BRI Kantor Cabang Rajawali Surabaya Serahkan Bantuan Satu Unit Televisi dan Tab ke Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya

Ida Susana Tri Rahayu selaku Branch Manager BRI Kantor Cabang Surabaya Rajawali memberikan sambutan pada kegiatan CSR di Rutan Perempuan IIA Surabaya (dokpri)

hariansurabaya.com | SURABAYA – BRI Kantor Cabang Rajawali Surabaya tidak pernah berhenti melakukan bantuan, khususnya dibidang CSR. Kali ini yang mendapatkan bantuan adalah Rutan Kelas IIA Surabaya yang berlokasi di Porong Sidoarjo.

Ida Susana Tri Rahayu selaku Branch Manager BRI Kantor Cabang Surabaya Rajawali memberikan alasan kenapa memilih Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya untuk menerima bantuan kali ini, dikarenakan Kementerian Lembaga Pemasyarakatan dengan BRI sudah bermitra. Sehingga BRI mendukung semua kegiatan yang dilakukan Rutan Perempuan.

“Jadi kami mendukung semua kegiatan yang dilakukan Rutan Perempuan demi meningkatkan kualitas layanan publik .” ujar Indah.

Tambah Indah, kalau bantuan untuk Rutan Perempuan merupakan yang pertama kali, sedangkan ke Lapas sudah beberapa kali.

Adapun bantuan berupa televisi, tab dan perangkatnya merupakan pengajuan dari pihak Rutan. Dengan nilai bantuan sebesar Rp. 9.600.000,- (sembilan juta enam ratus ribu rupiah). Diharapkan pemberian bantuan dari BRI tersebut bisa mendukung layanan publik dari Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya ini.

Simbolis penandatanganan MOU antara pihak BRI Cabang Rajawali dan Rutan Perempuan IIA Surabaya (dokpri)

Yuyun Nurliana sendiri selaku Kepala Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya menegaskan bahwa bantuan dari BRI memang sesuai kebutuhan. Seperangkat televisi tersebut bisa berfungsi meningkatkan pelayanan rutan. Para pengguna layanan dalam hal ini pengunjung akan dimintakan survey, penilaian kepuasan pelanggan.

“Apakah penerimaan kami sudah baik, apakah pelayanan kami sudah memuaskan, sehingga kami bisa evaluasi kekurangan dari kami.” ujar Yuyun.

Karena televisi tentunya merupakan sarana layanan informasi. Berkaitan dengan layanan dan bagaimana alur integrasi, semua bisa disampaikan ke petugas.

“Disini juga ada layanan kunjungan dengan menggunakan online. Kami ada web-nya sehingga memudahkan untuk melakukan layanan lebih cepat” papar Yuyun.

Dengan melalui online ini, pengunjung mendapatkan tambahan selama 10 menit.Kalau yang tidak online 30 menit, yang online bisa sampai 40 menit.

“Sedangkan proses pengajuan bantuan kurang lebih 2 bulan. Sebenarnya kebutuhan sarana dan prasarana di Rutan sendiri cukup banyak. Tapi kami mulai dari yang kecil dulu, tapi itu sangat penting.” pungkas Yuyun.

Total warga binaan di Rutan Perempuan Kelas IIA Surabaya ini berjumlah 259 orang. Sejak tahun 2020 Rutan Perempuan yang awalnya berlokasi di Medaeng, dipindahkan ke Porong Sidoarjo. Dan merupakan salah satu dari 4 Rutan Perempuan yang ada di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung dan Malang. (acs)