Shodiqin Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jatim Akan Prioritaskan 5 Program Nasional Asta Cita

Shodiqin, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur saat prescon perdana dengan media Surabaya, Senin (11/05/26) (dokpri)

hariansurabaya.com | SURABAYA – Secara resmi Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur yang baru – Shodiqin, memimpin apel perdana bersama seluruh pegawai di lingkungan BKKBN Jawa Timur pada Senin (11/05/26).

Dalam kesempatan berpidato perdana dihadapan karyawan BKKBN Jawa Timur, Shodiqin menyampaikan rasa syukur sekaligus meminta dukungan dan kerja sama dari seluruh jajaran pegawai usai dirinya resmi dilantik oleh Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN di Jakarta pada Rabu lalu.

“Alhamdulillah per hari ini, Senin 11 Mei 2026, saya memimpin Perwakilan BKKBN Jawa Timur. Kami mohon dukungan, penerimaan, dan kerja sama seluruh pegawai agar target-target nasional dapat terealisasi dengan baik,” ujarnya pada saat menyampaikan pidato perdana di apel pagi.

Menurutnya, Jawa Timur memiliki potensi sumber daya manusia yang besar dan berkualitas sehingga diyakini mampu melahirkan berbagai inovasi baru di tengah kebijakan efisiensi anggaran pemerintah.

“Kami berharap ada inovasi-inovasi baru. Meski dengan keterbatasan anggaran, kita harus mampu mengoptimalkan aset-aset yang ada tanpa mengganggu pelayanan,” katanya.

Shodiqin mengaku bukan sosok baru di lingkungan BKKBN Jawa Timur. Dia memulai karier sebagai CPNS BKKBN sejak tahun 1992 sebelum dipercaya memimpin di sejumlah daerah seperti DI Yogyakarta dan Sulawesi Selatan.

Berbekal pengalaman tersebut, ia optimistis mampu membawa peningkatan capaian program di Jawa Timur, khususnya dalam mendukung program prioritas nasional yang dicanangkan pemerintah pusat.

Fokus utama BKKBN saat ini adalah penguatan kualitas sumber daya manusia, percepatan pengentasan kemiskinan, serta penanganan stunting melalui program prioritas Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga.

“Program prioritas yang kami kawal di antaranya terkait percepatan penurunan stunting, sasaran MBG 3B, calon pengantin, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Semua ini dilakukan agar stunting dapat dicegah sejak 1.000 hari pertama kehidupan,” paparnya.

Tambahnya, “Untuk fokus utamanya adalah program-program prioritas yang ada nasional Asta Cita tentunya harus kita kawal bersama terutama asta cita yang ke empat terkait dengan SDM yang unggul dan berkualitas. Asta Cita yang ke enam terkait dengan pengentasan kemiskinan. Pembangunan dari bawah atau dari desa. Ini yang relevan dengan Kemendukbangga/BKKBN.”

Selain program pelayanan kepada masyarakat, Shodiqin juga menegaskan pentingnya kedisiplinan ASN di lingkungan kerja. Menurutnya, disiplin menjadi faktor utama keberhasilan organisasi.

“Tingkat kedisiplinan, kehadiran, dan kinerja harus terus ditingkatkan. Kalau ada pelanggaran tentu harus ditindak agar tidak terulang,” tegasnya.

Tak hanya itu, ia juga mengingatkan seluruh pegawai untuk menjaga integritas dan menjauhi praktik korupsi. Ia berharap predikat Zona Integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) yang pernah diraih BKKBN Jawa Timur dapat terus dipertahankan.

“Harapan kami, BKKBN Jawa Timur menjadi lembaga yang bersih, jujur, seluruh pelaksanaannya sesuai aturan dan disiplin tentunya.” pungkasnya. (acs)