
hariansurabaya.com | BANDUNG – Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) menawarkan berbagai inovasi teknologi yang berpotensi menjawab kebutuhan masyarakat Kabupaten Badung, Bali, dari pengelolaan sampah hingga penyediaan air bersih. Tak sekadar menghadirkan teknologi, kolaborasi ini diarahkan pada penerapan solusi yang dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan lingkungan.
Hal tersebut mencuat saat soft launching air minum dalam kemasan (AMDK) botol kaca bermerek Baliss di Kantor Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Badung, Jumat (18/9). Air kemasan ini diproduksi oleh PT ITS Badung Hebat.
Rektor ITS Prof Dr (HC) Ir Bambang Pramujati ST MScEng PhD mengatakan, berbagai persoalan daerah dapat menjadi ruang kolaborasi antara kepakaran ITS dan kebutuhan pemerintah daerah. Menurutnya, hal terpenting adalah ITS melihat permasalahan yang ada di daerah, kemudian dicari teknologi yang paling sesuai untuk menyelesaikannya.
“ITS siap berkolaborasi untuk mencari solusi yang dapat diterapkan,” ujar Bambang.
Dalam kesempatan tersebut, ITS memaparkan sejumlah teknologi, antara lain pengolahan air kotor menjadi air bersih, waste to energy untuk mengolah sampah menjadi energi, serta ITS Compostech yang dapat mempercepat pengolahan limbah organik hingga sekitar delapan jam.
Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa SH menyampaikan bahwa salah satu kebutuhan teknologi yang sedang dihadapi daerahnya adalah penanganan sampah kayu yang terbawa hingga ke laut. Pemkab Badung membutuhkan alat untuk membersihkan sampah pohon yang jumlahnya sangat banyak di laut.
“Ini menjadi persoalan yang perlu kami tangani,” ungkapnya.
Selain sampah, Pemkab Badung juga membutuhkan teknologi untuk mengolah air kotor menjadi air siap minum. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu peluang pengembangan kolaborasi lanjutan bersama ITS.
Kolaborasi ITS dan Pemkab Badung ini juga diperkuat melalui soft launching AMDK botol kaca Baliss yang diproduksi PT ITS Badung Hebat. Produk tersebut menjadi salah satu bentuk hilirisasi kolaborasi ITS sekaligus pengembangan produk yang memiliki nilai tambah bagi daerah.
Di bidang pendidikan, ITS dan Pemkab Badung turut menyatakan minat terhadap Program Beasiswa Afirmasi Kabupaten Badung. Program ini diarahkan untuk memperluas kesempatan putra-putri Badung memperoleh pendidikan tinggi dan berkuliah di ITS.
Menurut Bambang, ITS ingin terus hadir membantu menyelesaikan persoalan yang ada di daerah.
“Apa yang kami miliki, baik teknologi maupun sumber daya manusia, bisa dikolaborasikan dengan kebutuhan pemerintah daerah,” tutur Rektor ke-13 ITS ini.
Melalui kolaborasi tersebut, ITS dan Pemkab Badung membuka peluang penerapan teknologi yang tidak hanya menjawab persoalan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat serta mendukung penguatan sumber daya manusia di daerah.
Kolaborasi ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Utamanya pada poin ke-3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, poin ke-5 mengenai Air Bersih dan Sanitasi Layak, serta poin ke-17 terkait Kerja sama untuk Mencapai Tujuan. (ist)














