesiapan Barunastra ITS sebagai juara umum Kompetisi Kapal Indonesia (KKI) 2025 sekaligus peraih gelar Grand Champion IRC sebanyak enam kali sejak periode 2016 hingga 2025.

Pada kompetisi yang akan berlangsung 19 – 24 Februari mendatang, tim riset ini akan diwakili oleh enam mahasiswa dengan pendampingan satu dosen pembimbing.

Direktur Kemahasiswaan ITS Nur Syahroni ST MT PhD menilai capaian yang diraih tim Barunastra merupakan hasil kolaborasi lintas departemen. Karakter disiplin dan daya saing mahasiswa terbentuk melalui kerja sama tersebut.

Hal tersebut diharapkan mampu mendorong tim Barunastra mempertahankan prestasi internasional sekaligus membawa nama baik ITS dan Indonesia di mata dunia.

“Mudah-mudahan tim Barunastra dapat membawa prestasi yang membanggakan tidak hanya untuk ITS, tetapi juga untuk Indonesia,” ujarnya penuh harap.

Di ajang IRC 2026 ini, tim Barunastra ITS akan kembali bersaing dengan universitas-universitas terbaik dunia seperti MIT, Georgia Tech, dan institusi terkemuka lainnya dari berbagai negara.

Pencapaian enam kali gelar juara umum sebelumnya adalah prestasi yang belum pernah dicapai tim manapun dalam sejarah IRC, dan tahun ini Tim Barunastra ITS bertekad mempertahankan dominasi tersebut dengan teknologi yang lebih maju dan inovatif.

Dari sisi teknologi, Dosen Pembina Tim Barunastra ITS Dr Rudy Dikairono ST MT menjelaskan bahwa kapal otonom terbaru ini dibekali berbagai fitur inovatif untuk menunjang performa saat kompetisi.

Inovasi tersebut seperti sensor suara, sistem penembakan bola berbasis teknologi Global Positioning System (GPS), serta pengembangan sistem yang telah dipersiapkan selama kurang lebih satu tahun.

Sesuai dengan tema lomba tahun ini, kapal Nala Ares Mark II ini memiliki kemampuan navigasi otonom kapal, termasuk sistem penghindaran rintangan dan pengiriman misi secara mandiri dalam simulasi kondisi bencana.

Secara detail, sistem AI mengambil keputusan, integrasi sensor, dan adaptasi terhadap kondisi lingkungan yang berubah-ubah.

“Dengan fitur yang sedemikian rupa, kapal ini diharapkan mampu bersaing dengan tim lain dan meraih kembali gelar Grand Champion untuk kali ketujuh,” tutur dosen Departemen Teknik Elektro ITS tersebut optimistis.

Sementara itu, Ketua Tim Barunastra ITS Davin Abhinaya menjelaskan bahwa pada IRC 2026 ini timnya akan menghadapi enam misi yang harus diselesaikan dalam kompetisi yang kali ini bertema Storm Response and Disaster Relief.

Untuk mendukung misi tersebut, kapal otonom dikembangkan dengan sistem dua kamera yang terpasang di bagian depan dan belakang guna mempermudah navigasi, serta dikombinasikan dengan teknologi LiDAR untuk mendeteksi pola lingkungan dan rintangan.

“Inovasi ini kami kembangkan untuk mempermudah navigasi, meningkatkan akurasi deteksi rintangan, dan mendukung penyelesaian enam misi pada kompetisi IRC 2026,” paparnya.

Sistem AI yang tertanam dalam kapal terbaru ini memungkinkan navigasi penuh secara otonom, penghindaran rintangan secara real-time, dan adaptasi misi sesuai kondisi lingkungan, semua tanpa kendali manusia.

Teknologi ini dikembangkan dengan mempertimbangkan aplikasi praktis untuk operasi tanggap darurat dan bantuan bencana di perairan Indonesia yang memiliki lebih dari 17.000 pulau.

Dalam konteks di mana Indonesia menghadapi tantangan perubahan iklim dan meningkatnya frekuensi bencana alam, inovasi mahasiswa ITS ini menunjukkan bagaimana riset perguruan tinggi dapat memberikan solusi konkret untuk permasalahan nasional.

Peluncuran kapal otonom ini menegaskan komitmen tim Barunastra ITS dalam mengembangkan teknologi Autonomous Surface Vessel (ASV) yang dirancang untuk menghadapi kondisi menantang dengan tingkat presisi tinggi.

Inovasi tersebut diharapkan mampu menjadi representasi riset maritim ITS dalam kompetisi global yang menuntut keandalan teknologi dan sistem navigasi cerdas.

Keikutsertaan tim riset Barunastra ITS pada ajang IRC 2026 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs).

Khususnya poin ke-9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur serta poin ke-14 tentang Ekosistem Laut melalui pengembangan teknologi maritim yang berkelanjutan.

Agenda peluncuran kapal otonom tersebut turut dihadiri oleh Direktorat Kemahasiswaan ITS, Pembina UKM Robotika ITS, Pembina Tim Barunastra ITS, perwakilan sponsor dan mitra industri, serta perwakilan anggota tim robotika ITS.

Kehadiran berbagai pihak ini mencerminkan kuatnya dukungan institusi dan mitra eksternal terhadap pengembangan riset maritim berbasis teknologi di lingkungan kampus. (acs)